Skip to content
15

Latest Program: Gibran Usul Kantin Sekolah hingga Gereja Dilibatkan dalam MBG

Elizabeth Lopez 4 mins read

Gibran Usul Kantin Sekolah hingga Gereja Dilibatkan dalam MBG Latest Program - Dalam rangka menjalankan Latest Program , Gibran Rakabuming Raka mengungkap

Latest Program: Gibran Usul Kantin Sekolah hingga Gereja Dilibatkan dalam MBG

Gibran Usul Kantin Sekolah hingga Gereja Dilibatkan dalam MBG

Latest Program – Dalam rangka menjalankan Latest Program, Gibran Rakabuming Raka mengungkap rencana kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai sektor masyarakat untuk memperkaya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kantin sekolah, tetapi juga perlu melibatkan lembaga seperti pesantren, gereja, dan komunitas lokal. Visi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan makan yang lebih sehat dan inklusif, serta memastikan keberlanjutan program ini di seluruh Indonesia.

“Ya, itu saya kira bagus sekali. Bukan hanya kantin sekolah ya. Mungkin bisa melibatkan pesantren, melibatkan gereja, melibatkan SMK Tata Boga, melibatkan Ibu-ibu PKK, melibatkan orang tua murid, semua bisa,” ujar Gibran.

Dalam wawancara, Gibran menekankan bahwa partisipasi masyarakat luas akan memperkuat efektivitas MBG. Menurutnya, masukan dari para orang tua murid sangat penting karena mereka mengerti selera dan kebutuhan anak-anak. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas lokal diharapkan dapat meningkatkan variasi menu serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan pola makan yang lebih baik. Latest Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan gizi di kalangan masyarakat.

Kunjungan Kerja Gibran di NTT dan Gorontalo

Dalam perjalanan kerja yang dilakukan dari 18 hingga 21 Juni 2026, Gibran mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Papua. Di NTT, ia fokus pada evaluasi pelaksanaan MBG, yang dianggap sebagai salah satu inisiatif utama dalam Latest Program. Selama kunjungan ke Ende, Gibran melihat langsung pengelolaan kantin sekolah dan berdiskusi dengan guru serta pengelola untuk menilai progres program. Ia menyoroti bahwa penggunaan dana dan manfaat bagi masyarakat perlu terus dioptimalkan.

Setelah NTT, Gibran melanjutkan perjalanan ke Gorontalo untuk menghadiri Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026. Di sini, ia juga mengunjungi Bendungan Bulango Ulu, yang merupakan infrastruktur strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Gibran menyatakan bahwa Latest Program harus selaras dengan kebutuhan daerah, termasuk akses terhadap bahan pangan lokal yang bervariasi.

Kolaborasi dengan Gereja dalam MBG

Salah satu inovasi yang menonjol dalam Latest Program adalah keterlibatan gereja sebagai mitra dalam distribusi makanan bergizi. Gibran mengungkapkan bahwa gereja memiliki jaringan luas di kalangan masyarakat, terutama di daerah-daerah dengan populasi penduduk yang terpencar. Ia berharap gereja dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menjaga konsistensi pelaksanaan MBG di lingkungan terpencil. Menurut data yang disampaikan, lebih dari 300 ribu orang telah diakui manfaatnya dari program ini, dengan kontribusi sektor keagamaan menjadi salah satu faktor kunci.

Dalam kunjungan ke Papua Barat, Gibran juga meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Manokwari Selatan, yang diharapkan dapat memperkaya bahan baku makanan dalam Latest Program. Ia menekankan pentingnya penggunaan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Di sisi lain, pemerintah akan memanfaatkan kehadiran gereja untuk menyebarkan kesadaran kesehatan makan, terutama di kalangan anak-anak yang tinggal di kawasan terpencil.

Keterlibatan Komunitas dan Pesantren

Kolaborasi dengan pesantren menjadi bagian integral dari Latest Program. Gibran mengatakan bahwa lembaga keagamaan ini bisa menjadi tempat pelatihan keahlian masak atau penyediaan bahan makanan untuk keluarga peserta MBG. Dalam contoh di Ende, beberapa pesantren telah berpartisipasi dalam memberikan menu berbasis sayur dan buah lokal, yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Ia juga menyoroti peran organisasi masyarakat seperti Ibu-Ibu PKK, yang selama ini aktif dalam kegiatan pengawasan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah konkret dalam Latest Program adalah penerapan sistem pengawasan berkelanjutan. Gibran menegaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada distribusi makanan, tetapi juga mengajarkan pola hidup sehat kepada masyarakat. Ia berharap melalui kolaborasi yang lebih luas, MBG bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kebijakan sementara. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat akan lebih termotivasi untuk terus mengikuti program ini.

Perkembangan Program MBG di Papua Selatan

Di Provinsi Papua Selatan, Gibran akan mengunjungi Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, dan Gereja Katedral Salib Suci. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa MBG diterapkan secara merata, bahkan di daerah dengan kondisi geografis yang sulit. Dalam diskusi dengan tokoh lokal, Gibran menyoroti bahwa Latest Program harus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penggunaan bahan pangan yang mudah didapat di sana. Ia juga berharap program ini bisa diintegrasikan dengan pendidikan di SMK Tata Boga, yang menjadi tempat pelatihan keterampilan masak bagi pemuda.

Dalam beberapa tahun terakhir, MBG telah berkembang menjadi program nasional yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Gibran menyatakan bahwa Latest Program ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari inisiatif tersebut, dengan menambahkan kepesertaan gereja dan komunitas lain. Ia yakin dengan pendekatan kolaboratif, program ini akan lebih efektif dalam menjangkau masyarakat yang beragam, termasuk di daerah terpencil.

Join the discussion