Skip to content
192

Key Strategy: Ekonom: Keberhasilan Danantara Ditentukan oleh Restrukturisasi BUMN, Bukan Dividen Jangka Pendek

Anthony Wilson - lintasnaya.com 4 mins read

Key Strategy: Ekonom Tegaskan Keberhasilan Danantara Berada pada Restrukturisasi BUMN, Bukan Dividen Jangka Pendek Key Strategy - Dalam wawancara terbaru

Key Strategy: Ekonom: Keberhasilan Danantara Ditentukan oleh Restrukturisasi BUMN, Bukan Dividen Jangka Pendek

Key Strategy: Ekonom Tegaskan Keberhasilan Danantara Berada pada Restrukturisasi BUMN, Bukan Dividen Jangka Pendek

Key Strategy – Dalam wawancara terbaru dengan media Bisnis, ekonom senior dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengungkapkan bahwa keberhasilan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tidak bisa dinilai hanya melalui return investasi atau dividen dalam jangka pendek. Menurutnya, strategi utama Danantara seharusnya fokus pada keberhasilan restrukturisasi BUMN, yang menjadi kunci untuk mengubah dinamika perekonomian Indonesia. “Jika hanya mengandalkan dividen sekarang, maka Danantara mungkin tidak akan berkontribusi secara signifikan dalam jangka panjang,” jelas Wijayanto. Ia menekankan bahwa keberhasilan lembaga ini harus diukur dari kemampuan transformasi model bisnis, peningkatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan profesionalisme pengelolaan BUMN.

Strategi Utama: Transformasi BUMN sebagai Titik Fokus

Wijayanto menegaskan bahwa Danantara harus menjadi mitra strategis dalam mengubah paradigma BUMN. “Target utama Danantara adalah mendorong rekonstruksi BUMN yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya. Ia menyoroti bahwa keberhasilan BUMN dalam menyusun ulang diri dari sektor yang tidak produktif ke sektor yang menguntungkan akan memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia juga menambahkan bahwa kinerja Danantara dalam jangka pendek mungkin tidak terlihat secara signifikan, tetapi dalam jangka panjang, dampaknya akan terasa melalui peningkatan efisiensi dan kualitas keuangan BUMN.

“Transformasi BUMN adalah strategi kunci yang perlu dikedepankan. Jika Danantara bisa mengubah cara BUMN beroperasi, maka hasilnya akan berdampak luas pada ekonomi nasional. Kinerja keuangan hanya indikator sekunder, sedangkan kinerja operasional dan struktural BUMN baru bisa dinilai setelah beberapa tahun,” ujarnya.

Model Terbaik: Membelajar dari Khazanah Nasional Malaysia

Menurut Wijayanto, Danantara perlu meniru pendekatan Khazanah Nasional Malaysia, yang dianggap sebagai contoh sukses dalam mengelola investasi BUMN. “Khazanah menggabungkan kebijakan pemerintah dengan penerapan bisnis yang profesional, sehingga bisa menarik investasi berkualitas dari luar negeri,” katanya. Ia menilai target Rosan Roeslani, Kepala BPI Danantara, untuk memasukkan 80% investasi ke dalam negeri adalah langkah tepat, karena akan meningkatkan keterlibatan pihak swasta dalam membangun BUMN. “Dengan memposisikan diri sebagai counterpart investor, Danantara bisa menjadi katalis perubahan BUMN yang lebih efektif,” imbuhnya.

Danantara juga perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan investasi. “Strategi kunci harus didukung oleh kebijakan yang konsisten, agar BUMN bisa bertransformasi sesuai visi jangka panjang,” tambah Wijayanto. Ia menyarankan bahwa lembaga ini harus memiliki kewenangan lebih besar dalam mengelola pemerintah dan memastikan keputusan investasi berdasarkan aspek ekonomi, bukan hanya pertimbangan politik.

Proses Restructuring yang Perlu Pemantauan Ketat

Wijayanto menekankan bahwa proses restrukturisasi BUMN perlu diawasi secara ketat, karena bisa terpengaruh oleh faktor eksternal seperti ketergantungan politik. “Jika Danantara hanya menjadi pengisi badan usaha yang tidak layak, maka keberhasilan strategi jangka panjang akan terganggu,” jelasnya. Ia mencontohkan beberapa BUMN yang telah memperlihatkan perbaikan signifikan melalui restrukturisasi, seperti konsolidasi aset dan penyehatan keuangan. “Namun, tantangan terbesar adalah ketidakpastian dari kebijakan pemerintah dan kurangnya komitmen pada efisiensi bisnis,” tambah Wijayanto.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak BUMN mulai menunjukkan peningkatan kinerja melalui transformasi, seperti perubahan model bisnis dan penerapan sistem manajemen modern. Menurut Wijayanto, Danantara harus terus berperan sebagai penyusun strategi utama, dengan fokus pada keberlanjutan dan peningkatan nilai ekonomi jangka panjang. “Ini adalah strategi kunci untuk memastikan BUMN tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Peran Danantara dalam Membangun Ekonomi Nasional

Rosan Roeslani, Kepala BPI Danantara, menyatakan bahwa keberhasilan lembaga ini sangat terkait dengan kemampuan BUMN dalam meningkatkan manfaat ekonomi bagi rakyat. “BUMN harus dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam memberikan kesempatan kerja dan akses ke layanan publik yang lebih baik,” ujarnya. Wijayanto setuju dengan pernyataan tersebut, tetapi menambahkan bahwa perubahan tersebut membutuhkan waktu. “Strategi kunci adalah konsistensi dalam transformasi BUMN, agar manfaatnya bisa terasa dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Menurut Wijayanto, transformasi BUMN bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang kemampuan memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat. “Danantara harus menjadi garda depan dalam mengimplementasikan strategi ini, dengan fokus pada keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang,” katanya. Ia menilai bahwa dividen dalam jangka pendek hanyalah indikator sementara, sedangkan keberhasilan utama akan terlihat melalui transformasi struktural BUMN yang berkelanjutan.

Kendala dalam Implementasi Key Strategy

Wijayanto mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala dalam menerapkan key strategy ini, seperti intervensi politik yang berlebihan dan penugasan yang tidak sesuai dengan kapasitas bisnis. “Danantara sering kali diminta mengambil alih BUMN yang bermasalah, padahal ini bukan tugas utamanya,” katanya. Ia menilai bahwa perlu adanya keterlibatan pihak swasta dalam penyelesaian masalah BUMN, agar keberhasilan transformasi bisa lebih optimal. “Strategi kunci harus didukung oleh kebijakan yang memberikan ruang bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Wijayanto.

Dalam wawancara ini, Wijayanto Samirin juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih profesional dan transparan. “Keberhasilan Danantara dalam jangka panjang bergantung pada kemampuannya mengatur dana dan memastikan investasi berdampak nyata,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa lembaga ini perlu terus mengembangkan kapasitas teknis dan kebijakan yang mendukung transformasi BUMN, agar bisa menjadi pilar utama dalam perekonomian Indonesia. “Ini adalah key strategy yang seharusnya diterapkan secara konsisten,” pungkas Wijayanto.

Join the discussion