Survei BI: Penyerapan Tenaga Kerja Memburuk pada Kuartal II/2026
Survei BI: Penyerapan Tenaga Kerja Menurun di Kuartal II/2026 Survei BI - JAKARTA — Dalam laporan terbaru, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kondisi
Survei BI: Penyerapan Tenaga Kerja Menurun di Kuartal II/2026
Survei BI – JAKARTA — Dalam laporan terbaru, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kondisi penyerapan tenaga kerja di kuartal II/2026 mengalami penurunan, meski sektor dunia usaha menunjukkan peningkatan aktivitas dan industri manufaktur tetap dalam zona ekspansi.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI mencatatkan pertumbuhan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 12,97% pada kuartal II/2026. Angka ini mengalahkan pencapaian kuartal I/2026 yang hanya 10,11%. Namun, komponen tenaga kerja menunjukkan tren berbeda.
Perubahan dalam Penggunaan Tenaga Kerja
Dalam survei yang sama, penggunaan tenaga kerja berada di level 0,14% untuk kuartal II/2026, lebih rendah dari 0,28% di kuartal sebelumnya. Mayoritas lapangan usaha (LU) menunjukkan peningkatan, khususnya sektor Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,26%) serta Konstruksi (SBT 0,07%) yang sejalan dengan aktivitas usaha yang meningkat.
Beberapa LU lainnya juga menunjukkan pertumbuhan, seperti Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil serta Motor (SBT 0,27%), serta Jasa Keuangan (SBT 0,29%). Di sisi lain, sejumlah LU mengalami kontraksi, termasuk Industri Pengolahan (SBT -0,54%), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT -0,23%), Administrasi Pemerintahan (SBT -0,14%), Informasi dan Komunikasi (SBT -0,12%), hingga Transportasi dan Pergudangan (SBT -0,11%).
Indeks Kinerja Manufaktur
Dari sisi industri pengolahan, survei Prompt Manufacturing Index (PMI) BI mencatatkan level 51,43% di kuartal II/2026. Meski lebih rendah dari 52,03% di kuartal I/2026, indeks tersebut masih berada di zona ekspansi (di atas 50%).
Menariknya, indeks komponen tenaga kerja di sektor manufaktur mencatatkan 48,65%, yang berada di zona kontraksi. Bahkan, angka penggunaan tenaga kerja industri pengolahan mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya, yakni 48,76%. Ini menandai kelanjutan tren kontraksi selama lima bulan terakhir, sejak Februari 2026.
Proyeksi Pemulihan di Kuartal III/2026
Secara keseluruhan, baik SKDU maupun PMI BI memproyeksikan peningkatan kondisi ketenagakerjaan di kuartal III/2026. SKDU memperkirakan penggunaan tenaga kerja akan naik dengan SBT 0,95%, lebih baik dari 0,14% di kuartal II/2026.
Peningkatan tersebut diperkirakan berasal dari LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 0,06%) yang didorong panen komoditas hortikultura dan perkebunan, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,08%), serta LU Real Estat (SBT 0,12%). Sementara itu, industri pengolahan diharapkan membaik meski masih dalam fase kontraksi, dengan SBT -0,14%.
PMI BI juga memprediksi peningkatan aktivitas ketenagakerjaan di kuartal III/2026, dengan indeks mencapai 49,70%—meski masih di bawah ambang 50%, berada di zona kontraksi.
