Skip to content
9

Topics Covered: Tekor APBN Semester I/2026 Capai Rp196,5 Triliun, Pemerintah Klaim Tetap Terkendali

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 2 mins read

Defisit APBN Semester I/2026 Capai Rp196,5 Triliun, Pemerintah Klaim Tetap Terkendali Topics Covered – Jakarta – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja

Topics Covered: Tekor APBN Semester I/2026 Capai Rp196,5 Triliun, Pemerintah Klaim Tetap Terkendali

Defisit APBN Semester I/2026 Capai Rp196,5 Triliun, Pemerintah Klaim Tetap Terkendali

Topics Covered – Jakarta – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam enam bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp196,5 triliun, yang setara dengan 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Meskipun belanja pemerintah mengalami kenaikan dibandingkan penerimaan, pemerintah menegaskan bahwa defisit ini tetap berada dalam batas terkendali. Hal ini dijelaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (7/7/2026).

Menurut Purbaya, defisit APBN semester ini muncul karena adanya perbedaan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran negara. Penerimaan negara mencapai Rp1.459,4 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp1.656 triliun. Meski angka belanja lebih tinggi, pemerintah berupaya mengelola anggaran secara efisien untuk menjaga keseimbangan fiskal. “Kondisi defisit APBN Semester I/2026 tetap dalam kontrol, dan kita tidak mengabaikan upaya peningkatan efisiensi,” imbuhnya.

Kinerja Pendapatan Negara

Topics Covered – Dalam memperkuat pendapatan negara, pemerintah mengandalkan pertumbuhan dari beberapa sektor utama, termasuk perpajakan dan non-pajakan. Realisasi pendapatan pajak mencapai Rp1.035,7 triliun, naik 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pajak penghasilan (PPh), pajak bumi dan bangunan (PBB), serta pajak pertambahan nilai (PPN).

Sebagai bagian dari pendapatan negara, keuangan dari kepabeanan dan cukai juga memberikan kontribusi Rp152 triliun, meningkat 3,4% secara tahunan. Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 21,6% menjadi Rp271 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan dari sektor-sektor seperti pengelolaan bumi dan mineral, serta pendapatan dari badan usaha milik negara (BUMN). Pemerintah optimis bahwa peningkatan ini bisa terus berlanjut di semester kedua tahun 2026.

Realisasi Belanja Negara

Topics Covered – Di sisi belanja, total pengeluaran negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.656 triliun. Komponen utama belanja tersebut adalah belanja pemerintah pusat, yang naik 29,4% menjadi Rp1.298,6 triliun. Kenaikan belanja pusat terutama terjadi pada sektor pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, yang mendapat peningkatan anggaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pengeluaran transfer ke daerah (TKD) juga mencapai Rp357,4 triliun. Meski angka ini tinggi, pertumbuhan TKD mengalami penurunan sebesar 11,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan pagu TKD sebesar Rp13,3 triliun dari APBN Rp693 triliun menjadi Rp706,3 triliun mencakup tambahan dana untuk penanganan bencana di Sumatra, serta peningkatan dana otonomi khusus Papua dan dana tambahan infrastruktur khusus.

“Defisit APBN semester ini tetap dikelola dengan hati-hati, dan kita sudah merancang strategi untuk menutup defisit secara bertahap,” ujar Purbaya dalam diskusi dengan anggota Banggar DPR. Pemerintah menekankan bahwa realisasi belanja tidak terjadi secara berlebihan, tetapi lebih fokus pada alokasi dana yang tepat sasaran untuk mendukung kebutuhan prioritas nasional.”

Strategi Pemerintah Mengatasi Defisit

Topics Covered – Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kinerja fiskal mel

Join the discussion