Skip to content
361

Important Visit: Indonesia Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Dunia, Sejajar Arab Saudi dan Turki

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 3 mins read

Indonesia Menempati Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia Important Visit - Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, yang diterbitkan oleh

Important Visit: Indonesia Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Dunia, Sejajar Arab Saudi dan Turki

Indonesia Menempati Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia

Important Visit – Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, yang diterbitkan oleh Mastercard dan CrescentRating, menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim di dunia, sejajar dengan Arab Saudi dan Turki. Hasil ini menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam memperkuat kualitas layanan pariwisata yang memenuhi kebutuhan umat Muslim, baik dari segi infrastruktur maupun kebijakan yang mendukung pengalaman wisata halal. Laporan ini diadakan setiap tahun untuk mengukur kemudahan akses serta kenyamanan pengunjung Muslim di berbagai wilayah, dengan parameter seperti fasilitas ibadah, akomodasi, transportasi, dan layanan restoran.

Hasil Laporan GMTI 2026 dan Perkembangan Pariwisata Indonesia

Indonesia mencapai skor 79 pada GMTI 2026, meningkat tiga poin dari tahun sebelumnya. Peringkat ini menandai kemajuan signifikan dalam meningkatkan daya tarik destinasi halal, terutama setelah beberapa tahun terakhir mengalami perbaikan terus-menerus. Di sisi lain, negara-negara seperti Uni Emirat Arab turun ke peringkat keenam, sedangkan Malaysia tetap memegang posisi pertama dengan skor 83. Qatar mengisi peringkat kelima dengan 76 poin, menunjukkan bahwa kompetisi dalam industri wisata Muslim semakin ketat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dalam memenuhi standar dan persyaratan GMTI, sehingga Indonesia berhasil meningkatkan peringkat dan semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia,”

Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, kenaikan peringkat Indonesia menjadi bukti keberhasilan strategi pemerintah dalam mengembangkan ekosistem wisata halal. Ia menjelaskan bahwa inisiatif seperti penyediaan tempat ibadah di seluruh kawasan wisata, pengawasan kualitas makanan halal, serta peningkatan kenyamanan di bandara dan transportasi menjadi faktor utama. “Important Visit ke Indonesia juga menjadi momentum untuk memperkenalkan visi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya dalam wawancara terpisah.

Kebijakan dan Infrastruktur yang Mendukung Pariwisata Muslim

Peningkatan skor Indonesia dalam GMTI 2026 juga dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur yang lebih komprehensif. Dalam rangka menyukseskan “Important Visit” oleh wisatawan Muslim, pemerintah berkolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk kementerian agama, hotel, dan organisasi pariwisata lokal. Selain itu, upaya pengenalan destinasi baru serta pengembangan tempat wisata berbasis nilai keagamaan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan yang relevan bagi pengunjung Muslim dari berbagai belahan dunia.

Dalam laporan tahun ini, peningkatan peringkat Indonesia juga mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat Muslim modern. Hal ini termasuk keberadaan aplikasi digital yang memudahkan pencarian fasilitas halal, serta promosi melalui media sosial yang lebih efektif. Menteri Pariwisata mengakui bahwa proyek seperti halal certification untuk akomodasi dan makanan telah berdampak positif pada persepsi internasional.

Secara keseluruhan, peringkat kedua Indonesia dalam GMTI 2026 menjadi bukti bahwa negara ini terus berupaya meningkatkan standar pelayanan wisata. Meski Malaysia masih unggul, keberhasilan Indonesia dalam “Important Visit” ini menunjukkan bahwa upaya pengembangan pariwisata Muslim telah memberikan hasil yang memuaskan. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga kualitas dan konsistensi dalam menghadirkan pengalaman wisata yang inklusif.

Strategi pariwisata Indonesia telah menunjukkan hasil yang konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Dengan skor tertinggi sepanjang sejarah partisipasinya dalam GMTI, negara ini memberikan kesan bahwa pembangunan wisata halal bukan hanya menjadi kebijakan sebatas sektor tertentu, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi yang paling diminati oleh wisatawan Muslim, sekaligus memberikan dampak positif pada sektor ekonomi dan kebudayaan.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyatakan bahwa prestasi ini menjadi dasar untuk mencapai ambisi menjadi “Muslim-Friendly Destination of the Year” pada tahun depan. “Important Visit ke Indonesia semakin menjadi salah satu investasi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas pasar wisata halal,” ujarnya. Dengan menempati peringkat dua, Indonesia tidak hanya mengukir nama dalam industri pariwisata global, tetapi juga menunjukkan keberhasilan dalam membangun masyarakat yang ramah dan inklusif bagi umat Muslim.

Join the discussion