Skip to content
532

Meeting Results: FSPMI Buka Suara soal Isu 2 Pabrik Otomotif Jepang Hengkang dari RI

Anthony Brown - lintasnaya.com 3 mins read

FSPMI Jawab Isu Relokasi 2 Pabrik Otomotif Jepang dari RI Meeting Results: FSPMI Klaim Pabrik Jepang Tidak Akan Hengkang Meeting Results – Bisnis.com

Meeting Results: FSPMI Buka Suara soal Isu 2 Pabrik Otomotif Jepang Hengkang dari RI

FSPMI Jawab Isu Relokasi 2 Pabrik Otomotif Jepang dari RI

Meeting Results: FSPMI Klaim Pabrik Jepang Tidak Akan Hengkang

Meeting Results – Bisnis.com, SURABAYA — Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait isu yang menghebohkan sejumlah kalangan tentang relokasi penuh dua pabrik komponen otomotif milik perusahaan Jepang dari Indonesia. Dalam pertemuan terbaru, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur, Jazuli, menyatakan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya benar dan hanya terkait dengan rencana pemindahan sebagian besar operasional ke luar negeri, bukan penutupan total.

“Saya sedikit luruskan, kebetulan saya yang menginformasikan kepada Pak Said Iqbal. Jadi, perusahaan tersebut tetap beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto. Ini semangat Pak Prabowo terbentuknya Satgas Anti Pencegahan PHK,” jelas Jazuli saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan ini dianggap penting karena menyangkut keputusan strategis perusahaan otomotif Jepang yang selama ini menjadi pilar industri manufaktur di Indonesia. Jazuli menegaskan bahwa relokasi yang dibicarakan hanyalah upaya optimalisasi produksi, bukan hilangnya kehadiran perusahaan di Tanah Air. Ia menambahkan bahwa kelompok induk perusahaan memiliki kantor pusat di Jepang tetapi tetap mempertahankan operasional di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Detail Relokasi: Penyesuaian Struktur Bisnis atau Pemutusan Hubungan Kerja?

Dalam meeting results yang disampaikan oleh FSPMI, Jazuli menjelaskan bahwa rencana relokasi tersebut mencakup pengurangan kapasitas operasional di dua pabrik, Mojokerto dan Pasuruan, sebanyak 70% ke industri terkait yang telah dibangun di luar negeri. Meski demikian, ia memastikan bahwa perusahaan tidak akan menghentikan produksi sepenuhnya. “Jadi, sekitar 30% operasional akan tetap berjalan di Indonesia,” tegas Jazuli.

Menurut Jazuli, relokasi ini disebut sebagai strategi perusahaan untuk menghadapi tantangan global, termasuk perubahan regulasi perdagangan dan kompetisi pasar. Ia mengungkapkan bahwa diskusi soal relokasi sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir antara manajemen perusahaan dan serikat buruh. “Kedua pihak telah melakukan pertemuan berkali-kali untuk menegaskan komitmen terhadap investasi di Indonesia,” imbuhnya.

Said Iqbal, yang juga menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menambahkan bahwa keputusan relokasi diambil setelah evaluasi mendalam mengenai kondisi geopolitik dan kebijakan industri otomotif nasional. “Karena situasi perang yang tidak menentu, principal di Jepang memilih merelokasi investasinya,” tutur Said Iqbal.

Analisis Dampak: Potensi PHK dan Dampak Ekonomi

Jazuli mengingatkan bahwa jika rencana relokasi dijalankan, jumlah pekerja yang terkena PHK bisa mencapai lebih dari 5.000 orang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan buruh dan pekerja di Jawa Timur. Namun, ia menegaskan bahwa FSPMI telah berupaya meminimalkan dampak melalui diskusi dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah.

Dalam meeting results yang disampaikan, FSPMI juga menyoroti pentingnya pabrik Jepang sebagai penggerak utama sektor manufaktur di Indonesia. Dua pabrik tersebut, PT J dan PT S, telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian setempat. “Relokasi ini tidak hanya memengaruhi pekerja, tetapi juga ekosistem bisnis sekitarnya,” ujar Jazuli.

Perusahaan tersebut juga memiliki kehadiran di Jawa Tengah dan Tangerang, serta cabang di Vietnam dan Filipina. Jazuli menekankan bahwa relokasi di luar negeri bukan berarti hilangnya investasi di Indonesia, melainkan pergeseran struktur produksi untuk menyesuaikan kebutuhan pasar global.

“Kami berharap pertemuan ini bisa menjadi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan relokasi tersebut,” kata Jazuli.

Join the discussion