Skip to content
192

Special Plan: Waskita (WSKT) Garap Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Senilai Rp2,1 Triliun

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Garap Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 dengan Special Plan Proyek Strategis Nasional Membuka Akses Baru untuk Pengembangan Wilayah Special Plan - Perusahaan

Special Plan: Waskita (WSKT) Garap Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Senilai Rp2,1 Triliun

Waskita (WSKT) Garap Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 dengan Special Plan

Proyek Strategis Nasional Membuka Akses Baru untuk Pengembangan Wilayah

Special Plan – Perusahaan konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), resmi memulai pengerjaan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 dengan nilai kontrak mencapai **Rp2,1 triliun**. Proyek ini merupakan bagian dari Special Plan yang mengusung konsep pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan modern, terutama untuk mendorong mobilitas serta perekonomian daerah. Lokasi konstruksi berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan panjang jalan sekitar 8,1 kilometer. Proyek ini diproyeksikan akan mempercepat akses antar wilayah dan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kota pintar serta kawasan ekonomi yang lebih efisien.

Pengadaan Jasa Konstruksi dan Lingkup Pekerjaan

WSKT menyelesaikan pengadaan jasa konstruksi Simpang Susun (SS) Magelang hingga SS Borobudur dalam kerangka kerja sama operasi (KSO) dengan PP dan WIKA. Lingkup pekerjaan mencakup trase utama, akses Magelang, jembatan penyeberangan orang (JPO), terowongan bawah tanah, dan pelat beton. Proyek ini merupakan bagian dari special plan yang menyasar pengembangan transportasi dan keberlanjutan lingkungan, dengan perhatian khusus pada keamanan serta kualitas infrastruktur selama proses konstruksi. Pihak Waskita menyatakan bahwa proyek ini penting untuk mempercepat pergerakan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Proyek ini merupakan bagian dari special plan yang mendorong perubahan infrastruktur dan ekonomi lokal,” kata Ari Asmoko, Direktur Operasi I Waskita Karya, dalam siaran pers, Selasa (23/6/2026).

Megaproyek Tol Yogyakarta-Bawen secara keseluruhan memiliki panjang 75,12 km, menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kabupaten Semarang. Dengan selesai semua seksi jalan tol, waktu tempuh dari Yogyakarta ke Semarang diprediksi berkurang drastis, dari 3–4 jam menjadi sekitar 1 jam. Special plan ini juga memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kemacetan dan peningkatan aksesibilitas, khususnya bagi kawasan wisata seperti Borobudur yang merupakan salah satu destinasi unggulan Indonesia.

Proses pengerjaan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 berjalan dengan rencana optimalisasi alur kerja dan penerapan teknologi terkini. Waskita Karya menerapkan metode curing automatic untuk menjaga kualitas beton, serta alat deflection warning system untuk memantau pergerakan bekisting. Untuk mengurangi risiko gangguan lalu lintas di zona aktif, perusahaan juga mengimplementasikan traffic management plan (TMP) dan jalur detour yang dirancang secara cermat. Selain itu, penggunaan Roboflagman sebagai alat otomatis diharapkan meningkatkan efisiensi dan keselamatan selama pengerjaan.

Manajemen Waskita Karya menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tepat waktu. Dalam special plan ini, pihak perusahaan memprioritaskan kualitas infrastruktur dan keselamatan pekerja selama masa konstruksi. Proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan transportasi, tetapi juga berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan integrasi wilayah di Jawa Tengah. Sebagai bagian dari pembangunan nasional, Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 diharapkan menjadi model implementasi special plan yang efektif dan inovatif.

Kelengkapan penggunaan teknologi dan strategi khusus dalam special plan ini mencerminkan komitmen Waskita Karya untuk mencapai standar konstruksi terbaik. Metode curing automatic akan memastikan bahwa pelat beton memiliki ketahanan maksimal, sementara deflection warning system membantu meminimalkan risiko kesalahan dalam proses pembangunan. Selain itu, penerapan TMP dan detour jalur juga memastikan bahwa keberlanjutan proyek tetap terjaga meskipun di tengah aktivitas lalu lintas yang intens. Dengan semua inovasi ini, Waskita Karya berharap dapat menyelesaikan proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 dalam waktu yang terencana dan mengurangi dampak gangguan terhadap masyarakat sekitar.

Dalam rangka mendukung special plan ini, Waskita Karya berkolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai target. Tim teknis perusahaan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lingkungan sekitar, termasuk dampak lingkungan dan sosial, untuk meminimalkan gangguan. Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana special plan dapat menggabungkan kebutuhan ekonomi, transportasi, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan selesai Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, diharapkan akan muncul peningkatan kesempatan kerja dan ketersediaan akses yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.

Join the discussion