Skip to content
16

Kubu Don Ritto Klaim Pengurusan Rumah Febrie di Sentul untuk Operasional Yayasan

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 3 mins read

l Sebagai Pusat Operasional Yayasan Kubu Don Ritto Klaim Pengurusan Rumah - Kubu Don Ritto mengklaim bahwa rumah milik Febrie Adriansyah di Sentul, Bogor

Kubu Don Ritto Klaim Pengurusan Rumah Febrie di Sentul untuk Operasional Yayasan

Kubu Don Ritto Klaim Rumah Febrie di Sentul Sebagai Pusat Operasional Yayasan

Kubu Don Ritto Klaim Pengurusan Rumah – Kubu Don Ritto mengklaim bahwa rumah milik Febrie Adriansyah di Sentul, Bogor, digunakan untuk keperluan operasional yayasan. Hal ini diungkapkan oleh pengacara kliennya, Handika Honggowongso, yang menjelaskan bahwa rumah tersebut telah dibeli pada tahun 2023 dan dimohonkan oleh klien sebagai lokasi kantor cadangan untuk yayasan yang dikelola oleh kliennya. Menurut Handika, tujuan penggunaan rumah ini adalah untuk mendukung kegiatan administratif organisasi tersebut.

Penggunaan Rumah sebagai Bentuk Dukungan ke Yayasan

Dalam pernyataan di Kejagung, Jumat (17/7/2026), Handika menegaskan bahwa kubu Don Ritto menyatakan bahwa rumah Febrie di Sentul bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai penunjang operasional yayasan. Yayasan yang dijelaskan oleh Handika bergerak di bidang keagamaan, dengan jumlah santri mencapai ratusan, terutama di daerah Papua dan Maluku. Rumah ini dipilih karena lokasinya strategis dan kemampuan untuk menjadi pusat operasional cadangan.

“Rumah di Sentul, itu tahun 2023, dimohon oleh klien kami kepada si pemilik. Tujuannya adalah untuk digunakan sebagai tempat operasional yayasan. Karena di sana akan ada banyak aktivitas yang mendukung kegiatan-kegiatan organisasi,” ujar Handika saat memberikan keterangan di Kejagung.

Perluasan Fungsi Rumah dengan Penambahan Brankas

Kemudian, pada tahun 2024, Don Ritto kembali mengajukan permohonan untuk memasang brankas di rumah Febrie. Tujuannya, kata Handika, adalah menyimpan aset berharga seperti emas dan uang yang digunakan dalam operasional yayasan. Brankas ini diharapkan bisa memastikan keamanan dan ketersediaan barang-barang penting bagi kegiatan yayasan.

“Pak Idon meminta izin membangun brankas di rumah tersebut. Fungsinya adalah untuk menaruh barang-barang berharga karena di situ nanti banyak aktivitas operasional yayasan,” imbuh Handika dalam kesempatan yang sama.

Peran Febrie dalam Pengurusan Aset Yayasan

Di sisi lain, pengacara Febrie, Hotman Paris Hutapea, membenarkan bahwa klien tidak terlibat langsung dalam pengelolaan barang yang ditemukan dalam penggeledahan. Hotman menjelaskan bahwa Febrie hanya mengetahui rumah itu dipakai sebagai sarana operasional yayasan, tetapi tidak mengetahui detail penyimpanan uang atau emas di dalamnya.

“Febrie tidak mengetahui adanya penyimpanan uang di restoran maupun di Sentul. Karena dia tidak terlibat langsung dalam pengelolaan barang tersebut,” kata Hotman di Kejagung.

Transparansi Temuan dalam Penggeledahan

Handika juga menyampaikan bahwa hasil penggeledahan, seperti 74 kg emas dan uang senilai Rp476 miliar, akan diungkapkan secara terbuka kepada publik. Menurutnya, semua dokumen dan barang yang ditemukan merupakan bagian dari operasional yayasan, sehingga tidak ada kecurangan yang tersembunyi.

Bahkan, Handika memastikan bahwa keberadaan uang di dalam rumah Febrie bukanlah bukti penggunaan untuk keperluan pribadi, melainkan sebagai bagian dari manajemen yayasan yang diakui oleh kubu Don Ritto. Hal ini juga didukung oleh keterangan pengurus yayasan yang menyatakan bahwa kegiatan operasional di Sentul merupakan bagian dari strategi mereka dalam menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan.

Pengakuan Kubu Don Ritto terhadap Penggunaan Rumah

Pernyataan kubu Don Ritto tentang penggunaan rumah Febrie di Sentul juga mencerminkan keberhasilan mereka dalam menegaskan bahwa rumah ini memiliki fungsi khusus sebagai pusat operasional yayasan. Dengan memasukkan aset seperti emas dan uang ke dalam ruang tersebut, mereka berusaha menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara transparan dan teratur.

Dalam konteks kasus yang sedang ditangani, klaim kubu Don Ritto ini menjadi bukti bahwa rumah Febrie tidak hanya memiliki nilai sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung aktivitas yayasan. Handika menyatakan bahwa mereka berupaya menjaga keterbukaan dan kejelasan dalam pengelolaan barang yang ditemukan, sehingga publik bisa memahami keberadaan uang tersebut.

Impak Penggeledahan pada Yayasan

Klaim kubu Don Ritto ini juga diharapkan bisa memberikan penjelasan mengenai keberadaan uang yang ditemukan dalam penggeledahan. Dengan menyatakan bahwa rumah tersebut digunakan untuk operasional yayasan, mereka mencoba menunjukkan bahwa penemuan uang tersebut adalah bagian dari kegiatan resmi yayasan, bukan penggunaan pribadi.

Handika menjelaskan bahwa yayasan yang dikelola kliennya memiliki peran penting dalam sosial dan keagamaan, termasuk pendidikan santri di daerah terpencil. Dengan adanya rumah di Sentul, mereka bisa memperkuat keberlanjutan operasional yayasan, terutama dalam menghadapi situasi kritis seperti penggeledahan.

Join the discussion