Skip to content
192

Special Plan: Ambisi Besar di Balik Hilirisasi Nikel, Mimpi RI Jadi Raja Industri Baterai

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 3 mins read

Special Plan: Ambisi Besar Hilirisasi Nikel, Indonesia Jadi Raja Industri Baterai Special Plan - Dalam upaya mewujudkan visi menjadi pusat industri baterai

Special Plan: Ambisi Besar di Balik Hilirisasi Nikel, Mimpi RI Jadi Raja Industri Baterai

Special Plan: Ambisi Besar Hilirisasi Nikel, Indonesia Jadi Raja Industri Baterai

Special Plan – Dalam upaya mewujudkan visi menjadi pusat industri baterai global, pemerintah Indonesia meluncurkan Special Plan yang mengintegrasikan ekosistem baterai dari hulu hingga hilir. Proyek ini dijalankan oleh PT Industri Baterai Indonesia (IBC), yang berada di bawah naungan BPI Danantara. Konsorsium IBC melibatkan empat perusahaan BUMN, yaitu Grup Pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero). Special Plan bertujuan memperkuat daya saing industri baterai nasional di tengah lonjakan permintaan global untuk energi bersih.

Strategi Terpadu untuk Kemandirian Bahan Baku

Menurut Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, Special Plan diharapkan memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penyuplai bahan baku, tetapi juga produsen baterai yang berkelanjutan. “Dengan Special Plan, kita bisa mengontrol seluruh proses produksi baterai, mulai dari ekstraksi nikel hingga pembuatan sel baterai,” terangnya dalam wawancara yang dikutip Kamis (9/7). Langkah ini sejalan dengan inisiatif BPI Danantara yang menggabungkan sumber daya dan teknologi untuk mempercepat transisi energi.

“Kita juga perlu memperkuat hilirisasi mineral nasional agar bisa bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara,” kata Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama MIND ID.

IBC dianggap sebagai bagian penting dari Special Plan dalam membangun jaringan industri baterai yang kompetitif. Dengan mendirikan pabrik sel baterai CATIB di Karawang, Jawa Barat, Indonesia bisa memenuhi permintaan dalam negeri sekaligus mengekspor produk ke luar negeri.

Ekspansi Pasar dan Kontribusi Pengguna Akhir

Kendaraan listrik di Jakarta terus berkembang, baik untuk motor maupun mobil. Menurut data, penjualan BEV (battery electric vehicle) meningkat pesat dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, penjualan wholesales BEV mencapai 103.931 unit, naik dari 43.188 unit di 2024. Sepanjang Januari–Mei 2026, penjualan BEV melonjak hingga 57.087 unit, atau naik 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, Muhammad Aditya, seorang pengemudi ojekonline, mengungkapkan bahwa motor listrik memberi dampak nyata dalam mengurangi biaya operasional. “Saya beberapa kali melakukan touring menggunakan motor ini. Tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghemat ‘bahan bakar’,” ceritanya kepada Bisnis.com. Special Plan menargetkan peningkatan penggunaan kendaraan listrik hingga mencapai 2 juta unit pada 2030, yang akan berdampak signifikan pada perekonomian dan lingkungan.

Investasi Besar untuk Kapasitas Produksi

Upaya mendorong hilirisasi nikel dan pembangunan ekosistem baterai disertai investasi besar. Target kapasitas produksi baterai hingga 20 gigawattjam (GWh) diusung dengan dana mencapai US$6 miliar atau setara Rp108 triliun. Tahap awal seperti pabrik sel baterai CATIB di Karawang, Jawa Barat, diperkirakan beroperasi pada akhir 2026 dengan kapasitas 6,9 GWh, lalu meningkat menjadi 15 GWh pada tahap selanjutnya.

Special Plan juga melibatkan kerja sama strategis antara ANTM dan IBC melalui framework agreement (FA) dengan Zhejiang Hoayou Cobalt Co., Ltd. Proyek CAM di Tanjung Buli, Halmahera, Maluku Utara, dengan nilai investasi US$600 juta, ditargetkan beroperasi pada 2028. Seluruh anggota Grup MIND ID, termasuk PT Bukit Asam Tbk, Freeport Indonesia, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk, terlibat dalam pengembangan sumber daya bahan baku secara terpadu.

Special Plan diharapkan menjadi pilar utama dalam transformasi industri baterai Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan teknologi yang disediakan oleh BUMN, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang selaras dengan kebutuhan pasar global. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai negara yang bisa menghasilkan produk baterai berkualitas tinggi untuk ekspor.

Join the discussion