Topics Covered: Investor UEA Damac Mau Bangun Data Center di Jakarta, Berapa Investasinya?
si Berapa? Topics Covered - Materi yang diulas Pemerintah mengungkapkan bahwa investor asing dari Uni Emirat Arab (UEA), Damac Group, sedang berencana
Investor UEA Damac Bangun Data Center di Jakarta, Investasi Berapa?
Topics Covered –
Materi yang diulas
Pemerintah mengungkapkan bahwa investor asing dari Uni Emirat Arab (UEA), Damac Group, sedang berencana mengembangkan pusat data (data center) di Jakarta. Proyek ini menjadi topik utama yang dibahas dalam rapat Kemenko Perekonomian, dimana perusahaan asal UEA tersebut menargetkan kapasitas sebesar 1,2 hingga 1,3 gigawatt. Dengan skala investasi yang signifikan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas infrastruktur digital Indonesia secara signifikan, terutama dalam mendukung pertumbuhan teknologi dan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI).
Detail Proyek dan Lokasi Prioritas
Dalam pertemuan dengan Konsorsium Industri Pusat Data Indonesia (IDPro), Damac Group menjelaskan rencana investasinya yang akan dimulai tahun ini. Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, mengungkapkan bahwa perusahaan ini tidak fokus pada KEK Nongsa Digital Park di Batam, meskipun lokasi tersebut sudah dihuni oleh beberapa perusahaan besar seperti GDS dari Tiongkok dan Equinix dari Amerika Serikat. Malah, tiga lokasi yang dipertimbangkan termasuk Jakarta, yang menjadi prioritas utama karena kebutuhan infrastruktur digital di kota metropolitan tersebut sangat tinggi.
“Kalau Damac tadi tidak di Nongsa, tetapi di beberapa titik ada yang di Jakarta. [Kapasitasnya] besar sekali maupun nilai investasinya, 1,2 atau 1,3 gigawatt. Itu besar sekali [kapasitas] nasional kita pun sekarang baru sekitar 600 megawatt. Jadi setengahnya,” terang Susi kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Estimasi Biaya dan Kontribusi Ekonomi
Proyek ini dianggap memiliki nilai investasi yang sangat besar, dengan setiap megawatt data center membutuhkan dana sekitar jutaan dolar AS. Susi memperkirakan bahwa investasi sebesar 1,3 gigawatt bisa mencapai miliaran dolar AS, yang akan memberi dampak langsung pada sektor industri dan perekonomian nasional. Dengan kebutuhan listrik dan air yang meningkat signifikan, proyek ini juga diharapkan mendorong pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas pasokan listrik di wilayah Jakarta.
Pertumbuhan Industri Data Center di Indonesia
Pertumbuhan data center di Indonesia terus meningkat, terutama dengan kehadiran investor asing seperti Damac Group. Pada saat ini, KEK Nongsa Digital Park di Batam sudah menjadi pusat utama industri ini, dengan lebih dari 10 perusahaan beroperasi. Namun, proyek di Jakarta dianggap lebih strategis karena lokasinya yang dekat dengan pasar dan pengguna teknologi besar di kawasan ibu kota. Dengan penambahan kapasitas dari Damac, harapannya adalah Indonesia bisa menjadi salah satu pusat data center terbesar di Asia Tenggara.
Persiapan dan Kemitraan Industri
Susi menjelaskan bahwa Damac Group telah melakukan diskusi awal dengan IDPro untuk mengupas detail proyek. Kemitraan ini diharapkan mempercepat proses perizinan dan keterlibatan pihak lokal dalam pengembangan data center. Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan infrastruktur digital, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan meningkatkan keterlibatan ekspor-impor dalam sektor teknologi. Dengan skala investasi yang besar, proyek ini bisa menjadi bagian dari topik yang dibahas dalam pengembangan ekonomi digital nasional.
Impak terhadap Kecerdasan Buatan dan Inovasi
Kapasitas data center yang besar di Jakarta diharapkan akan mendukung kebutuhan AI dan inovasi teknologi lainnya. Susi menambahkan bahwa pertumbuhan industri ini tidak bisa dipisahkan dari peningkatan infrastruktur pendukung. “Kebutuhan data center kita besar sekali, kalau untuk AI akan besar sekali,” ujarnya. Dengan adanya Damac Group, Indonesia bisa lebih kompetitif dalam menyaingi negara-negara tetangga yang sudah memiliki pusat data berkapasitas tinggi.
