Main Agenda: Purbaya Ungkap Skema Pelunasan Utang Whoosh
san Utang Whoosh Main Agenda menjadi topik utama dalam pertemuan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan Presiden RI Prabowo
Purbaya Ungkap Skema Pelunasan Utang Whoosh
Main Agenda menjadi topik utama dalam pertemuan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Rabu, 15 Juli 2026. Purbaya mengungkap bahwa pemerintah sedang mengembangkan rencana pembayaran utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Ini merupakan langkah krusial dalam menyelesaikan tanggung jawab keuangan yang terkait dengan proyek strategis nasional tersebut.
Latar Belakang Proyek Whoosh
Whoosh adalah bagian dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh perusahaan bersama antara Indonesia dan Tiongkok. Proyek ini memiliki total kewajiban keuangan mencapai Rp116 triliun, sebagian besar dibiayai oleh perusahaan KCIC yang didirikan melalui kerja sama dengan Danantara, lembaga keuangan yang memperoleh kredit dari bank-bank Tiongkok. Main Agenda dalam pembahasan ini fokus pada bagaimana pemerintah akan mengelola utang tersebut secara efektif tanpa mengganggu stabilitas keuangan nasional.
Kementerian Keuangan, menurut Purbaya, masih menunggu proses pelimpahan aset proyek dari Danantara. “Kami menunggu kapan aset itu diserahkan, lalu kami langsung menyelesaikan pelunasan utang. Tapi sudah jelas bagaimana mekanismenya,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa Main Agenda tidak hanya tentang penyusunan rencana, tetapi juga tentang koordinasi antarlembaga untuk memastikan keberlanjutan proyek yang telah diluncurkan sejak 2018.
Pembayaran Utang Menurut Purbaya
Purbaya menyampaikan bahwa skema pelunasan utang Whoosh akan diatur melalui mekanisme yang tidak bergantung sepenuhnya pada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Main Agenda ini jelas bahwa kita tidak ingin utang proyek ini membebani APBN secara langsung, tetapi mencari alternatif yang lebih fleksibel,” tambahnya. Mekanisme ini diharapkan bisa menyeimbangkan antara kebutuhan keuangan pemerintah dan pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan pandangan bahwa utang proyek ini harus dilihat secara menyeluruh. “Main Agenda kita adalah memastikan proyek ini berjalan selesai dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya. Ia menekankan bahwa pembayaran cicilan Rp1,2 triliun per tahun yang sudah diumumkan tahun lalu akan terus dipertahankan sebagai bagian dari strategi penyelesaian utang.
“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar utang Whoosh mungkin Rp1,2 triliun per tahun,” kata Prabowo kepada wartawan.
Kebijakan ini juga dianggap sebagai langkah positif dalam menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kebijakan pendanaan infrastruktur. Dengan Main Agenda yang jelas, pemerintah berupaya memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menjadi beban, tetapi juga wadah pengembangan ekonomi lokal dan integrasi teknologi transportasi modern.
Langkah Pemerintah ke Depan
Pelimpahan aset Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan masih dalam tahap pengurusan administratif. Setelah proses ini selesai, pihak Kementerian Keuangan akan melaporkan hasilnya kembali kepada Presiden Prabowo. “Main Agenda kita adalah menyelesaikan utang ini dengan transparan dan akuntabel,” terang Purbaya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian keuangan, tetapi juga pada pengelolaan risiko secara menyeluruh.
Menurut Purbaya, keberhasilan skema pelunasan utang akan menjadi contoh bagus dalam menghadapi proyek-proyek besar lainnya di masa depan. “Main Agenda ini akan membuka jalan untuk skema pembayaran utang yang lebih inovatif, terutama untuk proyek yang membutuhkan investasi besar,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap bisa memperkuat kemitraan dengan Tiongkok sekaligus memastikan keberlanjutan proyek yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Pembayaran cicilan utang Whoosh juga diharapkan mampu mengurangi ketakutan publik terhadap utang pemerintah. Purbaya menegaskan bahwa selama proses pelunasan berlangsung, pemerintah akan terus mengawasi kinerja proyek dan memberikan laporan berkala kepada masyarakat. “Main Agenda ini adalah bagian dari upaya kita untuk menyeimbangkan antara kewajiban keuangan dan manfaat ekonomi jangka panjang,” tambahnya.
