Skip to content
265

Main Agenda: Dua Taipan Filipina Ekspansi Bisnis Hotel ke Destinasi Wisata Thailand

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

ain Agenda: Filipina Ekspansi Bisnis Hotel ke Thailand Main Agenda - Dua taipan Filipina, Tony Tan Caktiong dan Edgar Sia II, mengumumkan Main Agenda ekspansi

Main Agenda: Dua Taipan Filipina Ekspansi Bisnis Hotel ke Destinasi Wisata Thailand

Main Agenda: Filipina Ekspansi Bisnis Hotel ke Thailand

Main Agenda – Dua taipan Filipina, Tony Tan Caktiong dan Edgar Sia II, mengumumkan Main Agenda ekspansi bisnis hotel ke destinasi wisata Thailand. Sebagai bagian dari kemitraan DoubleDragon, yang terdiri dari Tony Tan Caktiong (pendiri Jollibee Foods) dan Edgar Sia II (tokoh properti), Hotel101 Global sedang berupaya membangun tiga properti hotel di lokasi strategis di Thailand. Investasi sebesar 200 juta dolar AS akan digunakan untuk mengembangkan hotel-hotel ini, yang direncanakan selesai pada tahun 2029. Ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyebar ke pasar internasional, dengan fokus pada destinasi wisata utama Asia Tenggara.

Penyelesaian dan Lokasi Hotel

Menurut rencana, hotel pertama akan ditempatkan di Bangkok, sementara dua properti lainnya akan muncul di Pattaya dan Phuket. Hotel101 Bangkok, bekerja sama dengan pengembang lokal Origin Property, akan menjadi salah satu hotel terbesar di kota tersebut dengan kapasitas 770 kamar. Proyek ini akan menempati area seluas 8.336 meter persegi di Jalan Phahon Yothin, dekat Stasiun BTS Yaek Kor Por Aor serta Bandara Don Mueang. Sia mengungkapkan bahwa proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan konstruksi dalam tiga tahun ke depan.

“Kamar-kamar Hotel101, meskipun masih dalam pembangunan, sudah terjual ke investor,” tutur Sia. Ini menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi dari pasar internasional terhadap model bisnis Hotel101, yang menggabungkan keuntungan properti dengan layanan hotel.

Kebijakan ekspansi ini sejalan dengan Main Agenda Sia untuk mengembangkan jaringan hotel global. Proyek di Thailand adalah bagian dari rencana strategis perusahaan untuk menjangkau lebih banyak konsumen di luar negeri, sekaligus mendukung ekonomi lokal melalui investasi besar-besaran. Sia juga menyebutkan bahwa Hotel101-Bangkok diperkirakan akan menghasilkan pendapatan 1,9 miliar baht setelah semua kamar terisi, menandai langkah penting dalam memperkuat kehadiran bisnis mereka di Asia Tenggara.

Growth dan Ambisi Global

Sejak meluncurkan Hotel101 di Filipina pada 2016, perusahaan ini telah berkembang pesat. Di tahun 2024, Hotel101 Global berhasil terdaftar di Nasdaq, menunjukkan langkah seriusnya dalam menjadi pemain global. Proyek ekspansi ke Thailand adalah salah satu dari banyak inisiatif yang dilakukan dalam rangka Main Agenda menargetkan satu juta kamar hotel di 100 negara pada 2050. Saat ini, perusahaan telah memiliki dua hotel di Filipina dengan total 1.124 kamar, namun rencana ini akan melibatkan ekspansi signifikan ke luar negeri.

“Dengan Main Agenda ini, kami berharap bisa meningkatkan aksesibilitas wisatawan internasional ke destinasi utama di Asia Tenggara,” tambah Sia. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya DoubleDragon memperluas keberadaan mereka di pasar global, termasuk di Los Angeles dan Arab Saudi.

Hotel101 telah berinvestasi 2,5 miliar dolar AS untuk membangun 10.000 kamar di beberapa lokasi Arab Saudi, termasuk Madinah, Riyadh, Jeddah, Abha, dan Alula. Proyek ini mencerminkan komitmen Sia untuk membangun jaringan properti terstandarisasi yang mengutamakan efisiensi dan keuntungan maksimal. Dengan ekspansi ke Thailand, perusahaan memperkuat dominasi mereka di kawasan kawasan wisata, sementara tetap menjaga konsistensi dalam model bisnis yang terbukti sukses.

Model “Condotel” dan Strategi Investasi

Model “condotel” yang diadopsi Hotel101 menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Main Agenda mereka. Dalam sistem ini, investor dapat membeli kamar secara awal dengan harga rata-rata hingga 250 ribu dolar AS per unit. Selain itu, pembeli berhak mendapatkan 30% dari pendapatan kotor kamar dan akses gratis menginap selama sepuluh hari setiap tahun. Konsep ini tidak hanya menarik bagi penggemar properti tetapi juga menyediakan layanan hotel yang tidak terpisahkan dari investasi.

“Kami yakin model condotel akan menarik minat pengusaha lokal dan internasional di Thailand,” jelas Sia. Investasi dalam properti seperti ini juga menunjukkan fokus pada bisnis yang berkelanjutan dan pemasukan stabil. Kekayaan bersih Tony Tan Caktiong dan keluarganya mencapai 2,9 miliar dolar AS, sebagian besar dari pendapatan Jollibee Foods, sementara Sia memiliki kekayaan sebesar 310 juta dolar AS.

Dalam konteks Main Agenda ekspansi ke Thailand, penerapan model condotel diharapkan bisa mempercepat pengembangan properti di sana. Dengan kebijakan ini, Hotel101 menciptakan keseimbangan antara investasi dan pengelolaan bisnis, menjadikan mereka sebagai perusahaan yang berpotensi besar dalam industri hospitality global. Ekspansi ke Thailand menjadi bagian dari strategi bertahap, yang juga mencakup pembukaan Hotel101-Madrid pada Maret, Hotel101-Niseko di Jepang, serta Hotel101-Davao dan Hotel101 Cebu di Filipina akhir tahun ini.

Join the discussion