Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten – dalam Rangka Penguatan Manufaktur Nasional
Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten untuk Perkuat Manufaktur Nasional Kunjungan ke Tangerang Jadi Bagian Dari Strategi Pembangunan Industri
Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten untuk Perkuat Manufaktur Nasional
Kunjungan ke Tangerang Jadi Bagian Dari Strategi Pembangunan Industri Berkualitas
Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten – JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan inspeksi ke pabrik motor listrik PT Terang Dunia Internusa (UNTD) Plant III di Tangerang, Banten, pada Jumat (26/06/2026). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mendukung pengembangan sektor manufaktur nasional serta mempercepat transisi menuju industri yang berbasis teknologi tinggi dan memiliki nilai tambah, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi yang lebih mandiri.
Pabrik Banten Jadi Simbol Kemandirian Produksi Kendaraan Listrik
Dalam kunjungannya, Gibran secara langsung mengamati proses produksi motor listrik di pabrik tersebut, mulai dari penyimpanan komponen hingga tahap perakitan akhir. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kandungan lokal dalam produksi (TKDN) sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat daya saing industri dalam negeri. Pabrik UNTD Plant III, yang merupakan bagian dari PT Terang Dunia Internusa, telah menjadi pusat produksi berkelanjutan yang berkontribusi signifikan pada industri otomotif ramah lingkungan.
Henry Mulyadi, Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, menjelaskan bahwa pabrik tersebut telah mencapai TKDN sebesar 60% dalam pembuatan komponen motor listrik. “Beliau sangat antusias karena banyak bagian kritis kendaraan listrik telah diproduksi secara lokal, membuktikan kemampuan industri dalam negeri,” katanya dalam wawancara setelah peninjauan. Selain itu, Henry menambahkan bahwa pabrik tersebut telah menerapkan teknologi terkini untuk memastikan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
“Produksi motor listrik di Banten bukan hanya sekadar peningkatan kapasitas, tetapi juga bukti bahwa kita mampu menciptakan inovasi berbasis teknologi tinggi,” ujar Henry Mulyadi, Komisaris Utama PT Terang Dunia Internusa, dalam wawancara eksklusif dengan media.
Penguatan Manufaktur Nasional Memerlukan Kolaborasi Pemerintah dan Industri
Kunjungan Gibran ke pabrik motor listrik di Banten turut didampingi oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Herman Suwarman. Selama peninjauan, Gibran menyoroti peran pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem industri yang didukung oleh kebijakan yang konsisten. Ia menegaskan bahwa penguatan manufaktur nasional tidak bisa tercapai tanpa kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.
Sebagai bagian dari program Manufaktur Nasional yang dicanangkan pemerintah, pabrik motor listrik ini menjadi contoh nyata bagaimana industri dalam negeri dapat bersaing di pasar global. Gibran berharap keberadaan pabrik ini bisa menjadi pusat pengembangan teknologi otomotif listrik, yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga mempercepat transisi energi ke sumber daya terbarukan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pelatihan tenaga kerja untuk mendukung inisiatif pabrik yang bertujuan mengurangi emisi karbon.
Manfaat Strategi Ekonomi Hijau untuk Pabrik Motor Listrik
Manfaat dari pabrik motor listrik di Banten tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan lingkungan. Gibran menyoroti bahwa sektor manufaktur harus menjadi bagian dari transformasi ekonomi hijau, yang sejalan dengan target pengurangan emisi karbon sebesar 23% pada 2030. Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan apresiasi khusus kepada manajemen UNTD yang mampu menerapkan standar produksi tinggi di tengah tantangan globalisasi.
Kebijakan pemerintah dalam mendorong manufaktur nasional juga melibatkan peningkatan infrastruktur pendukung, seperti pengembangan jaringan pengisian daya kendaraan listrik dan pelatihan tenaga ahli. Gibran berharap pabrik motor listrik di Banten bisa menjadi model yang dapat diadopsi oleh industri lain di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan peningkatan TKDN, pabrik ini diperkirakan akan berkontribusi pada sektor manufaktur hingga 50% dalam beberapa tahun ke depan.
Kehadiran wakil presiden di pabrik ini juga memperkuat komitmen pemerintah untuk menggencarkan program ekonomi hijau. Program ini bertujuan menumbuhkan industri yang tidak hanya ekonomis tetapi juga ramah lingkungan, sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara dengan transisi energi yang sukses. Gibran menekankan bahwa peningkatan manufaktur nasional harus berjalan seiring dengan inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan.
