Wellah Hatta, Sosok Perempuan asal Indonesia di Balik Panggung Spektakuler Closing Final Piala 2026
Wellah Hatta Sosok Perempuan asal Indonesia yang namanya semakin dikenal dunia setelah berkontribusi dalam upacara penutupan Piala Dunia 2026. Turnamen
Wellah Hatta: Perempuan Indonesia di Balik Panggung Final Piala 2026
Lintasnaya.com – Wellah Hatta Sosok Perempuan asal Indonesia yang namanya semakin dikenal dunia setelah berkontribusi dalam upacara penutupan Piala Dunia 2026. Turnamen terbesar di dunia ini resmi berakhir pada 20 Juli lalu setelah Spanyol mengalahkan Argentina dalam laga final yang penuh drama. Yang menarik, untuk pertama kalinya dalam sejarah, acara penutupan menghadirkan half-time show sebagai hiburan utama yang memukau penonton di seluruh dunia.
Di balik kemegahan dan keramaian acara penutupan tersebut, terdapat sosok perempuan Indonesia yang turut berperan penting. Wellah Hatta hadir sebagai stage manager yang bertanggung jawab atas kelancaran seluruh rangkaian upacara. Kehadirannya terungkap melalui unggahan di akun Instagram @wellahhatta, di mana ia memamerkan momen berfoto dan berbincang santai bersama Tom Cruise. Aktor legendaris ini merupakan salah satu bintang tamu yang tampil dalam upacara penutupan malam itu.
Dalam foto yang dibagikan, Wellah terlihat mengenakan kaos hitam dengan celana senada serta headset di telinga. Ia tampak nyaman mengobrol dengan Cruise sebelum sang aktor memulai penampilannya di atas panggung. Cruise sendiri mengenakan polo shirt berwarna abu-abu gelap. Wellah bahkan menyebutkan bahwa inisiatif berfoto bersama berasal dari Cruise sendiri, bukan dari pihaknya.
Stage Manager Berpengalaman Lebih dari 15 Tahun
Wellah Hatta menjabat sebagai stage manager yang bertanggung jawab penuh atas kelancaran perayaan Final Piala Dunia. Berdasarkan profil di LinkedIn, ia adalah seorang profesional dengan pengalaman lebih dari satu dekade setengah di berbagai sektor dan wilayah global. Karirnya di dunia manajemen panggung telah membawanya ke berbagai negara untuk menangani acara-acara berskala internasional.
Perempuan ini telah sukses menangani sejumlah upacara besar, antara lain Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, SEA Games Filipina 2019, PON XX Papua 2021, Dubai Expo 2020, Special Olympics Nasional Indonesia 2022, upacara pembukaan The International Exhibition of National Security and Resilience di Abu Dhabi tahun 2022, Saudi Games 2022, serta Piala Dunia FIFA Qatar 2022. Setiap acara yang ditanganinya menunjukkan kualitas manajemen yang luar biasa.
Komitmen Wellah terhadap dunia manajemen panggung terlihat jelas dari kemampuannya membangun tim dan mengoordinasikan berbagai departemen. Ia percaya bahwa komunikasi yang efektif mampu mengatasi segala kekacauan. Selain itu, ia sangat mementingkan terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berkualitas tinggi bagi seluruh anggota tim. Kecintaannya terhadap bidang ini juga tercermin dari keterlibatannya dalam pengelolaan upacara langsung, pertunjukan teater, taman hiburan, sirkus, hingga pertunjukan musikal di lingkungan yang dinamis dan bergerak cepat.
Mita Yulian Sasmita: Relawan FIFA Sejak 2017
Selain Wellah, ada pula Mita Yulian Sasmita yang turut serta dalam Piala Dunia 2026 sebagai volunteer. Ia berbagi kisahnya melalui akun Instagram pribadi. Mita telah menjadi bagian dari keluarga besar FIFA sejak tahun 2017, memulai perjalanan sebagai relawan di Piala Konfederasi.
Hai Piala Dunia ke-3! Dulu, pertama kali nonton Piala Dunia secara lengkap di tahun 1998, ketika melihat orang-orang bawa bendera negara masuk ke lapangan, betapa seringnya gue membatin, “Pengen kerja di Piala Dunia.” Dan siapa sangka, bermula dari jadi relawan FIFA di Piala Konfederasi 2017, gue lanjut jadi relawan FIFA di Piala Dunia 2018, 2022, dan kali ini di 2026.
Mita juga menjawab pertanyaan banyak orang mengenai alasan ia rela mengeluarkan biaya sendiri, mencari sponsor, dan terbang dari Indonesia ke berbagai negara tuan rumah Piala Dunia. Bagi Mita, menjadi relawan memang tidak dibayar uang, tetapi memperkaya hidup dengan pengalaman yang tak ternilai.
Jadi relawan memang nggak dibayar uang, tapi memperkaya hidup bisa dengan pengalaman. Dan jadi relawan FIFA adalah pengalaman yang akan selalu mau gue ulang terus.
Di hari pertama shift-nya di Dallas Stadium, Mita terharu saat menyaksikan para teman berlatih untuk upacara sebelum pertandingan. Ia merasa menjadi bagian dari sesuatu yang sangat besar, yaitu upaya menghadirkan momen luar biasa bagi seluruh peserta turnamen. Kehadiran Wellah Hatta dan Mita Yulian Sasmita menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
