Skip to content
538

Latest Program: BPD Bali Salurkan KUR Rp1,17 Triliun hingga Juni 2026

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 4 mins read

rkan KUR Rp1,17 Triliun dalam Latest Program hingga Juni 2026 Latest Program yang dijalankan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) telah mencapai

Latest Program: BPD Bali Salurkan KUR Rp1,17 Triliun hingga Juni 2026

BPD Bali Salurkan KUR Rp1,17 Triliun dalam Latest Program hingga Juni 2026

Latest Program yang dijalankan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) telah mencapai pencapaian signifikan hingga akhir Juni 2026. Dalam kurun waktu ini, total dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan mencapai Rp1,17 triliun, mencapai 64,55% dari target tahunan sebesar Rp1,8 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen BPD Bali dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil menengah (UMKM) di Bali sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah. Selain itu, total penyaluran KUR selama tahun ini mencapai Rp11,45 triliun, mencerminkan peran penting program ini dalam mendorong keberlanjutan ekonomi lokal.

Pelaksanaan Latest Program untuk UMKM

Dalam rangka mewujudkan visi ekonomi yang inklusif, Latest Program BPD Bali dirancang untuk memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dan kecil. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menjelaskan bahwa sebanyak 73,31% dari dana KUR dialokasikan kepada debitur baru, menunjukkan keberpihakan bank terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial. Sektor yang menjadi prioritas dalam penyaluran dana antara lain pertanian, kelautan, serta industri perajin, yang merupakan tulang punggung ekonomi Bali.

“Latest Program ini menjadi salah satu langkah strategis BPD Bali untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat keberlanjutan usaha lokal,”

ucap Sudharma, Selasa (21/7/2026). Dengan fokus pada inisiatif yang berkelanjutan, program ini juga mencakup kebijakan pengembangan kredit berbasis digital, yang memudahkan proses peminjaman bagi masyarakat pedesaan dan perdesaan. Selain itu, BPD Bali terus mengoptimalkan layanan keuangan untuk mengakomodasi kebutuhan UMKM dalam kondisi ekonomi yang dinamis.

Strategi Inklusif dan Penjangkauan Sektoral

Latest Program tidak hanya menekankan pada jumlah penyaluran KUR, tetapi juga pada keberlanjutan dan kualitas pemberdayaan UMKM. Dengan penyaluran mencapai Rp1,17 triliun, BPD Bali berhasil menyasar sektor-sektor strategis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dalam rangka memperluas akses kepinjaman, bank juga memberikan pelatihan dan konsultasi untuk membantu debitur memanfaatkan dana secara optimal.

Direktur Eksekutif BPD Bali, I Wayan Surya, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perekonomian yang lebih seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. “KUR yang disalurkan dalam Latest Program tidak hanya membantu UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi berkelanjutan,”

terangkum Surya dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyaluran KUR menjadi dasar untuk memperkuat peran BPD Bali sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penyediaan Dana dan Pertumbuhan Aset

Di semester pertama tahun 2026, BPD Bali mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan, yaitu mencapai Rp42,74 triliun, naik 5,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp35,05 triliun, naik 3,88% dari Rp33,74 triliun di bulan Juni 2025. CASA (Current Account Savings Account) masih menjadi sumber pendanaan utama, dengan porsi sebesar 65,31% dari total DPK.

Dana yang terkumpul ini secara langsung mendukung pelaksanaan Latest Program, termasuk pembiayaan untuk UMKM dan sektor produktif lainnya. Direktur Operasional BPD Bali, Ni Nyoman Ayu Surya, menjelaskan bahwa strategi penyaluran KUR berjalan harmonis dengan kebijakan penyimpanan dana yang lebih inklusif. “Dengan meningkatkan dana pihak ketiga, kita bisa memperkuat daya tahan finansial bank dan memastikan kelancaran program Latest Program,”

kata Surya. Pertumbuhan aset juga menjadi indikator keberhasilan peran BPD Bali dalam membangun ekonomi Bali yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Inovasi Digital dalam Meningkatkan Akses Pembiayaan

Latest Program tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi juga menekankan transformasi digital untuk mempercepat proses penyaluran KUR. BPD Bali memperkuat sistem e-banking, termasuk pengembangan aplikasi mobile dan integrasi pembayaran digital dengan layanan publik seperti klinik, pusat wisata, dan institusi pendidikan. Inisiatif ini memungkinkan masyarakat, termasuk UMKM, mengakses pembiayaan dengan lebih mudah dan cepat.

Dalam rangka menjamin kualitas inovasi, BPD Bali terus mengoptimalkan teknologi informasi (TI), sistem keamanan siber, serta perlindungan privasi data. Berbagai inisiatif seperti BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, dan KKI online payment telah diterapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi digital. Selain itu, QRIS Crossborder juga dikembangkan untuk memperluas jangkauan layanan ke negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Hasil dan Kontribusi Ekonomi Bali

KUR yang disalurkan dalam Latest Program memberikan dampak nyata terhadap perekonomian Bali. Dengan total penyaluran mencapai Rp11,45 triliun, dana ini membantu ribuan pelaku usaha mengembangkan usaha mereka, memperkuat daya beli masyarakat, dan meningkatkan produktivitas sektor riil. Kinerja BPD Bali dalam menyalurkan KUR juga menjadi bagian dari upaya mencapai visi ekonomi Kerthi Bali, yang menjadikan Bali sebagai destinasi ekonomi yang berkelanjutan.

Selain mendukung UMKM, penyaluran KUR dalam Latest Program juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur ekonomi lokal. Dana yang dialokasikan ke bidang pertanian, kelautan, dan perajin membantu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal. “Latest Program adalah bagian dari perjalanan kita untuk mewujudkan ekonomi Bali yang lebih mandiri dan berkelanjutan,”

k

Join the discussion