Skip to content
549

Latest Program: Air Baku dari Saguling-Cirata, Akses PDAM Bandung Ditargetkan Tembus 40%

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

PDAM Bandung Targetkan Akses Air Tembus 40% Melalui Program Terbaru Latest Program - Program terbaru PDAM Bandung tengah berupaya meningkatkan akses layanan

Latest Program: Air Baku dari Saguling-Cirata, Akses PDAM Bandung Ditargetkan Tembus 40%

PDAM Bandung Targetkan Akses Air Tembus 40% Melalui Program Terbaru

Latest Program – Program terbaru PDAM Bandung tengah berupaya meningkatkan akses layanan air bersih hingga mencapai 40%. Proyek ini fokus pada penggunaan sumber air baku dari Waduk Saguling dan Cirata untuk memperkuat jaringan distribusi air di kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa penggunaan air dari kedua sumber tersebut akan menjadi prioritas dalam upaya mengatasi keterbatasan pasokan air yang selama ini terjadi. Meski targetnya masih tergolong moderat, langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi kebutuhan penduduk dan industri.

Proyek Pembangunan Jaringan Pipa

Program terbaru PDAM Bandung melibatkan pembangunan jaringan pipa yang dirancang mengalirkan air baku sebanyak 3.500 liter per detik ke wilayah kota. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan volume pasokan, tetapi juga mengoptimalkan distribusi air untuk memastikan keberlanjutan pasokan dalam berbagai kondisi cuaca. Farhan mengungkapkan bahwa proses pengembangan telah memasuki tahap final, namun adanya hambatan di tingkat persetujuan administratif masih menjadi kendala utama. “Kita sedang berupaya mempercepat penyelesaian izin dari Indonesia Power agar program ini segera berjalan,” katanya.

Dalam upaya mencapai target 40%, PDAM Bandung berkomitmen untuk memperluas cakupan layanan secara bertahap. Pemkot juga memperhatikan efisiensi penggunaan air dengan menekan kebocoran dalam jaringan distribusi. Meski level non-revenue water (NRW) sempat mencapai 40%, kini telah menurun menjadi 37% melalui kolaborasi intensif dengan mitra strategis, termasuk bantuan teknis dari Pemerintah Jepang. “Perbaikan ini menjadi bagian dari program terbaru untuk menjaga kualitas dan kuantitas air yang disalurkan,” tambah Farhan.

Keterbatasan Sumber Air dan Solusi Teknis

Keterbatasan sumber air baku di Kota Bandung menjadi tantangan utama program terbaru ini. Fluktuasi debit air di musim kemarau, khususnya dari Waduk Saguling dan Cirata, memperumit peningkatan akses. Untuk mengatasi masalah tersebut, PDAM Bandung menggulirkan inovasi teknis, termasuk penggunaan teknologi penyulingan dan filtrasi air Sungai Cikapundung. Air yang diolah melalui metode ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan domestik non-konsumsi, seperti mandi dan kebersihan, guna mengurangi tekanan pada sumber air utama.

Farhan menjelaskan bahwa penggunaan air Sungai Cikapundung dalam program terbaru ini merupakan langkah adaptif untuk memastikan kestabilan pasokan. “Kita perlu memastikan air baku tetap memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat debit dari Saguling dan Cirata terganggu,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa air dari Cikapundung hanya sebagai sementara, sebab kualitas dan kuantitas air dari sumber utama tetap menjadi fokus utama.

Dalam konteks program terbaru, PDAM Bandung juga sedang merancang strategi untuk memperluas jaringan pipa ke daerah-daerah yang masih terisolasi. Target peningkatan akses ini dirancang dengan hati-hati, mengingat ketersediaan air baku di kota telah terbatas. “Dari 38% ke 40% adalah angka yang realistis karena kita harus mempertimbangkan kemampuan pasokan dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan,” jelas Farhan.

Program terbaru PDAM Bandung juga menyasar pengurangan kerugian air melalui penerapan sistem monitoring dan perbaikan infrastruktur. Dengan target mengatasi NRW, PDAM berharap efisiensi penggunaan air bisa meningkat, sehingga masyarakat mendapat pasokan yang lebih optimal. “Kita sedang memperbaiki kebocoran secara bertahap, dan hasilnya sudah terlihat,” kata Farhan. Langkah ini menunjukkan komitmen PDAM Bandung dalam mewujudkan program terbaru sebagai solusi jangka panjang.

Join the discussion