Skip to content
15

Main Agenda: Gibran: MBG dan Program Presiden Harus Diperjuangkan di 3T

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 4 mins read

am Presiden Harus Diperjuangkan di 3T Main Agenda - **Main Agenda** menjadi poin utama dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Asmat

Main Agenda: Gibran: MBG dan Program Presiden Harus Diperjuangkan di 3T

Gibran: MBG dan Program Presiden Harus Diperjuangkan di 3T

Main Agenda – **Main Agenda** menjadi poin utama dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Asmat, Papua Selatan, pada hari Minggu (21/6/2026). Dalam pertemuan dengan masyarakat dan tokoh setempat, Gibran menekankan perlunya fokus pada program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya MBG (Masuk Bumi Guna Bumi), di daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal atau dikenal sebagai 3T. Menurut Gibran, wilayah 3T memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan harus mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah pusat.

Prioritas MBG di Wilayah 3T

Kunjungan Gibran ke Asmat dianggap sebagai bagian dari **Main Agenda** untuk memastikan MBG dapat diimplementasikan secara efektif di area yang kurang terjangkau. Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya terkait dengan pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga melibatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. “Saya yakin, MBG akan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan warga 3T. Jika tidak diperjuangkan secara konsisten, keberlanjutan pembangunan akan terganggu,” ujarnya. Pembangunan di 3T memerlukan pendekatan yang berbeda karena infrastruktur dan akses layanan masih terbatas. Gibran menyoroti bahwa MBG harus menjadi kebijakan utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Ia menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan program ini bisa berjalan optimal. “Kita perlu menyesuaikan strategi agar sesuai dengan kondisi lapangan, karena hanya dengan itu, MBG bisa memberikan dampak nyata,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan Tokoh Agama untuk Memperkuat Implementasi

Dalam wawancara dengan media, Gibran menyoroti peran penting tokoh agama dalam menyukseskan MBG. “Saya yakin, dukungan dari tokoh agama bisa menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pembangunan di daerah-daerah terpencil seringkali membutuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi, dan tokoh agama bisa membantu membangun kepercayaan tersebut. Gibran juga menyebutkan bahwa dalam kunjungan ke Asmat, ia telah berdiskusi dengan para ulama dan tokoh keagamaan setempat untuk mencari solusi bersama dalam pengembangan MBG. “Program ini tidak hanya tentang pemerintah, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat. Jadi, perlu kerja sama yang harmonis agar tidak ada hambatan dalam penerapannya,” tegasnya. Kebijakan MBG di daerah 3T, menurut Gibran, harus diintegrasikan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk melalui peran aktif tokoh agama dalam membangun kepercayaan dan kesadaran lokal.

Sebagai bagian dari **Main Agenda**, pembangunan daerah 3T juga diharapkan menjadi prioritas utama dalam pembahasan kebijakan nasional. Gibran menyoroti bahwa keterlibatan langsung dengan masyarakat di daerah tersebut sangat penting untuk memastikan program-program pemerintah tidak hanya formal, tetapi juga berdampak langsung. “Kita harus memastikan bahwa setiap program yang dicanangkan tidak hanya ditujukan pada daerah urban, tetapi juga ke daerah-daerah yang lebih terpencil,” katanya. Di Asmat, Gibran melihat potensi besar dalam pengembangan komoditas lokal seperti sagu, yang merupakan bahan pangan penting untuk masyarakat setempat. “Sagu adalah contoh nyata dari kekayaan alam 3T. Jika kita bisa menjadikannya sebagai produk unggulan, itu akan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat harus memberikan dukungan kebijakan dan dana untuk pengembangan komoditas ini, serta mengintegrasikannya ke dalam **Main Agenda** nasional.

Menurut Gibran, pembangunan di 3T juga memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga-lembaga swadiri dan organisasi masyarakat. “Kita perlu melibatkan masyarakat secara langsung dalam mengevaluasi keberhasilan MBG. Jika mereka merasa diabaikan, program ini akan sulit berjalan,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa **Main Agenda** harus selalu diuji dan disesuaikan dengan aspirasi daerah, terutama dalam konteks keterlibatan masyarakat. Gibran juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam program pembangunan. “Jika kita hanya fokus pada jangka pendek, maka keberhasilan MBG akan sulit diraih. Kita harus merancang program yang bisa bertahan selama bertahun-tahun,” katanya. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat bisa memberikan kerangka kerja yang jelas dan stabilitas kebijakan dalam mengejar **Main Agenda** tersebut. Selain itu, Gibran menekankan perlunya perhatian khusus untuk masalah kesehatan di 3T, karena akses fasilitas kesehatan masih terbatas.

Kunjungan Gibran ke Asmat dianggap sebagai tindak lanjut dari **Main Agenda** untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil. Dalam diskusi, ia juga mengingatkan soal pentingnya keadilan sosial dalam pembangunan. “MBG tidak hanya tentang pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga tentang pemerataan manfaat bagi semua lapisan masyarakat,” katanya. Gibran berharap, kebijakan **Main Agenda** ini bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. “Kita perlu membangun kemitraan yang kuat, karena hanya dengan itu, program MBG dan prioritas presiden bisa berjalan secara efektif,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa 3T harus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional, dan MBG adalah salah satu komponen utama yang perlu diperjuangkan secara terus-menerus.

Join the discussion