Key Strategy: Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan Penerbitan Sukuk Rp700 Miliar untuk Ekspansi
Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan Sukuk Rp700 Miliar untuk Ekspansi Key Strategy - Jakarta — PT Samudera Indonesia Tbk.
Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan Sukuk Rp700 Miliar untuk Ekspansi
Key Strategy – Jakarta — PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) memperkuat strategi ekspansi melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap III senilai Rp700 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas operasional di bidang pelayaran dan logistik, sektor yang terus tumbuh. Direktur Utama SMDR, Bani Mulia, mengungkapkan dana dari penerbitan sukuk akan digunakan untuk memperoleh tiga kapal baru, yaitu dua kapal tanker berkapasitas 4.000 DWT dan satu kapal peti kemas sebesar 10.100 DWT, sebagai investasi jangka panjang.
Program Sukuk Berkelanjutan yang Disetujui OJK
SMDR melanjutkan program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I yang telah mendapat persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 25 Juli 2023. Sebelumnya, perusahaan telah menerbitkan dua tahap sukuk, yaitu Rp550 miliar pada 2023 dan Rp500 miliar pada 2025. Dengan penambahan tahap ketiga, SMDR menegaskan komitmen dalam memanfaatkan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber dana berkelanjutan. Key Strategy ini juga mengoptimalkan penggunaan dana dari pelaku pasar untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
“Proyek pengembangan galangan kapal di Madura saat ini mencapai progres 27% hingga akhir Maret 2026. Kami berkomitmen untuk menyelesaikannya sesuai target akhir 2027,” kata Ridwan Hamid, Direktur Keuangan SMDR.
Ridwan Hamid menjelaskan bahwa dana dari penerbitan sukuk akan menjadi pilar penting dalam memperkuat kapasitas produksi dan operasional. Proyek pembangunan galangan kapal di Madura, yang didanai melalui sukuk ini, diharapkan meningkatkan efisiensi dalam memproduksi kapal-kapal baru. Selain itu, dana tersebut juga akan mendukung pengembangan infrastruktur logistik dan penguatan jaringan distribusi, yang menjadi bagian dari Key Strategy perusahaan dalam mengejar pertumbuhan pasar.
Kinerja Keuangan Tahun 2025: Dasar untuk Ekspansi
Dalam laporan keuangan tahun 2025, Samudera Indonesia mencatat pendapatan US$801,7 juta, dengan laba usaha sebesar US$93,7 juta dan laba bersih US$52,1 juta. Hingga Maret 2026, kinerja perusahaan terus membaik dengan pendapatan US$184,3 juta, laba operasional US$18,3 juta, serta laba bersih US$10,1 juta. Total aset perusahaan mencapai US$1,46 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi US$785,3 juta. Key Strategy ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengelola sumber daya finansial secara efektif, sehingga bisa menyalurkan dana ke sektor strategis.
Ekspansi armada dan infrastruktur menjadi bagian dari Key Strategy SMDR untuk menangkap peluang pertumbuhan perdagangan dan distribusi barang. Perusahaan mengarahkan dana ke proyek strategis seperti pembangunan galangan kapal, yang diharapkan meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat. Penerbitan sukuk Rp700 miliar dianggap sebagai langkah kebijakan yang terukur dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas finansial.
“Kami yakin Key Strategy ini akan membawa dampak positif jangka panjang, baik dalam meningkatkan volume pengiriman maupun mengurangi biaya operasional per kapal,” ujar Bani Mulia, Direktur Utama SMDR.
Dengan dana sukuk yang dialokasikan, SMDR berupaya mempercepat penyelesaian proyek strategis, seperti pengembangan jalur distribusi dan peningkatan kapasitas pelabuhan. Key Strategy ini juga mengarah pada pengembangan keahlian lokal dan pemanfaatan teknologi modern, guna meningkatkan produktivitas. Sebagai persiapan, perusahaan telah mengalokasikan belanja modal (capex) lebih dari US$300 juta untuk tujuan tersebut.
Penambahan kapal-kapal baru akan memberikan dampak signifikan pada keberlanjutan bisnis. Dengan armada yang lebih besar, Samudera Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi, terutama di sektor ekspor impor dan distribusi domestik. Key Strategy ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pelaku utama dalam industri transportasi bahan bakar dan logistik di Asia Tenggara.
