Skip to content
15

Key Discussion: Menkop Sebut Garap Proyek Tambang Bukan Untuk KopDes Merah Putih

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 3 mins read

Key Discussion: Menkop Mengklaim Proyek Tambang Tidak Terbatas pada KopDes Merah Putih Key Discussion - Menko Perekonomian, Ferry Juliantono, mengungkapkan

Key Discussion: Menkop Sebut Garap Proyek Tambang Bukan Untuk KopDes Merah Putih

Key Discussion: Menkop Mengklaim Proyek Tambang Tidak Terbatas pada KopDes Merah Putih

Key Discussion – Menko Perekonomian, Ferry Juliantono, mengungkapkan dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 tahun 2026 di Indonesia Arena bahwa proyek pertambangan tidak lagi menjadi eksklusif bagi KopDes Merah Putih. Key Discussion ini menjadi fokus utama dalam diskusi mengenai peran koperasi dalam pengembangan sektor ekonomi nasional, termasuk di bidang pertambangan. Menurut Ferry, pemerintah tidak hanya mengarahkan pengembangan proyek tambang kepada satu bentuk koperasi tertentu, tetapi juga membuka peluang bagi berbagai koperasi lain untuk terlibat.

Kebijakan Pemerintah: Memperluas Ruang Gerak Koperasi

Menko Ferry menjelaskan bahwa kebijakan pembukaan sektor pertambangan untuk koperasi bertujuan untuk memperkuat peran mereka sebagai pelaku usaha yang kompetitif. Key Discussion ini menekankan bahwa koperasi, baik skala besar maupun kecil, memiliki potensi untuk berkembang di berbagai sektor strategis, termasuk pertambangan. Namun, ia menekankan bahwa proyek pertambangan membutuhkan kapasitas operasional yang lebih besar, sehingga tidak tepat untuk koperasi dengan ukuran kecil seperti KopDes Merah Putih.

Uji coba kebijakan ini dilakukan melalui kerja sama pemerintah dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan plasma sawit. Key Discussion mengungkapkan bahwa pemerintah ingin menciptakan model koperasi yang lebih luas, tidak hanya fokus pada KopDes Merah Putih. “Pembangunan proyek tambang ini tidak hanya menguntungkan KopDes Merah Putih, tetapi juga membuka peluang bagi koperasi lain yang mampu bersaing di sektor strategis,” tambah Menko.

Peran Koperasi dalam Sektor Strategis

Ferry menyebutkan bahwa koperasi telah menunjukkan kemampuan dalam berbagai sektor, seperti produksi, distribusi, industri, dan lembaga keuangan. Key Discussion ini menyoroti bahwa kebijakan pemerintah bertujuan untuk mengembangkan koperasi menjadi pelaku usaha yang lebih beragam, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Namun, ia menjelaskan bahwa sektor pertambangan membutuhkan skala bisnis yang lebih besar, sehingga perlu diakui bahwa KopDes Merah Putih mungkin tidak mampu menjadi pengelola utama.

Dalam Key Discussion, Ferry juga menekankan bahwa proyek tambang yang dikembangkan oleh koperasi harus mendukung keberlanjutan ekonomi lokal. Ia menjelaskan bahwa koperasi memiliki keunggulan dalam hal keberlanjutan dan kesetaraan ekonomi, sehingga kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat peran mereka di sektor yang lebih luas. “Dengan adanya kebijakan ini, koperasi bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan pertambangan,” ujarnya.

Koperasi yang lebih besar, menurut Ferry, akan mampu mengelola proyek tambang dengan lebih efektif, termasuk dalam hal manajemen risiko dan keberlanjutan lingkungan. Key Discussion ini menjadi refleksi dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara peningkatan kinerja ekonomi dan peran sosial koperasi. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan untuk koperasi yang berupaya memperluas cakupan bisnis mereka.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga berencana untuk meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit yang dikelola oleh koperasi. Key Discussion mengungkapkan bahwa pabrik CPO pertama yang dikelola koperasi akan diresmikan pada bulan Agustus 2026 di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. “Ini adalah bentuk dukungan nyata bagi pengembangan usaha koperasi,” kata Ferry. Ia menegaskan bahwa proyek tambang dan pabrik pengolahan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Join the discussion