Skip to content
89

Visit Agenda: 3 Sinyal On-Chain Ungkap Kapitulasi Bitcoin Makin Dalam

Karen Miller - lintasnaya.com 4 mins read

runan yang Semakin Mendalam Visit Agenda – Bisnis.com, JAKARTA – Pasar kripto kini tengah menghadapi gelombang tekanan yang semakin intens, dengan Bitcoin

Visit Agenda: 3 Sinyal On-Chain Ungkap Kapitulasi Bitcoin Makin Dalam

Kapitulasi Bitcoin: Tiga Sinyal On-Chain Menunjukkan Penurunan yang Semakin Mendalam

Visit Agenda – Bisnis.com, JAKARTA – Pasar kripto kini tengah menghadapi gelombang tekanan yang semakin intens, dengan Bitcoin menjadi salah satu aset yang paling terdampak. Beberapa indikator on-chain, yaitu data yang berasal dari transaksi di jaringan blockchain, mulai menunjukkan tanda-tanda kapitulasi investor. Fenomena ini sering kali terjadi sebelum fase pemulihan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi koreksi lebih lanjut. Harga Bitcoin terus turun setelah mengalami penurunan lebih dari 20 persen dalam sebulan terakhir. Bagi pelaku investasi yang aktif memantau crypto, memahami sinyal-sinyal ini menjadi kunci untuk memprediksi pergerakan pasar yang tak hanya bergantung pada harga, tetapi juga pada dinamika transaksi.

Outflow ETF Bitcoin Meroket

Salah satu sinyal terkuat datang dari laporan Santiment, perusahaan analitik yang memantau data on-chain. Data terbaru menunjukkan bahwa arus dana dari ETF Bitcoin telah mencapai US$8,475 miliar sejak 6 Mei 2026. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah investor yang menarik dana dari aset ini meningkat secara signifikan, baik dari segi ritel maupun institusional. Jika dilihat dari konteks historis, situasi ini seringkali menjadi tanda kepanikan pasar, terutama ketika tekanan jual berlangsung dalam waktu lama. Dalam konteks Visit Agenda, pergerakan dana ini bisa menjadi indikator utama bahwa minat investor pada Bitcoin sedang mengalami penurunan drastis.

“Arus keluar yang berlangsung lama seringkali menggambarkan meningkatnya rasa frustasi dan kepanikan investor,” jelas Santiment.

Fenomena ini mengisyaratkan bahwa investor mulai kehilangan keyakinan terhadap kinerja Bitcoin, terutama jika kondisi pasar terus tidak menunjukkan perbaikan. Meski ETF Bitcoin tidak selalu menjadi penanda negatif, dalam jangka panjang, tekanan dana keluar sering kali menunjukkan keseluruhan keputusasaan pasar, yang berdampak pada harga aset tersebut.

Lebih Banyak Bitcoin dalam Kondisi Rugi

Indikator kedua berasal dari data Glassnode, yang menilai profitabilitas seluruh pasokan Bitcoin. Laporan terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 10,83 juta BTC kini berada dalam posisi rugi, sementara hanya 9,22 juta BTC yang masih untung. Ini adalah pertama kalinya dalam siklus terkini di mana pasokan dalam kerugian melebihi jumlah yang menghasilkan keuntungan. Situasi seperti ini seringkali terjadi sebelum tekanan psikologis investor mencapai puncaknya. Dalam konteks Visit Agenda, perbandingan antara pasokan rugi dan untung bisa menjadi alat untuk mengukur kepercayaan pasar terhadap Bitcoin.

“Kondisi ini muncul ketika tekanan jual mulai mendekati titik puncaknya,” kata Darkfost.

Sejarah pasar menunjukkan bahwa kondisi ini biasanya mengarah pada kejadian-kejadian koreksi besar, terutama jika dibarengi dengan faktor eksternal seperti krisis ekonomi atau regulasi yang memengaruhi kepercayaan investor. Dalam data terbaru, perbandingan ini mengisyaratkan bahwa harga Bitcoin berada di ambang fase pasar yang lebih rendah.

Net UTXO Supply Ratio Masuk Wilayah Negatif

Sinyal ketiga datang dari analis on-chain Darkfost, yang memantau Net UTXO Supply Ratio. Rasio ini kini berada di level -0,075, sebuah angka negatif yang terakhir kali terjadi di akhir 2022, menjelang akhir bear market sebelumnya. Net UTXO Supply Ratio mengukur keseimbangan antara Bitcoin yang diperdagangkan dalam kondisi untung dan rugi berdasarkan harga terakhir transaksi. Dalam konteks Visit Agenda, angka ini menjadi bukti bahwa jumlah dana yang keluar dari aset kripto ini semakin mengkhawatirkan.

“Kondisi ini muncul ketika tekanan jual mulai mendekati titik puncaknya,” kata Darkfost.

Rasio negatif ini menunjukkan bahwa investor sedang mencari titik masuk yang lebih rendah, yang bisa berdampak pada volatilitas harga di masa depan. Dengan penurunan terus-menerus dalam data ini, analis menyatakan bahwa koreksi lebih dalam mungkin terjadi jika kondisi pasar tidak segera membaik.

Strategi Investor Selama Fase Kapitulasi

Dalam dunia investasi, fase kapitulasi sering kali menjadi titik awal dari perubahan tren pasar. Untuk investor yang mengikuti Visit Agenda, penting untuk memahami bahwa kapitulasi bukanlah akhir, tetapi bagian dari siklus alami. Dengan mengamati tiga sinyal on-chain ini, mereka bisa mengambil langkah lebih tepat dalam mengelola portofolio. Misalnya, saat outflow ETF Bitcoin meningkat, investor bisa mempertimbangkan untuk menurunkan eksposur, sementara peningkatan pasokan rugi mengisyaratkan bahwa harga mungkin akan terus menurun.

Kondisi Net UTXO Supply Ratio yang negatif juga menunjukkan bahwa harga sedang mendekati titik terendah dalam siklusnya. Dengan demikian, selama fase ini, strategi yang paling efektif adalah memperkuat posisi long atau menunggu titik bottom yang jelas. Visit Agenda mengingatkan bahwa pasar kripto sangat dinamis, sehingga pengamatan terus-menerus terhadap data on-chain adalah kunci untuk mengambil keputusan yang lebih baik.

Mengapa Fase Kapitulasi Penting untuk Investor?

Fase kapitulasi menjadi momen kritis bagi investor karena menggambarkan keputusasaan pasar yang bisa berdampak pada volatilitas tinggi. Menurut data yang disebutkan sebelumnya, ketiga sinyal on-chain ini menunjukkan bahwa investor sedang mencari titik balik dalam harga Bitcoin. Namun, fase ini juga bisa menjadi kesempatan untuk memperoleh aset kripto secara lebih murah, terutama jika minat beli mulai kembali.

Dengan memahami tiga sinyal ini, investor bisa memperkirakan kemungkinan koreksi lebih lanjut, serta mengambil keuntungan jika harga bergerak sesuai dengan prediksi. Visit Agenda menekankan bahwa pemantauan indikator on-chain adalah bagian yang tidak boleh terlewat dalam strategi investasi kripto. Selain itu, situasi ini juga mengingatkan bahwa pasar bisa berubah dalam waktu singkat, sehingga kehati-hatian dan kecepatan dalam respons sangat dibutuhkan.

Join the discussion