Skip to content
192

Key Discussion: Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 4 mins read

Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026 Key Discussion - Dalam Key Discussion yang menjadi tema utama Culture Festival TelkomGroup 2026, Telkom

Key Discussion: Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang menjadi tema utama Culture Festival TelkomGroup 2026, Telkom Indonesia, salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, menghadirkan acara tahunan ini sebagai platform untuk mendorong penerapan budaya organisasi secara lebih kuat. Acara yang diadakan di Jakarta ini menarik partisipasi para pemimpin senior, duta budaya perusahaan, serta pelaku perubahan di seluruh unit kerja TelkomGroup. Tema festival, “Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts,” menggambarkan upaya perusahaan untuk menjaga relevansi nilai-nilai inti di tengah dinamika bisnis yang terus berubah. Key Discussion menjadi katalisator utama dalam menyatukan peserta untuk berbagi pengalaman dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya dalam menghadapi tantangan masa depan.

Puncak Acara: Kolaborasi dan Pertukaran Ilmu

CAMG (Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet) dianggap sebagai puncak acara Culture Festival TelkomGroup 2026, yang menjadi arena interaktif bagi para Culture Agent dan Culture Booster untuk berkomunikasi langsung. Selain diskusi panel yang dihadiri oleh perwakilan Witel, Regional, dan Operating Company (OpCo), kegiatan ini juga mencakup sesi evaluasi kinerja budaya perusahaan di berbagai unit kerja. Key Discussion terus dipertahankan sebagai elemen utama, karena menjadi landasan untuk mendorong transformasi budaya yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Dalam sesi ini, para peserta diberikan wawasan tentang bagaimana budaya organisasi dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif.

Panellist utama, Adjie Santosoputro dari Santosa Indonesia, memberikan perspektif tentang ketangguhan diri melalui praktek mindfulness. Sementara itu, Choky Sitohang, pendiri ChoSSI, menekankan pentingnya komitmen saling menghargai sebagai fondasi ketangguhan organisasi. Key Discussion bukan hanya tentang topik diskusi, tetapi juga menggambarkan bagaimana perusahaan mendorong keberlanjutan nilai-nilai yang relevan di tengah perubahan teknologi dan pasar. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi cerita, berlatih teknik komunikasi, serta menguatkan kolaborasi lintas unit kerja.

“Key Discussion yang diusung dalam acara ini menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak hanya tentang simbol, tetapi juga tentang tindakan. Perubahan akan lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama sebagai satu tim,” ujar Choky Sitohang.

Penghargaan untuk Penerapan Budaya yang Konsisten

Sebagai apresiasi atas kontribusi individu dan unit kerja yang aktif menerapkan budaya perusahaan, Telkom merilis penghargaan Best Culture Agent/Culture Booster. Key Discussion menjadi faktor penentu dalam menilai kinerja budaya, karena mengukur sejauh mana nilai-nilai organisasi diterapkan secara nyata. Hasil penilaian ini diumumkan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-61 Telkom Indonesia, yang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap transformasi budaya. Unit kerja seperti Witel Suramadu, Telkom Regional 2, dan Divisi Wholesale Service dinilai sebagai pemenang di kategori masing-masing, sementara 1st Runner Up dan 2nd Runner Up juga diberikan kepada unit yang menunjukkan inisiatif luar biasa.

Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan penghargaan, tetapi juga memperjelas bahwa budaya organisasi adalah salah satu pilar utama keberhasilan Telkom. Key Discussion terus menjadi referensi dalam penilaian, karena menekankan bahwa budaya harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya konsep teoretis. Dengan memperkuat nilai-nilai inti, Telkom yakin dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Strategi untuk Meningkatkan Budaya Organisasi

Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menyampaikan bahwa budaya organisasi adalah kunci keberhasilan transformasi perusahaan. Key Discussion menjadi alat untuk memastikan bahwa strategi yang dicanangkan tidak hanya berupa rencana, tetapi juga diimplementasikan melalui perilaku sehari-hari. “Culture eats strategy for breakfast, karena strategi hanya akan menjadi rencana jika tidak didukung oleh budaya yang kuat,” tambah Willy. Ia menegaskan bahwa budaya harus menjadi jembatan antara visi perusahaan dan tindakan nyata karyawan.

Sebagai bagian dari strategi penguatan budaya, Telkom melakukan evaluasi berkala yang menjangkau seluruh unit kerja. Key Discussion dijadikan sebagai komponen integral dalam penilaian, karena membantu mengidentifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan untuk menjaga relevansi budaya. Kegiatan ini juga memberikan pelatihan terhadap model dan agen budaya, agar mereka mampu menjadi contoh yang menyebar ke seluruh lapisan organisasi. Dengan pendekatan ini, Telkom memastikan bahwa budaya organisasi tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati oleh seluruh insan TelkomGroup.

Key Discussion dalam Culture Festival TelkomGroup 2026 tidak hanya menjadi tema acara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa budaya adalah aset paling berharga dalam pengembangan perusahaan. Melalui kolaborasi antar unit, serta pendekatan yang lebih praktis, Telkom membangun fondasi kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan inovatif. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga konsistensi nilai-nilai organisasi, sekaligus mendorong keberlanjutan transformasi di masa depan.

Join the discussion