Skip to content
192

Key Discussion: Modernland (MDLN) Tetapkan Direksi Baru, Andalkan Proyek Residensial dan Industri

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 3 mins read

Modernland (MDLN) Umumkan Perubahan Direksi Baru, Fokus pada Proyek Residensial dan Industri Key Discussion - Jakarta, 28 Juni 2026 — PT Modernland Realty Tbk.

Key Discussion: Modernland (MDLN) Tetapkan Direksi Baru, Andalkan Proyek Residensial dan Industri

Modernland (MDLN) Umumkan Perubahan Direksi Baru, Fokus pada Proyek Residensial dan Industri

Key Discussion – Jakarta, 28 Juni 2026 — PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) mengumumkan perubahan susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026. Perusahaan menegaskan strategi utama untuk mendorong pertumbuhan melalui proyek residensial dan kawasan industri, yang menjadi Key Discussion utama dalam kebijakan pengembangan bisnis tahun ini.

Dalam sidang tersebut, Sami Veikko Tapio Miettinen resmi mengundurkan diri dari posisi direktur. Pemegang saham memutuskan untuk mengangkat Nabit Musavi sebagai direktur baru. Selain itu, masa jabatan seluruh anggota direksi dan dewan komisaris diperpanjang hingga RUPST 2031, menandakan kepercayaan terhadap strategi yang telah dijalankan sebelumnya. Perubahan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Struktur Kepemimpinan Baru dan Visi Perusahaan

Susunan direksi Modernland Realty kini diisi oleh William Honoris sebagai Direktur Utama, Fetrizal Bobby Heryunda, Pascall Wilson, serta Nabit Musavi sebagai direktur. Dewan komisaris dipimpin oleh Dharma Mitra sebagai Komisaris Utama, dengan Herman dan Yustinus Saleh sebagai komisaris, serta Robert Tumedia dan Iwan Suryawijaya sebagai komisaris independen. Perubahan ini dianggap sebagai bagian dari Key Discussion dalam menyusun roadmap pengembangan bisnis yang lebih kompetitif.

“Kinerja perseroan tetap stabil meski menghadapi dinamika pasar properti dan ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025. Kami berhasil meningkatkan penjualan, memperkuat struktur keuangan, dan menjaga pertumbuhan laba bersih,” kata William Honoris dalam siaran pers, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.

Kebijakan strategis Modernland mencakup pengembangan proyek residensial dan industri sebagai prioritas utama. Dalam Key Discussion, perusahaan mengungkapkan bahwa segmen industri menjadi motor penggerak penjualan utama, mencapai 45% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen residensial menyumbang 43,94%, dengan beberapa proyek strategis yang sedang dalam pengerjaan. Dengan target pertumbuhan yang tinggi, perusahaan berharap bisa memperkuat posisinya di pasar properti nasional.

Kinerja Keuangan dan Strategi Pemasaran

Pendapatan usaha Modernland mencapai Rp1,01 triliun pada tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami rugi bersih. Laba bersih mencapai Rp241,12 miliar, menunjukkan perbaikan struktur operasional dan manajemen keuangan. Fetrizal Bobby Heryunda menegaskan bahwa kenaikan penjualan di sektor industri dan residensial menjadi penopang utama pertumbuhan ini.

“Permintaan tinggi dari perusahaan Tiongkok menjadi faktor utama peningkatan penjualan lahan industri. Florence Village di Jakarta Garden City juga memberikan kontribusi besar karena respon positif dari pasar,” kata Pascall Wilson, Direktur Pemasaran.

Dari sisi pemasaran, total marketing sales Modernland pada 2025 mencapai Rp1,65 triliun, naik 49,7% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi karena peningkatan efisiensi operasional dan optimisasi segmen pasar. Dalam Key Discussion, perusahaan menyebutkan bahwa strategi pemasaran yang selektif akan terus diterapkan, terutama untuk membangun kemitraan dengan investor strategis di sektor industri.

Secara keseluruhan, perubahan direksi Modernland dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis. Dengan penekanan pada proyek residensial dan industri, perusahaan berupaya memperkuat daya tahan terhadap volatilitas pasar. Dalam konteks Key Discussion, transformasi ini juga mencerminkan adaptasi terhadap pergeseran tren investasi properti, khususnya di wilayah urban dan industri.

Di kuartal pertama 2026, marketing sales mencapai Rp209,7 miliar, menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan pengembangan yang telah dijalankan tetap memberikan hasil. Meski tantangan geopolitik global dan kehati-hatian investor masih ada, Modernland berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi proyek residensial dan industri. Dengan proyek-proyek yang beragam dan strategi yang terukur, perusahaan siap memperkuat dominasinya di sektor properti Indonesia.

Join the discussion