New Policy: TikTok PHK Pegawai Tokopedia, Manajemen: Ini Bukan Keputusan yang Mudah
TikTok PHK Pegawai Tokopedia: New Policy yang Menjadi Perhatian Industri New Policy - Dalam upaya memperkuat posisi di pasar digital Indonesia, TikTok
TikTok PHK Pegawai Tokopedia: New Policy yang Menjadi Perhatian Industri
New Policy – Dalam upaya memperkuat posisi di pasar digital Indonesia, TikTok meluncurkan new policy yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan Tokopedia. Langkah ini tidak hanya mencerminkan perubahan struktur organisasi, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyesuaikan operasional dengan strategi jangka panjang.
Motivasi di Balik New Policy TikTok
New policy yang diumumkan oleh TikTok bertujuan mengoptimalkan sumber daya manusia, terutama setelah mengakuisisi Tokopedia. Manajemen menjelaskan bahwa perubahan ini adalah bagian dari rencana untuk menyelaraskan divisi riset dan pengembangan (R&D) serta memperkuat ekosistem kreator, merchant, dan pelaku usaha lokal. Penggabungan sistem backend TikTok Shop ke dalam Tokopedia menjadi salah satu alasan utama di balik new policy ini.
Mengingat kompetisi di bidang e-commerce yang semakin ketat, new policy TikTok didasari oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi. Dengan mempertahankan tampilan front-end Tokopedia sementara merubah backend, perusahaan mencoba menggabungkan kekuatan teknologi TikTok dengan potensi pasar Tokopedia. Proses integrasi ini membutuhkan perampingan tim, termasuk pengurangan jumlah karyawan yang dipandang tidak lagi relevan.
“New policy ini bukan hanya tentang PHK, tetapi juga tentang penguasaan strategi yang lebih adaptif dan efektif untuk memenuhi tuntutan pasar,” ujar manajemen TikTok kepada Bisnis. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari transformasi digital yang sedang digarap oleh perusahaan.
PHK pertama dilakukan dalam beberapa bulan setelah akuisisi Tokopedia, dengan jumlah sekitar 450 karyawan yang dipangkas. Angka ini mewakili 9% dari total tenaga kerja gabungan. Penggabungan tim TikTok Shop dan Tokopedia menghasilkan duplikasi fungsi, sehingga menjadi alasan utama untuk meluncurkan new policy tersebut. Selain itu, ada juga penyesuaian di divisi IT, layanan pelanggan, dan pengelolaan pesanan.
Manajemen TikTok memberikan penjelasan bahwa new policy ini diputuskan setelah menyelesaikan transaksi akuisisi saham Tokopedia senilai lebih dari US$1,5 miliar atau sekitar Rp22,5 hingga Rp23,5 triliun. Kepemilikan 75,01% saham Tokopedia oleh ByteDance, dan 24,99% oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., menegaskan keseriusan perusahaan dalam menyelaraskan operasional. New policy juga dimaksudkan untuk memperkuat pengelolaan pesanan dan meningkatkan kemampuan manajemen risiko.
Dalam waktu kurang dari setahun, TikTok kembali meluncurkan new policy dengan memangkas 420 posisi, terutama di divisi teknis dan operasional. Dampak langsung dari kebijakan ini adalah penutupan layanan gudang titip barang Tokopedia secara total. Manajemen menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya menciptakan sistem yang lebih fleksibel dan responsif terhadap dinamika industri.
