Skip to content
9

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat – Kinerja Manufaktur Melambat Kuartal II/2026

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 3 mins read

Survei BI: Aktivitas Usaha Naik, Produksi Manufaktur Melambat di Kuartal II/2026 Survei BI - Dalam laporan terbaru Survei BI , Bank Indonesia (BI)

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat – Kinerja Manufaktur Melambat Kuartal II/2026

Survei BI: Aktivitas Usaha Naik, Produksi Manufaktur Melambat di Kuartal II/2026

Survei BI – Dalam laporan terbaru Survei BI, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa aktivitas usaha nasional pada kuartal II/2026 menunjukkan peningkatan, meskipun kinerja sektor manufaktur tercatat melambat. Survei ini memberikan gambaran tentang dinamika perekonomian Indonesia, dengan Indeks Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97% pada kuartal II/2026, meningkat dari 10,11% di kuartal I/2026. Kenaikan ini mencerminkan optimisme sebagian besar lapangan usaha utama, yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Peningkatan Aktivitas Usaha di Kuartal II/2026

Peningkatan aktivitas usaha pada kuartal II/2026 terutama didorong oleh sektor-sektor strategis seperti pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan konstruksi. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa SBT mencapai 12,97%, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertanian dan kehutanan mencatatkan SBT sebesar 1,74%, sementara sektor pertambangan dan penggalian berkontribusi sebesar 0,37%. Konstruksi dan akomodasi makan minum juga memberikan dampak positif, masing-masing dengan kenaikan 0,81% dan 0,50%.

“Peningkatan aktivitas usaha ini dipicu oleh kinerja sebagian besar lapangan usaha utama,” kata Denny Prakoso dalam konferensi pers pada Jumat (17/7/2026).

Kinerja Manufaktur Melambat

Di sisi lain, sektor manufaktur mengalami perlambatan, dengan Indeks PMI BI menunjukkan penurunan dari 52,03% di kuartal I/2026 ke 51,43% di kuartal II/2026. Penurunan ini mencerminkan tekanan dari permintaan domestik yang sedikit melemah, meskipun ekspansi volume produksi, persediaan barang jadi, dan pesanan total masih menjadi penopang utama. Denny Prakoso menambahkan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam fase ekspansi, dengan indeks kinerja industri pengolahan yang stabil.

Survei BI juga mengungkapkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini berdampak pada kenaikan daya beli masyarakat dan penggerak permintaan konsumen yang terus berlangsung. Meski ada penurunan di sektor manufaktur, pertumbuhan di sektor lain membantu menjaga kestabilan aktivitas usaha secara keseluruhan.

Prakiraan Kuartal III/2026

BI memprediksi bahwa aktivitas usaha akan mengalami penurunan di kuartal III/2026, dengan SBT diperkirakan turun ke level 11,75%. Namun, sektor konstruksi diperkirakan meningkat, terutama akibat kelanjutan pengerjaan proyek-proyek besar yang menjadi faktor utama. Denny Prakoso menegaskan bahwa meskipun ada perlambatan, ekspansi di sektor utama tetap akan menjadi penopang utama perekonomian.

Berdasarkan Survei BI, industri pengolahan pada kuartal III/2026 diharapkan tumbuh, dengan PMI BI yang diprediksi naik ke 52,32%. Pertumbuhan ini didorong oleh stabilitas permintaan konsumen dan ekspansi volume produksi, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong investasi dan ekspor. BI juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur dan pemberdayaan lapangan usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Analisis Sub-Lapangan Usaha

Secara rinci, sebagian besar sub-lapangan usaha (Sub-LU) menunjukkan peningkatan, dengan indeks tertinggi tercatat pada industri mesin dan perlengkapan (58,24%), diikuti industri makanan dan minuman (54,05%), logam dasar (53,59%), serta barang galian bukan logam (53,22%). Namun, ada dua sub-sektor yang mengalami kontraksi, yaitu kecepatan penerimaan input barang (47,46%) dan jumlah tenaga kerja (48,65%). Meski demikian, dominasi ekspansi di sektor utama masih menjadi penopang utama kinerja ekonomi nasional.

Pertumbuhan di sebagian besar Sub-LU menunjukkan adaptasi yang baik terhadap perubahan kondisi pasar dan kebijakan makroekonomi. Kenaikan indeks pada sektor industri mesin dan perlengkapan, serta industri makanan dan minuman, mencerminkan permintaan yang tetap tinggi, terutama di tengah perekonomian yang mengalami pergeseran ke sektor non-manufaktur. Denny Prakoso menyoroti bahwa survei ini menjadi acuan penting dalam mengambil kebijakan moneter dan fiskal.

Join the discussion