Special Plan: Kemendikdasmen akan Operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi
Special Plan: Kemendikdasmen Akan Operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Special Plan - Program Special Plan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan
Special Plan: Kemendikdasmen Akan Operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi
Special Plan – Program Special Plan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendapat perhatian serius dalam upaya memperkuat sistem pendidikan nasional. Menurut informasi terbaru, Kementerian akan membangun dan mengoperasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) baru di berbagai kabupaten/kota pada tahun ini. Rencana ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui integrasi kurikulum, metode pembelajaran, dan fasilitas pendukung yang lebih komprehensif.
Penyusunan Rencana Sekolah Nasional Terintegrasi
Dalam pernyataannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pembangunan SNT akan dilakukan secara bertahap, mulai dari kelas transisi yang sudah disiapkan di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT). Fasilitas ini mencakup OIKN, ruang belajar sementara, dan pendanaan tambahan dari pemerintah daerah selama proses konstruksi berlangsung.
“Dalam Special Plan ini, kami menyiapkan kelas transisi untuk 17 SNT agar siswa dapat menyesuaikan diri sebelum pindah ke lingkungan belajar permanen. Fasilitas sementara ini dirancang untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan lancar meskipun dalam tahap pembangunan,” kata Nadiem dalam acara Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Senin lalu.
Daftar Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi
SNT yang akan dibangun terdiri dari 17 kabupaten/kota strategis, antara lain Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lokasi ini dipilih berdasarkan kebutuhan peningkatan akses pendidikan dan kesiapan infrastruktur.
Menurut rencana, total SNT yang akan dibangun pada tahun ini mencapai 37 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 20 sekolah lainnya akan siap digunakan pada tahun ajaran 2027/2028. Jangka panjang, Special Plan ini menjadi bagian dari strategi untuk mencapai 500 SNT hingga 2029, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.
Pendanaan dan Kesiapan Infrastruktur
Untuk mendukung implementasi Special Plan ini, Kemendikbudristek telah menerima Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,12 triliun. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap, dengan pencairan pertama mencapai Rp204,5 miliar dan tahap kedua mencapai Rp8,9 triliun. Pencairan dana bertujuan mempercepat proses konstruksi dan pengadaan fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, serta sarana teknologi pendidikan modern.
Kemendikbudristek juga menekankan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sebelum SNT mulai beroperasi. Seluruh fasilitas akan memenuhi standar nasional pendidikan, dengan penekanan pada kesetaraan akses dan mutu pendidikan yang merata. Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan kolaborasi dengan mitra lokal untuk memastikan penyesuaian kebutuhan masyarakat setiap daerah.
