Skip to content
16

Kubu Don Ritto Blak-blakan Asal Muasal Uang yang Disita di de’Clan dan Koin Money Changer

Anthony Moore - lintasnaya.com 4 mins read

Kubu Don Ritto Blak Blakan Sumber Uang dari de'Clan dan Koin Money Changer Jakarta, 14 Juli 2026 Kubu Don Ritto Blak blakan Asal - Penyidik Kementerian

Kubu Don Ritto Blak-blakan Asal Muasal Uang yang Disita di de’Clan dan Koin Money Changer

Kubu Don Ritto Blak Blakan Sumber Uang dari de’Clan dan Koin Money Changer

Jakarta, 14 Juli 2026

Kubu Don Ritto Blak blakan Asal – Penyidik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kubu Don Ritto) mengungkap asal muasal uang yang disita dari dua tempat usaha, yaitu kafe de’Clan dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan. Total dana yang berhasil disita mencapai sekitar Rp60 miliar dari de’Clan dan Rp7,2 miliar dari Koin Money Changer. Uang tersebut berupa pecahan dolar Amerika, dolar Singapura, dan rupiah. Kubu Don Ritto, dalam pernyataannya yang disampaikan bersama pengacara mereka, Handika Honggowongso, menjelaskan bahwa sumber dana ini tidak terkait langsung dengan tiga kasus korupsi yang sedang dalam penyelidikan Polri.

Penjelasan Kubu Don Ritto

Dalam wawancara dengan media, Handika menyatakan bahwa bisnis de’Clan dan Koin Money Changer memang milik kliennya, namun uang yang ditemukan tidak ada hubungannya dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh lembaga penegak hukum. Menurutnya, dana yang disita terkait dengan proyek pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur, yang menjadi kerja sama antara kliennya dengan seorang pengusaha. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Kubu Don Ritto blak blakan dalam menjelaskan latar belakang dana tersebut, tanpa menyembunyikan keterlibatan bisnisnya.

Handika menjelaskan bahwa dalam kasus Asabri, kliennya hanya terlibat secara pasif. Dalam kasus ini, dia tidak memiliki hubungan langsung dengan klaster Taipan Properti Tan Kian, yang diduga terlibat dalam skema korupsi. Ia juga menegaskan bahwa uang yang ditemukan tidak terkait dengan kasus suplai batu bara di PLN atau masalah piutang anak usaha Krakatau Steel. Pernyataan ini memicu pertanyaan mengapa Don Ritto dikaitkan dengan tiga perkara korupsi dan pencucian uang, meskipun hingga saat ini belum ada bukti kuat mengenai keterlibatannya.

Kasus Korupsi yang Dibahas

Perkara Asabri, PLN, dan Krakatau Steel menjadi fokus dalam penyelidikan yang sedang berlangsung. Kubu Don Ritto blak blakan mengakui bahwa uang yang ditemukan di kedua bisnisnya belum bisa dikaitkan langsung dengan tiga kasus tersebut. Menurut Handika, dana yang disita lebih banyak berhubungan dengan proyek-proyek bisnis yang berjalan di luar lingkaran kasus korupsi. Ia menambahkan bahwa ada kerja sama kliennya dengan pengusaha tertentu, yang mencakup berbagai proyek pengembangan infrastruktur. Namun, pihak penyidik masih memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan dana tersebut.

Penyidik dari Kortas dan Polda Metro Jaya masih memeriksa keberadaan dana yang disita. Handika mengungkapkan bahwa uang yang ditemukan terdiri dari beberapa pecahan mata uang, termasuk dolar Amerika dan dolar Singapura. Hal ini membuat masyarakat kewalahan karena adanya dugaan bahwa dana tersebut bisa dipakai untuk kegiatan korupsi. Kubu Don Ritto blak blakan dalam menjelaskan bahwa keberadaan dana ini tidak memiliki keterkaitan langsung dengan tiga kasus korupsi yang sedang ditelusuri.

Penjelasan Tentang Kerja Sama Bisnis

Menurut Handika, uang yang disita dari de’Clan dan Koin Money Changer adalah hasil dari kerja sama bisnis yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa proyek pelabuhan di Kalimantan Timur menjadi salah satu sumber utama dana tersebut. Dalam menjelaskan lebih lanjut, Handika menyebutkan bahwa bisnis ini mengalami peningkatan omzet selama masa pandemi, yang membuatnya lebih banyak mengumpulkan dana dari berbagai sumber. Meski demikian, ia masih enggan mengungkapkan identitas pengusaha yang terlibat dalam proyek tersebut.

Pernyataan Kubu Don Ritto blak blakan ini memberikan penjelasan bahwa uang yang disita adalah bagian dari arus kas normal dalam operasional bisnis. Ia menegaskan bahwa kliennya telah menyediakan bukti-bukti transaksi dan dokumen keuangan yang menunjukkan bahwa uang tersebut hanya digunakan untuk keperluan bisnis, bukan untuk aktivitas korupsi. Namun, pihak penyidik masih terus memeriksa keberadaan dana tersebut untuk mengetahui apakah ada hubungan dengan kasus-kasus yang sedang ditangani.

Respons Kubu Don Ritto terhadap Penyidikan

Kubu Don Ritto blak blakan dalam menyampaikan penjelasan terkait penyitaan uang. Ia menyatakan bahwa bisnis de’Clan dan Koin Money Changer adalah bagian dari usaha yang beroperasi secara transparan dan berdasarkan kontrak jangka panjang. Handika juga menegaskan bahwa kliennya belum mengetahui alasan penyidik mempertanyakan keberadaan uang tersebut. Ia berharap bahwa penyidik dapat memberikan penjelasan lebih jelas mengenai hubungan antara dana yang ditemukan dengan tiga kasus korupsi yang sedang ditelusuri.

Menurut Handika, uang yang disita dari kedua bisnis tersebut tidak memiliki indikasi pencucian uang atau pengalihan dana untuk keperluan korupsi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan penyidik untuk memberikan informasi yang diperlukan. Kubu Don Ritto blak blakan dalam menjelaskan bahwa keberadaan dana ini justru menunjukkan kejelasan dalam proses pengelolaan keuangan, yang bisa menjadi bukti bahwa bisnisnya tidak terlibat dalam aktivitas korupsi.

Join the discussion