What Happened During: Siloam (SILO) Siapkan Modal hingga Rp1 Triliun untuk Pengadaan Unit Bedah Robotik
Unit Bedah Robotik What Happened During berita terkini dari dunia kesehatan menyebutkan bahwa PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memprioritaskan
Siloam (SILO) Siapkan Rp1 Triliun untuk Pengadaan Unit Bedah Robotik
What Happened During berita terkini dari dunia kesehatan menyebutkan bahwa PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memprioritaskan investasi besar dalam teknologi bedah robotik. Perusahaan ini menyiapkan dana belanja modal hingga Rp1 triliun untuk memperkuat kapasitas layanan medis berbasis digital. Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong inovasi di sektor kesehatan Indonesia, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada layanan medis di luar negeri. “Pengadaan unit bedah robotik adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menjaga kualitas pelayanan dan menjadi pelopor dalam transformasi digital kesehatan,” ujarnya.
Upaya Mendorong Kemajuan Teknologi Medis
Dana sebesar Rp1 triliun akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi mutakhir, termasuk penerapan robot bedah di berbagai rumah sakit cabang SILO. Tujuan utamanya adalah mengakselerasi akses masyarakat ke layanan medis modern, terutama di daerah-daerah yang masih kurang dilengkapi fasilitas canggih. David Utama menekankan bahwa penggunaan teknologi bedah robotik tidak hanya meningkatkan akurasi dan efisiensi operasi, tetapi juga memberi manfaat klinis lebih besar bagi pasien. “Dengan teknologi ini, risiko komplikasi berkurang, dan proses pemulihan pascaoperasi lebih cepat,” katanya.
“What Happened During penggunaan teknologi bedah robotik, kami melihat peningkatan signifikan dalam kepuasan pasien dan efektivitas layanan kesehatan,” imbuh David.
Strategi Jangka Panjang untuk Pengurangan Kebocoran Devisa
Menurut David Utama, investasi besar ini juga bertujuan untuk menghambat kebocoran devisa yang mencapai Rp170 triliun setiap tahun. Banyak pasien Indonesia memilih berobat ke luar negeri karena fasilitas canggih seperti robot bedah yang belum tersedia secara luas di dalam negeri. “What Happened During beberapa tahun terakhir, kami menyadari bahwa kesenjangan teknologi medis dalam negeri justru menjadi penyebab utama kebocoran devisa,” tambahnya. Dengan menyiapkan capex Rp1 triliun, SILO berharap dapat mengurangi kebutuhan pasien untuk mencari pengobatan di luar negeri.
Investasi ini juga akan memperkuat kapasitas SDM medis melalui pelatihan dan kesiapan infrastruktur. Seluruh dana berasal dari keuntungan bersih operasional yang tidak dibagikan sebagai dividen, dengan fokus penuh pada pengembangan usaha. “Kita percaya bahwa investasi pada teknologi canggih adalah jalan terbaik untuk pertumbuhan berkelanjutan perusahaan,” jelas David. Target penerapan teknologi ini akan mencakup 20 rumah sakit cabang dalam lima tahun ke depan.
“What Happened During proses implementasi teknologi ini, kami terus berupaya memastikan seluruh unit bisa menikmati fasilitas terbaik secara merata,” pungkas David Utama.
Manfaat Teknologi Bedah Robotik bagi Pasien
Penerapan robot bedah di Siloam Kebon Jeruk, Asri Center of Excellence Kidney Transplant, dan beberapa lokasi lainnya telah memberi dampak positif bagi kualitas pelayanan. Teknologi seperti Davinci, Rosa, Felice, Cuviz, dan Cori tidak hanya mempercepat proses operasi, tetapi juga meminimalkan risiko komplikasi. David Utama menambahkan bahwa penggunaan robot bedah juga meningkatkan presisi operasi, sehingga hasil perawatan lebih optimal. “What Happened During penggunaan teknologi ini, pasien mendapatkan perlakuan medis yang lebih andal dan terukur,” tuturnya.
Dengan dana yang siap dialokasikan, SILO berencana menambahkan unit robotik di lebih banyak cabang, termasuk di kota-kota besar seperti Surabaya dan Bali. Hal ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat Indonesia terhadap teknologi medis mutakhir. “What Happened During inisiatif ini, kami optimis bahwa perusahaan akan menjadi pusat referensi dalam penerapan teknologi bedah robotik di Tanah Air,” pungkas David.
“What Happened During implementasi teknologi bedah robotik di Indonesia, kita bisa melihat bagaimana keunggulan teknologi ini dapat diadaptasi sesuai kebutuhan lokal,” lanjut David Utama.
