Special Plan: Wawancara Direktur JELI: Meneropong Prospek Manis Bisnis Gummy Candy
njikan Special Plan - Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen jelly merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), menunjukkan antusiasme dalam mengembangkan bisnis
Special Plan: Meneropong Bisnis Gummy Candy yang Menjanjikan
Special Plan – Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen jelly merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), menunjukkan antusiasme dalam mengembangkan bisnis melalui penawaran umum saham perdana (IPO). Setelah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang didirikan pada 1990 ini mengharapkan peningkatan omzet hingga 25% dalam beberapa tahun mendatang. Dalam wawancara dengan Direktur JELI, Adhi Siswaya Lukman, berbagai strategi penguatan bisnis terkait Special Plan disampaikan, termasuk inisiatif untuk menggarap pasar gummy candy yang dinamis.
Optimisme dalam Transformasi Bisnis
Adhi menjelaskan, Special Plan menjadi pendorong utama dalam transformasi operasional JELI. Sejak 2023 hingga 2024, perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap segmen bisnis yang tidak memberi kontribusi signifikan. Langkah ini memungkinkan penutupan beberapa unit yang kurang produktif, sehingga fokus bisa dialihkan ke produk-produk dengan prospek kuat. Meski penyesuaian ini menyebabkan penurunan penjualan sementara, keuntungan jangka panjang diharapkan lebih optimal.
“Dengan Special Plan, kami bisa mengatur sumber daya secara lebih efisien. Dari penyesuaian struktur bisnis, efisiensi proses produksi, hingga inisiatif ekspor, semuanya dirancang untuk memperkuat posisi JELI di pasar,” ujar Adhi.
Diversifikasi Produk dan Peningkatan Kapasitas
Berikutnya, Special Plan juga melibatkan diversifikasi produk yang lebih beragam. Di Pekan Raya Jakarta (PRJ), JELI meluncurkan Mogo Choco, produk gummy candy dengan lapisan coklat dan buah, sebagai langkah strategis. Selain itu, perusahaan berencana memperluas kapasitas produksi melalui dana IPO untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Adhi menekankan bahwa gummy candy masih menjadi segmen yang menjanjikan, baik di pasar lokal maupun internasional.
“Kami percaya bahwa Special Plan ini akan memberikan dampak luas. Tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguasaan pasar. Dengan inovasi produk dan ekspansi operasional, kami yakin bisa menorehkan pertumbuhan sekitar 25%—26% per tahun,” terang Adhi.
Ekspansi Eksternal dan Stabilitas Operasional
Strategi ekspor menjadi bagian integral dari Special Plan. JELI tengah menargetkan beberapa negara dengan pendekatan “focus country”, termasuk Filipina dan Brasil. Kolaborasi dengan Seven Eleven di Filipina, misalnya, menunjukkan komitmen perusahaan untuk merajai pasar internasional. Di Brasil, beberapa pembeli potensial telah teridentifikasi, membuka peluang ekspor yang menjanjikan.
Adhi juga menyoroti tantangan dari pelemahan rupiah, yang diharapkan bisa diatasi melalui ekspansi jangka panjang dan negosiasi kontrak dengan pemasok. Dengan menegaskan keberlanjutan operasional, Special Plan diharapkan menjadi dasar untuk stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku di masa depan.
Pertumbuhan Pasar dan Kompetisi Sehat
Di sisi domestik, JELI memperkirakan pertumbuhan industri makanan minuman sekitar 7% per tahun, sejalan dengan strategi penguatan pasar yang diproyeksikan dalam Special Plan. Adhi menambahkan, pertumbuhan ini terjadi karena semua produsen jelly di Indonesia bersaing secara sehat, masing-masing menawarkan keunggulan produk berbeda. “Kami juga melihat potensi di segmen gummy candy, yang masih belum sepenuhnya dimonopoli oleh merek tertentu,” jelasnya.
Kesiapan untuk Masa Depan
Dalam lima tahun ke depan, JELI akan fokus pada ekspansi jaringan distribusi. Saat ini, perusahaan telah membangun 251 titik penjualan di Indonesia, dan rencana pengembangan ini akan terus berlanjut. Special Plan menjadi kerangka kerja yang membantu penguatan distribusi, baik melalui toko modern maupun waralaba. Adhi menyebutkan, penggunaan fasilitas produksi gummy candy akan menjadi faktor kunci dalam menopang pertumbuhan bisnis.
“Special Plan ini dirancang secara menyeluruh, dari sisi produksi hingga pemasaran. Kami ingin menjadikan JELI sebagai merek pilihan utama dalam segmen gummy candy, baik di pasar dalam maupun luar negeri,” tambah Adhi.
Langkah-langkah dalam Special Plan menunjukkan komitmen JELI untuk menembus pasar dengan inovasi dan efisiensi. Dengan memperkuat struktur bisnis, mengembangkan produk baru, serta memperluas distribusi, perusahaan ini berharap dapat menorehkan keberhasilan yang berkelanjutan di industri makanan ringan. Dengan visi tersebut, JELI siap menghadapi tantangan dan peluang baru dalam dunia bisnis gummy candy.
