Skip to content
45

Special Plan: PU Targetkan Empat Jalan Tol Baru Beroperasi pada 2027, Ini Daftarnya

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Special Plan: PUPR Targetkan Empat Jalan Tol Baru Beroperasi 2027, Daftar Lengkapnya Special Plan adalah salah satu strategi utama Pemerintah dalam

Special Plan: PU Targetkan Empat Jalan Tol Baru Beroperasi pada 2027, Ini Daftarnya

Special Plan: PUPR Targetkan Empat Jalan Tol Baru Beroperasi 2027, Daftar Lengkapnya

Special Plan adalah salah satu strategi utama Pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru-baru ini mengungkapkan rencana pembangunan empat ruas jalan tol baru yang diharapkan selesai atau terhubung sepenuhnya pada tahun 2027. Direktur Jalan Bebas Hambatan di Direktorat Jenderal Bina Marga, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari Special Plan nasional untuk mendorong keterhubungan regional dan mengurangi waktu tempuh antar kota. “Dalam Special Plan ini, beberapa ruas tol utama akan menjadi fokus utama pembangunan,” ujarnya saat diwawancara di Kompleks Parlemen RI, Rabu (1/7/2026).

Proyek Tol Prioritas dalam Special Plan

Salah satu ruas tol yang masuk dalam Special Plan adalah Tol Akses Patimban. Proyek ini bertujuan menghubungkan kawasan industri Patimban dengan jaringan tol utama, sehingga meningkatkan aksesibilitas untuk pengembangan ekonomi daerah. Selain itu, bagian dari Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yakni Ciawi-Sukabumi juga menjadi prioritas. Dedy menyebutkan bahwa ruas tersebut diperkirakan selesai pada 2027, menjadi bagian dari Special Plan untuk mengoptimalisasi infrastruktur jalan tol di Jabodetabek. “Dengan selesainya ruas ini, harapan kita adalah mempercepat aliran barang dan orang di jalur utama,” tambahnya.

“Ruas yang rampung 2027 mungkin ada Tol Akses Patimban, kemudian juga Ciawi – Sukabumi [bagian dari Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi/Bocimi],”

Pada koridor Trans Sumatra, Tol Betung-Tempino-Jambi (Betajam) juga menjadi bagian dari Special Plan. Proyek ini akan memperkuat koneksi antar provinsi di Sumatra, termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Selatan. Dedy menegaskan bahwa progres pembangunan ruas tol tersebut berjalan sesuai target, dengan dukungan investasi dan kerja sama pihak swasta. “Di Sumatra, Betung-Jambi akan menjadi kunci dalam mewujudkan Special Plan untuk peningkatan konektivitas,” jelasnya.

Target Konektivitas dalam Rencana Jangka Menengah

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Pemerintah menetapkan target pembangunan hingga 5.134 kilometer jalan tol baru. Special Plan dianggap sebagai bagian integral dari upaya ini, terutama dalam mewujudkan visi menghubungkan seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan jalan tol. Roy Rozali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga, menambahkan bahwa proyek seperti ruas tol yang diperkirakan beroperasi 2027 akan menjadi tulang punggung Special Plan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. “Dengan Special Plan, kita bisa mengoptimalkan penggunaan APBN dan investasi asing untuk mempercepat pengerjaan jalan tol,” ujarnya.

“Target waktu tempuh dan jalan tol beroperasi dicapai melalui pembangunan jalan tol yang dilaksanakan melalui investasi serta dukungan jalan tol melalui APBN,”

Menurut BPJT, hingga 1 Juli 2026, total panjang jalan tol yang telah beroperasi mencapai 3.128,3 kilometer. Dengan Special Plan yang sedang berlangsung, jumlah ini akan terus bertambah. Dedy menjelaskan bahwa jalan tol baru yang rampung pada 2027 akan mencapai total 2.383 kilometer, sementara tahun 2028 proyeksi peningkatannya sekitar 3.558 kilometer. “Dari Special Plan, kita berharap mengejar target pembangunan jalan tol sepanjang 5.134 kilometer dalam lima tahun ke depan,” lanjut Roy.

Special Plan ini juga memperhatikan kebutuhan pengembangan daerah-daerah terpencil. Contohnya, Tol Akses Patimban akan memperkuat akses ekonomi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Sementara itu, proyek di Aceh akan menyelesaikan sejumlah ruas tol yang masih dalam pengerjaan, yang menjadi bagian dari Special Plan nasional. “Kita perlu memastikan semua ruas tol dalam Special Plan bisa selesai tepat waktu agar memberi manfaat segera,” katanya.

Dalam Special Plan, pembangunan jalan tol tidak hanya fokus pada kecepatan pengerjaan, tetapi juga kualitas infrastruktur. PUPR berupaya memastikan bahwa semua proyek yang masuk dalam Special Plan menggunakan teknologi mutakhir dan standar konstruksi yang sesuai. “Kita juga memperhatikan aspek lingkungan dalam Special Plan, agar proyek tidak mengganggu ekosistem lokal,” tambah Dedy. Proyek Tol Akses Patimban dan Ciawi-Sukabumi, misalnya, dirancang dengan mempertimbangkan pengurangan emisi karbon serta keselamatan pengguna jalan.

Manfaat dari Special Plan ini sangat signifikan, terutama dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan jalan tol baru yang beroperasi pada 2027, waktu tempuh antar kota akan berkurang hingga 30 persen di beberapa jalur utama. Roy Rozali Anwar menambahkan bahwa Special Plan akan menjadi acuan dalam peningkatan ekonomi dan konektivitas. “Kita berharap Special Plan ini bisa menjawab tantangan transportasi di Indonesia, terutama dalam era digital dan ekonomi kreatif,” tutupnya.

Join the discussion