Topics Covered: Danantara Minta Waskita (WSKT) Jadi Emiten Jalan Tol Susul Jasa Marga
Topik yang Dibahas: Danantara Minta Waskita (WSKT) Jadi Emiten Jalan Tol Susul Jasa Marga Topics Covered menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan antara
Topik yang Dibahas: Danantara Minta Waskita (WSKT) Jadi Emiten Jalan Tol Susul Jasa Marga
Topics Covered menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan antara Dony Oskaria, selaku Kepala BP BUMN dan COO Danantara Indonesia, dengan direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) di Jakarta. Diskusi tersebut mengupas rencana transformasi WSKT menjadi salah satu pemain utama sektor jalan tol setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR). Fokus utama adalah evaluasi kondisi aset perusahaan, kemampuan pembayaran utang, proyeksi arus kas, serta perubahan model bisnis untuk menekankan pendapatan yang stabil.
Langkah Strategis Menuju Emiten Jalan Tol
Topics Covered juga menyentuh strategi yang diperlukan untuk menjadikan WSKT sebagai emiten jalan tol. Dony Oskaria menekankan bahwa penyehatan perusahaan tidak cukup hanya menunda kewajiban utang, tetapi harus menggeser prioritas bisnis secara permanen ke sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Menurutnya, perhitungan bisnis harus realistis dan terukur guna memulihkan kepercayaan pasar. Dalam Topics Covered, Dony menyebutkan bahwa perusahaan perlu fokus pada aktivitas yang menghasilkan arus kas berkelanjutan, terutama di bidang infrastruktur transportasi.
Perusahaan menyatakan bahwa kesehatan keuangan menjadi prioritas utama sebelum ekspansi dijalankan. Tujuannya adalah memastikan kemampuan mandiri dalam memenuhi kewajiban, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, serta membuka akses pendanaan melalui pasar modal. BP BUMN dan Danantara Indonesia berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penataan model bisnis dan tata kelola perusahaan, agar Topics Covered bisa berjalan sesuai harapan.
“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony dalam siaran pers dikutip Sabtu (18/7/2026).
Dalam Topics Covered, Dony Oskaria juga mengungkapkan bahwa ada beberapa langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan kinerja WSKT. Salah satunya adalah memperkuat komitmen terhadap proyek jalan tol yang sedang dijalankan, seperti Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3. Proyek ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk menunjukkan kelayakan bisnis dalam sektor transportasi. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk melakukan peningkatan transparansi laporan keuangan dan pengelolaan risiko, agar Topics Covered bisa diterima oleh investor.
Analisis Kinerja Keuangan WSKT
Keputusan untuk fokus pada jalan tol didukung oleh kinerja keuangan WSKT yang menunjukkan peningkatan pendapatan usaha sekaligus pengurangan rugi bersih pada semester I/2026. Laporan keuangan akhir Juni 2026 menunjukkan pendapatan mencapai Rp4,91 triliun, naik 58,49% secara tahunan. Namun, beban pokok pendapatan meningkat 80,78% YoY menjadi Rp4,41 triliun, yang menyebabkan laba bruto turun 23,76% ke Rp504,20 miliar.
Terlepas dari kenaikan beban, Waskita berhasil menekan pengeluaran melalui efisiensi operasional, sehingga rugi bersih menyusut 16,96% YoY menjadi Rp1,91 triliun dari Rp2,30 triliun sebelumnya. Kinerja ini menjadi dasar untuk keputusan strategis dalam Topics Covered tentang pengembangan bisnis jalan tol. Perusahaan juga berharap bisa menarik minat investor dengan menawarkan model bisnis yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Di sisi lain, proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 yang mencapai nilai kontrak Rp2,1 triliun diharapkan bisa menjadi contoh nyata keberhasilan WSKT dalam Topics Covered. Proyek ini akan dijalankan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PP-Waskita-WIKA, dengan panjang jalan 8,1 kilometer di Magelang, Jawa Tengah. Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan bahwa kontrak ini mencakup pengadaan jasa konstruksi Simpang Susun (SS) Magelang hingga SS Borobudur. Proyek tersebut diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan mobilitas masyarakat.
“Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata,” ujar Ari dalam siaran pers, Selasa (23/6/2026).
Sebagai bagian dari Topics Covered, transformasi WSKT ke sektor jalan tol juga melibatkan kemitraan strategis dengan pihak ketiga. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses pemasaran aset dan meningkatkan akses pendanaan melalui pasar modal. Dengan fokus pada jalan tol, WSKT dianggap mampu menjadi penggerak utama dalam pengembangan infrastruktur nasional, yang merupakan sektor strategis pemerintah.
Dony Oskaria menambahkan bahwa transformasi ini tidak hanya tentang ekspansi, tetapi juga tentang perubahan mindset dalam mengelola bisnis. “Kami ingin WSKT menjadi perusahaan yang lebih fokus pada aktivitas yang menstabilkan arus kas, terutama melalui pengelolaan jalan tol,” imbuhnya. Kebijakan ini diharapkan bisa menarik minat investor yang mengincar pertumbuhan jangka panjang, serta memperkuat posisi WSKT dalam Topics Covered industri BUMN.
Menurut analisis, sektor jalan tol memiliki potensi tumbuh tinggi karena meningkatkan kebutuhan transportasi seiring pertumbuhan ekonom
