Skip to content
223

Latest Program: Harga Kemasan Makin Mahal, Rasa Group Pilih Perluas Pasar Ketimbang Ganti Material

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 3 mins read

i Pasar Meski Harga Kemasan Naik Latest Program - Dalam rangka Latest Program , Rasa Group mengambil strategi memperluas pasar sebagai upaya mengatasi

Latest Program: Harga Kemasan Makin Mahal, Rasa Group Pilih Perluas Pasar Ketimbang Ganti Material

Rasa Group Fokus Ekspansi Pasar Meski Harga Kemasan Naik

Latest Program – Dalam rangka Latest Program, Rasa Group mengambil strategi memperluas pasar sebagai upaya mengatasi kenaikan harga bahan baku kemasan yang signifikan. Perusahaan ini memutuskan tidak segera beralih ke material alternatif karena biaya produksi tetap mengalami kenaikan. CEO Rasa Group Sherley Ruslie menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik, bahan baku utama kemasan, berdampak langsung pada COGS (cost of goods sold), tetapi perusahaan lebih memilih strategi ekspansi daripada mengubah material.

Pengaruh Ekonomi Makro dan Kebijakan Pemerintah

Latest Program juga mencakup penyesuaian strategi terhadap kondisi ekonomi makro yang tidak stabil. Sherley menegaskan bahwa tekanan biaya bahan baku tidak hanya berasal dari kemasan, tetapi juga dipengaruhi inflasi dan kebijakan pemerintah. Misalnya, harga gula meningkat karena pembatasan impor, sementara harga kakao tetap tinggi karena kondisi cuaca buruk dan gangguan produksi global dalam dua tahun terakhir. “Kakao dipengaruhi oleh panen dan cuaca seperti El NiƱo, sehingga harganya bisa naik tiga hingga empat kali lipat. Gula lebih tergantung pada kebijakan pemerintah,” tuturnya, Sabtu (18/7/2026).

Strategi Perluasan Pasar untuk Meningkatkan Volume Produksi

Sebagai alternatif, Rasa Group fokus pada perluasan pasar untuk meningkatkan volume produksi dan meredam dampak kenaikan biaya. Pertumbuhan industri minuman di Indonesia menjadi peluang strategis, dengan volume produksi mereka meningkat lebih dari 50% secara tahunan. Sherley menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pelanggan akan membantu memperkuat profitabilitas, terutama karena konsumen semakin sensitif terhadap perubahan harga.

Ekosistem Kolaborasi untuk Mendorong Inovasi

Latest Program juga melibatkan pembentukan ekosistem kolaborasi baru melalui pengembangan House of Rasa. Pusat ini menyediakan fasilitas seperti Preference Lab, Culinary Lab, Coffee Experience Center, Training Center, dan Networking Venue, yang bertujuan memperkuat hubungan antar pelaku industri. Dengan adanya inisiatif ini, Rasa Group berharap mengembangkan produk inovatif yang bisa berdampak positif pada ekosistem F&B nasional.

Ekspansi Global dalam Rangka Strategi Terpadu

Rasa Group tidak hanya menggarap pasar dalam negeri, tetapi juga menargetkan ekspansi ke pasar internasional. Latest Program mencakup rencana mengekspor produk ke Timur Tengah, Inggris, Australia, dan Jepang, bukan hanya komoditas biasa. Perusahaan telah memperkuat keberadaannya di Asia Tenggara, seperti Thailand, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Kamboja, sebagai langkah awal. Strategi ini bertujuan mengimbangi tekanan biaya bahan baku dan memperluas pangsa pasar secara berkelanjutan.

Analisis Jangka Panjang dalam Latest Program

Dalam jangka panjang, Latest Program di Rasa Group dirancang untuk menciptakan nilai tambah melalui pengembangan produk dan ekosistem. Sherley menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin hanya mempertahankan posisi pasar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi. Dengan memperluas pasar, mereka berharap meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi dampak inflasi terhadap margin keuntungan.

Strategi Latest Program ini juga diharapkan menarik investasi dan kerja sama strategis dengan pemain lokal dan internasional. Rasa Group yakin bahwa perluasan pasar akan memberikan keuntungan lebih besar dibanding mengganti material kemasan. Dengan demikian, mereka mengambil langkah konservatif untuk menjaga konsistensi kualitas produk sambil menyesuaikan dinamika harga pasar.

Join the discussion