Skip to content
653

Special Plan: Semen Indonesia Olah 60 Ton Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 2 mins read

Semen Indonesia Terapkan Special Plan Olah Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak Inovasi Berkelanjutan untuk Mengurangi Biaya Produksi Peternak Special Plan - Semen

Special Plan: Semen Indonesia Olah 60 Ton Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%

Semen Indonesia Terapkan Special Plan Olah Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak

Inovasi Berkelanjutan untuk Mengurangi Biaya Produksi Peternak

Special Plan – Semen Indonesia (Persero) Tbk. melalui PT Solusi Bangun Andalas menghadirkan program Special Plan yang bertujuan mengolah limbah kelapa menjadi bahan pakan ternak. Inisiatif ini diimplementasikan di kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, dan menargetkan pengolahan sekitar 60 ton limbah per bulan menjadi cocopeat. Hasil olahan ini digunakan sebagai campuran dalam pembuatan pakan unggas, yang secara signifikan menurunkan biaya produksi peternak hingga 60%.

Transformasi Limbah Menjadi Sumber Daya Ekonomi Lokal

Sebelumnya, peternak di Lhoknga menghabiskan sekitar Rp48 juta setiap bulan untuk memperoleh bahan pakan dari luar daerah. Kini, dengan adanya Special Plan, biaya pengeluaran tersebut berkurang seiring pengurangan volume limbah yang dibuang. Dalam program ini, limbah kelapa yang dihasilkan hanya mencapai 20–24 ton per bulan, dibandingkan 60 ton sebelumnya. Hasilnya, penghematan biaya mencapai hingga 60%.

Program Special Plan juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat, limbah kelapa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pakan, tetapi juga diubah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan SROI (Social Return on Investment) mencapai 2,5, setiap dana yang dialokasikan oleh perusahaan menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih besar bagi warga Aceh.

“Special Plan ini menunjukkan komitmen Semen Indonesia untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam siaran pers, Rabu (23/6/2026). Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengurangi beban biaya peternak, tetapi juga membantu masyarakat mengelola limbah secara lebih efektif.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 28 orang warga setempat untuk mengumpulkan dan mengolah limbah kelapa. Anggota Kelompok Usaha Puyuh Andalas, Muhammad Ikhsan, mengatakan bahwa penggunaan limbah sebagai bahan pakan ternak mengubah pandangan masyarakat tentang sampah. “Limbah kelapa kini tidak lagi dianggap sia-sia. Kami bisa mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi dan bantu kurangi biaya produksi,” ujarnya.

Dari sisi lingkungan, Special Plan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Sebelumnya, pembakaran limbah kelapa menghasilkan 34,8 ton CO₂ per bulan. Kini, dengan adanya proses pengolahan yang lebih efisien, emisi tersebut berkurang. Selain itu, program ini membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah organik yang dibiarkan begitu saja.

Program Special Plan yang dijalankan Semen Indonesia menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi bisa diaplikasikan untuk memecahkan masalah lingkungan dan ekonomi secara bersamaan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, perusahaan tidak hanya mendukung pengurangan limbah, tetapi juga memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat. Potensi ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan dukungan pemerintah daerah dan komunitas setempat.

Join the discussion