Skip to content
192

Suprajitno Sutomo Bakal Akuisisi 51% Saham AGAR, Siap Jadi Pengendali Baru

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Jakarta — Langkah besar sedang disiapkan di pasar modal Indonesia. Suprajitno Sutomo Bakal Akuisisi 51 Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebagai bagian

Suprajitno Sutomo Bakal Akuisisi 51% Saham AGAR, Siap Jadi Pengendali Baru

Suprajitno Sutomo Bakal Akuisisi 51 Saham AGAR: Langkah Strategis Menuju Pengendalian Perusahaan

Lintasnaya.com – Jakarta — Langkah besar sedang disiapkan di pasar modal Indonesia. Suprajitno Sutomo Bakal Akuisisi 51 Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebagai bagian dari rencana pengambilalihan yang akan mengubah peta kepemilikan perusahaan. Transaksi ini menandai dimulainya era baru bagi AGAR, dengan Suprajitno Sutomo diproyeksikan menjadi pengendali baru perusahaan.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Indra Widyadharma, Direktur Utama AGAR, calon pengendali baru ini telah menyusun strategi komprehensif untuk mengakuisisi 450 juta lembar saham. Saham-saham tersebut saat ini dipegang oleh PT Indo Kreasi Pratama, yang bertindak sebagai penjual utama dalam transaksi ini. Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik pada hari Selasa, 21 Juli 2026.

“Bersama ini kami informasikan bahwa Suprajitno Sutomo (Calon Pengendali Baru) berencana untuk mengambil alih saham PT Indo Kreasi Pratama (Penjual) sebanyak 450.000.000 lembar,” jelas Indra Widyadharma dalam keterbukaan informasi yang dirilis.

Strategi Akuisisi dan Target Kepemilikan Saham

Transaksi akuisisi yang direncanakan ini memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar pembelian saham dari PT Indo Kreasi Pratama. Suprajitno Sutomo juga akan melakukan upaya tambahan untuk membeli minimal 60 juta lembar saham dari berbagai pemegang saham lainnya di AGAR. Kombinasi kedua pembelian ini akan menghasilkan total kepemilikan sebesar 510 juta lembar saham, yang setara dengan 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

“Sehingga jumlah total saham yang akan dibeli Calon Pengendali Baru dalam Rencana Pengambilalihan adalah paling sedikit 510.000.000 lembar saham Perseroan atau mewakili paling sedikit 51% dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan,” tambah Indra Widyadharma.

Visi Pengembangan dan Dampak Transaksi

AGAR secara tegas menyatakan bahwa rencana pengambilalihan ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional perusahaan. Aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha secara keseluruhan diprediksi tetap stabil selama proses transisi kepemilikan berlangsung. Hal ini memberikan kepastian bagi para pemegang saham dan stakeholder lainnya.

Suprajitno Sutomo mengungkapkan bahwa tujuan utama dari rencana pengambilalihan ini adalah untuk mendukung pengembangan usaha melalui investasi strategis serta ekspansi bisnis yang lebih luas. Langkah ini sejalan dengan visi untuk menjadikan AGAR sebagai perusahaan yang lebih kompetitif di bidangnya.

“Tujuan dilaksanakannya Rencana Pengambilalihan ini adalah untuk pengembangan usaha dalam rangka investasi dari rencana pengembangan dan ekspansi bisnis,” tulis Suprajitno Sutomo dalam pernyataan resminya.

Proses negosiasi intensif telah dilakukan secara langsung antara Suprajitno Sutomo dengan PT Indo Kreasi Pratama. Penyampaian Letter of Intent (LoI) dilakukan pada tanggal 16 Juli 2026, menandai awal dari proses formal pengambilalihan. Jika seluruh tahapan berhasil diselesaikan, Suprajitno Sutomo dan/atau entitas yang dikendalikannya akan resmi menempati posisi sebagai calon pengendali baru AGAR.

Pengendali baru tersebut juga berkomitmen untuk melaksanakan tender wajib sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Seluruh pelaksanaan pengambilalihan maupun tender wajib akan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk regulasi di bidang pasar modal yang relevan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Join the discussion