New Policy: Sampaikan Belasungkawa, Menlu Sugiono Ungkap Peran Sheikh Hamad Jaga Hubungan RI-Qatar
Menlu Sugiono Bicara Peran Sheikh Hamad dalam New Policy RI-Qatar New Policy - Dalam konteks New Policy yang baru saja diterapkan, Menteri Luar Negeri RI
Menlu Sugiono Bicara Peran Sheikh Hamad dalam New Policy RI-Qatar
New Policy – Dalam konteks New Policy yang baru saja diterapkan, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengungkapkan peran penting Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dengan Qatar. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (15/7/2026), Menlu menyampaikan belasungkawa atas wafat Emir Qatar yang telah memimpin negara itu selama 18 tahun, sejak 1995 hingga 2013. New Policy ini dicanangkan sebagai strategi untuk mengoptimalkan kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang energi, perdagangan, dan investasi, yang menjadi fokus utama dalam membangun kemitraan ekonomi yang lebih kuat.
Pengaruh Sheikh Hamad dalam Penyusunan New Policy
Sheikh Hamad dinilai sebagai tokoh sentral dalam menciptakan fondasi hubungan RI-Qatar yang harmonis. Meski telah wafat pada Minggu (12/7/2026) di usia 74 tahun, pengaruhnya terus dirasakan dalam pelaksanaan New Policy. Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa kebijakan baru ini dirancang dengan mempertimbangkan kebijakan luar negeri Qatar yang dipimpin oleh Sheikh Hamad, yang dikenal sebagai pendukung utama kerja sama internasional. New Policy juga mencerminkan visi Qatar untuk menjadi mitra strategis dalam mengejar keberlanjutan ekonomi dan keamanan regional.
Menlu menyatakan bahwa New Policy mencakup beberapa inisiatif kunci, termasuk peningkatan kerja sama dalam sector energi, penandatanganan perjanjian perdagangan, dan penguatan kemitraan dalam bidang pendidikan. “Sheikh Hamad telah menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan hubungan dengan Indonesia, dan New Policy ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat kerja sama yang telah dijalin selama bertahun-tahun,” tambah Menlu. Kebijakan baru ini juga bertujuan mengakomodasi dinamika politik dan ekonomi global yang terus berubah, dengan memastikan Indonesia dan Qatar tetap menjadi mitra yang saling menguntungkan.
Implementasi New Policy dalam Hubungan RI-Qatar
Peluncuran New Policy dilakukan setelah beberapa tahun negosiasi intensif antara kedua negara. Menlu Retno Marsudi menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan koordinasi dalam isu-isu internasional seperti krisis politik di Timur Tengah, pengembangan infrastruktur, dan kebijakan lingkungan hidup. “New Policy ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk saling mendukung dalam berbagai sektor, baik secara bilateral maupun multilateral,” jelas Menlu. Selain itu, New Policy juga melibatkan upaya mempercepat proses investasi dari Qatar ke Indonesia, khususnya dalam sektor energi dan pertanian. Menlu menyebutkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian kedua negara, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global. “Kami berharap New Policy ini dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antar bangsa, khususnya dalam mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
“Kepemimpinan Sheikh Hamad menjadi dasar bagi kebijakan baru yang kami luncurkan. Ia menginspirasi kami untuk terus menjaga hubungan yang solid dan saling menguntungkan,”
kata Menlu Retno Marsudi dalam wawancara eksklusif dengan Bisnis.com. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara penghormatan di Kedutaan Besar Qatar, Jakarta, pada hari yang sama, menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga hubungan yang telah terjalin sejak era Sheikh Hamad. New Policy diharapkan dapat melanjutkan momentum kerja sama tersebut, bahkan di bawah kepemimpinan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, putra dari Emir yang baru wafat.
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dikenal sebagai sosok yang berperan dalam memperkuat posisi Qatar sebagai negara berpengaruh di tingkat global. Dalam era kepemimpinannya, Qatar berhasil membangun kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan memperkenalkan inisiatif-inisiatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemitraan strategis. New Policy yang dicanangkan oleh Menlu Retno Marsudi merupakan hasil dari refleksi atas keberhasilan kerja sama sebelumnya, serta upaya untuk menjawab tantangan baru yang muncul di masa depan.
Sebagai bagian dari New Policy, pemerintah Indonesia juga menggencarkan program kerja sama bidang pendidikan dan penelitian. Menlu menyatakan bahwa negara-negara kaya sumber daya manusia seperti Qatar menjadi mitra utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. “New Policy ini mencakup juga kerja sama dalam pengembangan talenta, baik melalui pertukaran pelajar maupun program beasiswa,” jelas Menlu. Selain itu, New Policy juga mencakup peningkatan kapasitas pengelolaan sumber daya alam dan energi, yang menjadi tulang punggung ekonomi kedua negara. Dengan adanya New Policy, hubungan RI-Qatar diharapkan dapat mencapai level yang lebih baik dalam berbagai aspek. Menlu Retno Marsudi menekankan bahwa kebijakan baru ini dirancang untuk memperkuat hubungan bilateral, sekaligus menciptakan peluang baru bagi kemitraan yang berkelanjutan. “New Policy ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlanjutan kerja sama dengan Qatar, yang merupakan salah satu negara sahabat Indonesia,” tutur Menlu.
