Skip to content
192

Key Strategy: CLEO Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2026, Andalkan Tiga Pabrik Baru

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 3 mins read

Key Strategy: CLEO Targetkan Pertumbuhan Double Digit di 2026 dengan Tiga Pabrik Baru Key Strategy menjadi fokus utama PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dalam

Key Strategy: CLEO Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2026, Andalkan Tiga Pabrik Baru

Key Strategy: CLEO Targetkan Pertumbuhan Double Digit di 2026 dengan Tiga Pabrik Baru

Key Strategy menjadi fokus utama PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dalam meraih pertumbuhan dua digit pada 2026. Dengan pembangunan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru, perusahaan air minum kemasan yang dimiliki Hermanto Tanoko optimis meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat jaringan distribusi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi biaya logistik, mempercepat respons pasar, dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Ekspansi Strategis dan Penguatan Jaringan Distribusi

Di Public Expose daring pada Senin (21/6/2026), Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia, mengungkapkan bahwa Key Strategy perseroan mencakup ekspansi pabrik dan pengembangan distribusi. “Kami menetapkan strategi yang jelas untuk menjaga kinerja dengan pertumbuhan double digit pada 2026,” terangnya. Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan operasional melalui penguasaan lokasi strategis di wilayah paling dinamis.

“Penyerapan capex masih berjalan sesuai rencana. Anggaran tersebut didedikasikan untuk memperkuat ekspansi pabrik dan distribusi, yang menjadi pilar utama Key Strategy kami,” kata Direktur Keuangan CLEO, Lukas Setio Wongso.

Menurut Melisa, keberhasilan Key Strategy akan didukung oleh kebijakan pengoptimalan rantai pasok dan pengembangan kemitraan lokal. Selain itu, perusahaan sedang mengeksplorasi teknologi produksi berkelanjutan untuk memperkuat posisi di pasar yang semakin memprioritaskan keberdayaan lingkungan.

Hasil Kuartal I/2026 dan Harapan Tahun Depan

Sampai kuartal pertama 2026, CLEO mencatatkan penjualan sebesar Rp774 miliar, meningkat 16% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan Key Strategy perusahaan yang menekankan efisiensi operasional. Laba bersih juga naik 5% berkat konsistensi dalam memperluas pangsa pasar.

“Konsistensi dalam menambah pabrik dan memperkuat distribusi itulah yang membuat CLEO mampu tumbuh double digit dari tahun ke tahun,” ujar Direktur Penjualan dan Distribusi, Toto Sucartono.

Key Strategy ini tidak hanya terlihat dalam angka keuangan, tetapi juga melalui inisiatif ekosistem distribusi yang lebih luas. Toto menjelaskan bahwa perluasan cabang distribusi hingga minimal 500 titik pada akhir 2026 akan menjadi penopang utama pertumbuhan tahun depan.

Pengembangan Kapasitas Produksi dan Keuntungan Kompetitif

Penambahan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru diharapkan meningkatkan kapasitas produksi hingga 20% pada 2026. Dengan demikian, Key Strategy CLEO mampu memenuhi permintaan di daerah-daerah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Pabrik ini juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada logistik luar daerah, yang sebelumnya menjadi salah satu biaya operasional paling signifikan.

Perseroan menyadari bahwa Key Strategy harus selaras dengan tren industri. Dengan peningkatan permintaan terhadap produk air minum dalam kemasan, CLEO berupaya mempercepat proses produksi dan pengiriman. Pabrik baru ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan keunggulan dalam hal respons pasar dan kualitas layanan.

Analisis Pasar dan Persaingan

Direktur Penjualan dan Distribusi Toto Sucartono menyoroti bahwa pasar air minum dalam kemasan nasional sedang berkembang pesat. “Key Strategy kami memastikan CLEO tetap unggul dalam menjaga pertumbuhan dua digit,” tambahnya. Perusahaan juga menyoroti keunggulan dalam mengeksplorasi potensi wilayah yang belum tergarap secara optimal.

Menurut Toto, keberhasilan Key Strategy tidak hanya tergantung pada jumlah pabrik, tetapi juga pada strategi pemasaran yang terarah. CLEO berencana menggunakan data pasar untuk mengidentifikasi segmen yang paling potensial, sekaligus membangun aliansi strategis dengan mitra lokal. Ini diharapkan meningkatkan daya saing di tengah keberagresifan pemain besar lainnya.

Target Tahun Depan dan Rencana Jangka Panjang

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih lebih dari 10% pada 2026. Key Strategy ini dijelaskan sebagai kombinasi antara ekspansi fisik, penguatan distribusi, dan penerapan teknologi. Dengan adanya tiga pabrik baru, CLEO berharap mampu meningkatkan pangsa pasar secara signifikan.

CEO CLEO, Hermanto Tanoko, menegaskan bahwa Key Strategy akan terus menjadi prioritas. “Dengan pertumbuhan double digit, kami menargetkan posisi sebagai pemain utama di pasar air minum dalam kemasan nasional,” ujarnya. Langkah ini juga diharapkan memberikan stabilitas pendapatan sekaligus mengurangi risiko volatilitas harga bahan baku.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Join the discussion