Skip to content
532

Latest Program: Genjot Pasokan Gula Nasional, PT SGN Perluas Areal Tebu Jadi 74.984 Ha

Anthony Brown - lintasnaya.com 3 mins read

Program Ekstensifikasi Terbaru: PT SGN Perluas Area Tanam Tebu ke 74.984 Ha untuk Meningkatkan Pasokan Gula Nasional Latest Program - Bisnis.com, SURABAYA

Latest Program: Genjot Pasokan Gula Nasional, PT SGN Perluas Areal Tebu Jadi 74.984 Ha

Program Ekstensifikasi Terbaru: PT SGN Perluas Area Tanam Tebu ke 74.984 Ha untuk Meningkatkan Pasokan Gula Nasional

Latest Program – Bisnis.com, SURABAYA — PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) meluncurkan inisiatif terbaru dalam meningkatkan pasokan gula nasional dengan memperluas area tanam tebu hingga 74.984 hektare. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan sektor gula untuk mencapai target swasembada gula, yang diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan bahan baku sebesar 1,7 juta ton setiap tahun. Dengan pengembangan lahan baru, PT SGN berkomitmen untuk memperkuat kestabilan pasokan gula dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Pengembangan Area Tanam Tebu di Dua Pulau

Perluasan area tanam tebu PT SGN dilakukan secara bertahap dengan menyebarluaskan lahan produktif ke dua pulau utama, yaitu Jawa dan Sulawesi. Sebagai penghasil utama, Pulau Jawa menyumbang sekitar 72.261 hektare dari total 74.984 hektare. Sementara Sulawesi menambah 2.723 hektare baru, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kontribusi wilayah ini. “Pengembangan ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan distribusi bahan baku dan memastikan ketersediaan gula yang terjangkau,” kata Yunianta, Sekretaris Perusahaan PT SGN, dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (21/6/2026).

“Kami fokus pada kolaborasi dengan para petani untuk menjamin kualitas dan kuantitas tebu yang diproduksi. Selain itu, penggunaan teknologi dan varietas unggul juga menjadi prioritas utama,” tambah Yunianta.

Program Latest Program ini tidak hanya mengandalkan ekspansi lahan, tetapi juga melibatkan transformasi dalam cara pengelolaan sektor hulu gula. PT SGN bekerja sama dengan lembaga teknis dan badan usaha lainnya untuk mengelola lahan secara efisien dan berkelanjutan. Penambahan area tanam tebu juga dirancang agar dapat menghadapi fluktuasi permintaan pasar serta meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan.

Langkah-Langkah Strategis untuk Meningkatkan Efisiensi

Dalam Latest Programnya, PT SGN mengambil pendekatan yang lebih holistik untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Metode budidaya modern diadopsi untuk meningkatkan produktivitas lahan, sementara perluasan area tanam juga dilengkapi dengan penguatan ketahanan pasokan melalui diversifikasi wilayah penghasil. “Peningkatan area tanam tebu menjadi 74.984 hektare tidak hanya meningkatkan volume bahan baku, tetapi juga memperkuat daya saing industri gula nasional di tingkat internasional,” jelas Yunianta.

Program ini juga menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dalam pengembangan pertanian tebu. PT SGN menekankan penggunaan metode pertanian berkelanjutan, seperti penerapan praktik pertanian organik dan pengelolaan air tanah yang efisien. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk membangun pusat pelatihan bagi petani, agar mereka mampu mengikuti standar produksi terbaru dan meningkatkan kualitas hasil panen mereka.

Kemitraan dengan para petani menjadi pilar utama dari Latest Program ini. Melalui skema kemitraan, PT SGN memberikan bantuan teknis, akses ke pupuk organik, dan perlindungan harga tebu. “Kemitraan ini tidak hanya menguntungkan para petani, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan gula nasional. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh terbaik dalam kolaborasi sektor hulu dan hilir,” pungkas Yunianta.

Potensi Manfaat untuk Swasembada Gula Nasional

Dengan penambahan 74.984 hektare lahan tebu, PT SGN optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mempercepat pencapaian swasembada gula nasional. Tahun ini, target swasembada gula nasional ditetapkan pada 4,7 juta ton, dan program ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan hulu sekitar 300.000 ton per tahun. “Kami percaya bahwa program ekstensifikasi ini akan memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan industri gula dan ketersediaan pasokan di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku global,” tambahnya.

Keberhasilan Latest Program ini juga diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan industri gula yang terus tumbuh. Dengan penguasaan area tanam tebu, PT SGN dapat memastikan pasokan yang stabil dan harga yang lebih terjangkau. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor gula, yang sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta ton per tahun. “Kami berharap kebijakan pemerintah dapat didukung oleh keberhasilan ini, sehingga tercipta ekosistem gula yang lebih sehat dan mandiri,” imbuh Yunianta.

Join the discussion