Skip to content
254

Historic Moment: Film Anak Kuasai 22% Total Waktu Nonton di Netflix

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Netflix Historic Moment — Jakarta, Bisnis.com — Fenomena menarik terjadi di Indonesia, di mana genre film anak-anak mulai menguasai sebagian besar waktu

Historic Moment: Film Anak Kuasai 22% Total Waktu Nonton di Netflix

Film Anak Kuasai 22% Total Waktu Nonton di Netflix

Historic Moment — Jakarta, Bisnis.com — Fenomena menarik terjadi di Indonesia, di mana genre film anak-anak mulai menguasai sebagian besar waktu nonton masyarakat di platform streaming Netflix. Dalam laporan terbaru, data menunjukkan bahwa kategori ini mencapai 22% dari total durasi tontonan, yang menjadi bukti nyata keberhasilan film lokal dalam menarik perhatian pengguna. Meski platform digital terus berkembang, keluarga tetap menjadi penonton utama yang memilih konten berkualitas dan bermakna.

Surge Global: Tren Film Keluarga di Netflix

Tren ini tidak hanya terbatas pada pasar dalam negeri. Dalam empat tahun terakhir, data Netflix mencatat bahwa hampir setiap pekan selalu ada film keluarga yang masuk ke dalam Global Top 10. Faktor ini memperkuat kepercayaan bahwa film anak-anak tidak hanya mendapat tempat di hati penonton lokal, tetapi juga memiliki daya tarik internasional. “Ini adalah historic moment bagi industri perfilman Indonesia, karena membuka peluang ekspor konten ke luar negeri,” jelas Ruben Hattari, Director of Public Policy Southeast Asia di Netflix, dalam acara Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

“Konten anak bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk membangun kebersamaan dalam keluarga,” tambah Ruben.

Menurutnya, minat terhadap film keluarga terus meningkat karena pengguna lebih memilih tontonan yang menghadirkan nilai sosial dan edukasi. “Konten ini bisa memenuhi kebutuhan industri digital dalam menyajikan pengalaman menonton yang inklusif dan bermakna,” imbuhnya. Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas tontonan.

Momen Gotong-Royong dalam Kebiasaan Menonton

Kebiasaan menonton bersama keluarga kembali menjadi trend yang dominan, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang masih menjaga nilai-nilai gotong-royong. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengungkapkan bahwa teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga mengurangi interaksi sosial karena aktivitas hiburan kini lebih bersifat individual. “Fenomena anggota keluarga berkumpul tetapi sibuk dengan perangkat masing-masing menciptakan jarak dalam hubungan,” tambahnya.

“Tayangan yang dikonsumsi bersama bisa menjadi ruang edukasi dan mempererat ikatan keluarga. Konsep co-viewing ini selaras dengan PP TUNAS yang bertujuan melindungi akses anak terhadap platform digital,” ujar Nezar.

Dengan adanya fitur pengawasan dan kurasi berbasis usia, Netflix mencoba mengoptimalkan pengalaman menonton yang sehat. Hal ini berdampak pada ketersediaan film lokal yang lebih mudah diakses, sekaligus memperkuat ruang kebersamaan dalam keluarga. Nezar menyebutkan bahwa industri perfilman Indonesia memiliki momentum positif, dengan beberapa film nasional mampu bertahan lama di bioskop dan bahkan bersaing dengan produksi asing.

Dari segi pengembangan, film anak-anak di Indonesia mulai menunjukkan kemajuan signifikan. Beberapa karya lokal berhasil mencuri perhatian internasional, dan semakin banyak produser mengeksplorasi narasi yang relevan dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat. “Ini adalah historic moment di mana film anak-anak tidak hanya dilihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas nasional,” pungkas Ruben, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara industri lokal dan platform global.

Peningkatan dominasi film keluarga di Netflix juga menunjukkan pergeseran preferensi konsumen. Dengan 90% pengguna di Tanah Air pernah menyaksikan film lokal, tingkat keakraban terhadap konten dalam negeri terus meningkat. Faktor ini memberi peluang besar bagi kreator untuk mengembangkan karya yang bisa menjangkau pasar internasional, sekaligus memperkuat kebanggaan budaya dalam era digital.

Di sisi lain, keberadaan film anak-anak di Netflix menjadi bukti bahwa industri perfilman Indonesia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang dalam pasar global. Dengan peningkatan kualitas produksi dan strategi pemasaran yang tepat, film lokal semakin mampu menjadi pilihan utama untuk generasi muda. “Ini adalah historic moment di mana kita melihat pergeseran paradigma tontonan dari kenyamanan individu ke kebersamaan keluarga,” pungkas Nezar, yang menyoroti peran digital dalam memperkuat momen kebersamaan melalui film.

Join the discussion