Skip to content
15

450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak Banjir Agam

Anthony Brown - lintasnaya.com 3 mins read

Banjir di Agam: 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak Kondisi Darurat di Nagari Sungai Batang 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang - Bisnis.com, JAKARTA

450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak Banjir Agam

Banjir di Agam: 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak

Kondisi Darurat di Nagari Sungai Batang

450 Warga Mengungsi dan 60 Orang – Bisnis.com, JAKARTA – Pada malam Sabtu (18/6), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sekitar 450 warga mengungsi akibat banjir yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengungkapkan bahwa banjir tersebut terjadi setelah hujan deras melanda daerah tersebut sejak sore hingga malam hari. Warga yang terdampak berlindung ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, untuk menghindari risiko bahaya. Berdasarkan laporan, banjir menggenangi sejumlah wilayah dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.

Pemicu Banjir dan Dampak pada Masyarakat

Banjir di Nagari Sungai Batang dikaitkan dengan pemicu alami seperti intensitas curah hujan tinggi dan kondisi hidrologi daerah. Abdul Ghafur menjelaskan bahwa sungai yang meluap tersebut mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Akibat pendangkalan, debit air mengalir lebih lambat, sehingga memperparah akibat banjir saat musim hujan kembali datang. Selain mengungsi, 20 Kepala Keluarga (KK) dengan 60 jiwa terjebak di beberapa titik akibat aliran air deras. Beberapa rumah di wilayah Jorong Labuah dan sekitarnya terendam, menyebabkan kekacauan di antara masyarakat.

“Banjir ini merupakan dampak lanjutan dari pendangkalan sungai pasca-banjir bandang, sehingga memperbesar risiko terjebak saat hujan mengguyur daerah ini,” ujar Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu (19/6).

Dalam upaya mengatasi situasi darurat, tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI, dan lembaga lainnya terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak. Menurut laporan, sebagian korban berhasil mengungsi secara mandiri, sementara yang lain ditolong oleh tim penanggulangan bencana. Pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski beberapa rumah rusak parah dan infrastruktur lokal terganggu. Evakuasi berjalan lancar, dengan bantuan logistik seperti makanan, air minum, dan perlengkapan keperluan sehari-hari yang diberikan kepada warga yang mengungsi.

Langkah Penanggulangan dan Upaya Pemulihan

Pemerintah setempat dan organisasi penyelamat terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi warga tetap stabil. Setelah banjir mulai menyusut, sebagian masyarakat sudah kembali ke rumah, meski masih menunggu kepastian kondisi air. Abdul Ghafur mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan cukup tinggi terjadi, karena risiko banjir kembali tinggi. “Kami mendorong warga agar segera mengungsi jika mengalami bahaya, terlepas dari jumlah yang terdampak,” kata Abdul Ghafur.

Sebagai langkah preventif, BPBD Agam melakukan pemantauan rutin terhadap aliran sungai dan kondisi tanah. Mereka juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara menghadapi bencana alam, termasuk banjir dan banjir bandang. Meski banjir saat ini tidak menimbulkan korban jiwa, dampak ekonomi dan psikologis terhadap warga yang terdampak cukup signifikan. Banyak kegiatan harian terganggu, dan beberapa warga terpaksa menginap di tempat evakuasi sementara.

“Kami sedang berupaya memulihkan infrastruktur dan memberikan bantuan kepada korban banjir,” jelas Abdul Ghafur. “Namun, masyarakat harus terus bersiap menghadapi situasi serupa di masa mendatang.”

Peristiwa banjir ini menyoroti pentingnya persiapan bencana di daerah rawan. Dengan 450 warga mengungsi dan 60 orang terjebak, kejadian ini menjadi bencana yang perlu ditangani secara cepat dan terorganisir. Pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana telah menetapkan rencana darurat dan berharap kondisi bisa kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah warga yang masih terjebak berharap bantuan bisa segera tiba, sementara mereka yang telah kembali ke rumah menunggu evakuasi penuh dari area terendam. Banjir di Agam menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan iklim dan keadaan alam yang bisa memicu bencana serupa.

Join the discussion