Skip to content
45

Latest Program: IKN Dapat Kucuran Dana dari Korsel Rp115,94 Miliar untuk Proyek Smart City

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Latest Program: IKN Terima Dana Hibah Korsel Rp115,94 Miliar untuk Proyek Kota Cerdas Penandatanganan Kerja Sama dan Alokasi Dana Latest Program - Otorita Ibu

Latest Program: IKN Dapat Kucuran Dana dari Korsel Rp115,94 Miliar untuk Proyek Smart City

Latest Program: IKN Terima Dana Hibah Korsel Rp115,94 Miliar untuk Proyek Kota Cerdas

Penandatanganan Kerja Sama dan Alokasi Dana

Latest Program – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan penerimaan dana hibah sebesar 9,9 miliar won Korea Selatan, setara Rp115,94 miliar, sebagai bagian dari kerja sama pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Dana ini menjadi penopang utama untuk pengembangan infrastruktur digital yang diharapkan menjadi pusat pengelolaan teknologi cerdas dan solusi inovatif bagi masa depan Indonesia. Proyek ini merupakan bagian dari program terbaru yang bertujuan mendorong transformasi kota paling modern di Asia Tenggara.

“Kerja sama ini adalah bagian dari upaya kita untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Basuki Hadimuljono, Ketua OIKN, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan hari Minggu (21/6/2026). Dana hibah diberikan oleh pemerintah Korea Selatan sebagai bentuk dukungan untuk pembangunan kota pintar di Kalimantan Timur.

Struktur dan Fungsi SCCC

Proyek Smart City Cooperation Center (SCCC) dirancang sebagai pusat digital dengan dua lantai dan luas bangunan mencapai 1.098 meter persegi. Bangunan ini akan menjadi tempat utama untuk ruang pameran teknologi, laboratorium AI & Robotics, serta control room yang mengintegrasikan sistem manajemen kota cerdas. Dalam program terbaru ini, SCCC diharapkan menjadi simbiosis antara teknologi Korea Selatan dan kebutuhan lokal Indonesia.

Komponen fisik SCCC mendapat dana hibah sebesar 5,5 miliar won (Rp64,41 miliar) dari total anggaran kerja sama. Sisanya dialokasikan untuk penyusunan Smart City Masterplan serta pembuatan protokol pengembangan kota pintar. Proyek ini juga menunjukkan komitmen kuat OIKN dalam mewujudkan konsep kota yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

Proses Konstruksi dan Target Pengerjaan

Pembangunan SCCC dimulai pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan upacara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan masyarakat Kalimantan Timur. Basuki menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan berlangsung secara transparan dan terstruktur, dengan target pengerjaan selesai dalam waktu sepuluh bulan. Proyek ini akan menjadi landmark dalam program terbaru pemerintah Indonesia untuk pengembangan kota cerdas.

Dalam wawancara, Basuki menegaskan bahwa SCCC bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. “Proyek ini adalah contoh bagus bagaimana pengembangan teknologi bisa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya. Dengan dana hibah yang diberikan, OIKN dapat mempercepat proses implementasi teknologi canggih ke berbagai sektor.

Pengembangan Infrastruktur dan Dukungan Teknologi

Latest Program ini juga mencakup pengembangan infrastruktur pendukung, seperti sistem transportasi berbasis AI, jaringan internet super cepat, serta platform digital untuk pengelolaan sumber daya alam. Dana hibah Korsel diperkirakan akan membantu menyediakan perangkat teknologi terkini yang sesuai dengan standar internasional. Selain itu, bangunan SCCC akan berfungsi sebagai pusat pendidikan, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan keterampilan teknologi.

Menurut rencana, SCCC akan menjadi model kota pintar yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia. Basuki menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program terbaru pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang unggul dalam inovasi teknologi. “Dengan adanya SCCC, kita bisa melihat bagaimana integrasi teknologi berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Manfaat Jangka Panjang dan Kontribusi Korsel

Program terbaru ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kalimantan Timur dan sekitarnya. Dengan membangun infrastruktur digital yang canggih, OIKN dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan, kesehatan, dan lingkungan. Dana hibah dari Korea Selatan tidak hanya memberikan dana, tetapi juga transfer teknologi serta pengalaman dalam pengelolaan kota pintar.

Basuki mengungkapkan bahwa pengembangan SCCC akan menjadi pilar utama dalam upaya mewujudkan IKN sebagai kota dengan visi masa depan yang inklusif. “Kota pintar tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi melayani kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya. Proyek ini dianggap sebagai contoh konkret dari program terbaru yang menggabungkan keunggulan teknologi asing dengan kebutuhan nasional.

Join the discussion