Intip Rencana Chandra Asri (TPIA) usai Amankan Slot Mitra Proyek PSEL Danantara di Serang
a Masa Depan Energi Indonesia Intip Rencana Chandra Asri TPIA usai - Setelah memperoleh slot sebagai mitra proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Rencana Chandra Asri TPIA Pasca Masa Depan Energi Indonesia
Intip Rencana Chandra Asri TPIA usai – Setelah memperoleh slot sebagai mitra proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Serang, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tengah merancang strategi jangka panjang untuk mengakselerasi bisnis energi hijau. Proyek yang akan dioperasikan di Serang Raya ini memiliki kapasitas pemrosesan sampah hingga 1.161 ton per hari, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular. Chandra Asri Grup, sebagai bagian dari TPIA, kini bergerak lebih cepat untuk mengoptimalkan potensi proyek ini sebagai salah satu pilar pengembangan energi terbarukan.
Struktur Konsorsium dan Peran TPIA
Perusahaan yang bergerak di bidang energi dan lingkungan ini menjadi bagian dari konsorsium Masa Depan Energi Indonesia, yang terdiri dari PT Chandra Waste Energy dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Dalam wawancara terpisah, Direktur Legal & Hubungan Eksternal TPIA, Edi Riva’i, menjelaskan bahwa konsorsium akan menjalani seluruh tahapan pengelolaan proyek sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “TPIA sangat antusias menghadapi tantangan baru ini, termasuk dalam mengintip rencana pengembangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
“Pengelolaan sampah menjadi energi listrik adalah langkah penting dalam mengintip rencana TPIA memperkuat keberlanjutan bisnis,” kata Edi.
PT Chandra Waste Energy, yang merupakan anak usaha dari PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), secara langsung dioperasikan oleh TPIA. CDIA memiliki saham 60% yang dikuasai perusahaan induk, sehingga keterlibatan TPIA dalam proyek PSEL ini menjadi penggerak utama. Proyek ini akan membantu memperluas jaringan layanan energi hijau yang sudah dimiliki grup, termasuk unit energi dan infrastruktur.
Kemajuan Teknologi dan Visi Energi Hijau
Dalam upayanya untuk meningkatkan efisiensi, TPIA telah menerapkan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) sejak Agustus 2025. Teknologi ini digunakan sebagai alternatif bahan bakar di boiler PT Chandra Asri Group Site Office Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. Sampah yang diolah mencapai 60,33 ton per bulan, dengan kontribusi emisi karbon yang dikurangi hingga 29,63 ton CO2 ekuivalen. Implementasi RDF ini menunjukkan bahwa TPIA terus mengintip rencana pembangunan infrastruktur energi hijau dengan inovasi.
Proyek PSEL di Serang diharapkan mampu menambah kontribusi pendapatan dari sektor energi TPIA, yang mencakup penjualan daya listrik dan layanan kapal. Selain itu, proyek ini akan menjadi bagian dari diversifikasi bisnis yang lebih luas, mengingat TPIA memiliki tiga sektor utama: energi, kimia, dan infrastruktur. Dengan slot proyek PSEL, perusahaan menunjukkan peningkatan kapasitas dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ekspansi Bisnis dan Penyelarasan Strategi
Chandra Asri Grup, melalui TPIA, telah memiliki fasilitas pengolahan sampah di Serang yang saat ini hanya digunakan untuk substitusi energi. Namun, dengan proyek PSEL yang telah diakuisisi, perusahaan berencana mengintip rencana ekspansi lebih luas ke daerah lain. Proyek ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi dari sumber yang ramah lingkungan. “Kami ingin menjadi mitra utama dalam transisi energi hijau nasional,” ujar Chrysanthi Tarigan, Kepala Komunikasi Korporat Chandra Asri Group.
“Mengintip rencana TPIA dalam mengembangkan proyek PSEL adalah salah satu langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi,” kata Chrysanthi.
Sebagai bagian dari TPIA, proyek ini juga akan memberikan dampak sosial dan ekonomi signifikan, terutama dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan. Selain itu, keberhasilan proyek ini diperkirakan meningkatkan pangsa pasar TPIA di sektor energi terbarukan, yang kini sedang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia. Dengan kapasitas 1.161 ton per hari, proyek ini akan menjadi salah satu yang paling besar di wilayah Banten.
Harapan dan Tantangan di Depan
Direktur Utama TPIA, Sudibyo, menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi energi listrik akan menjadi inti dari kebijakan perusahaan untuk dekade mendatang. “Kami ingin mengintip rencana transisi energi hijau dengan proyek yang menjangkau tingkat nasional,” tuturnya. Proyek ini juga diharapkan menjadi contoh terbaik dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.
Walaupun proyek PSEL di Serang belum beroperasi penuh, TPIA telah memperkuat kerangka kerja untuk memastikan keberhasilan. Perusahaan berencana membangun sistem pendukung, termasuk infrastruktur jasa kelistrikan dan sewa tangki, yang akan menjaga efisiensi operasional. Keterlibatan TPIA dalam proyek ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mengintip rencana ekspansi ke berbagai sektor energi hijau, baik di dalam maupun luar negeri.
