Skip to content
84

Latest Program: Pavel Durov Tuduh Perusahaan Mukesh Ambani Reliance Sabotase Akses Telegram

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 3 mins read

Latest Program: Durov Tuduh Reliance Industries Sabotase Akses Telegram Latest Program - Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri layanan pesan instan Telegram, Pavel

Latest Program: Pavel Durov Tuduh Perusahaan Mukesh Ambani Reliance Sabotase Akses Telegram

Latest Program: Durov Tuduh Reliance Industries Sabotase Akses Telegram

Latest Program – Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri layanan pesan instan Telegram, Pavel Durov, mengungkapkan dugaan keterlibatan Reliance Industries Limited (RIL) dalam menghambat akses pengguna global ke platformnya. Tuduhan ini muncul setelah RIL, yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di India dan memiliki jaringan seluler Jio, dikatakan menggunakan teknik pembajakan Border Gateway Protocol (BGP) untuk mengalihkan lalu lintas internet. Durov menyoroti dampaknya terhadap jutaan pengguna di luar negeri, termasuk di wilayah seperti UAE, yang mengalami gangguan akses internet secara signifikan.

Metode BGP dan Dampaknya pada Pengguna Global

Latest Program menunjukkan bahwa metode BGP yang diterapkan Jio bekerja dengan menyebarluaskan informasi rute internet palsu. Teknik ini memungkinkan Jio mengalihkan alamat IP pengguna ke jalur yang disengaja, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mengakses Telegram. Durov mengibaratkan situasi ini seperti pengemudi yang sengaja mengganti tanda arah di jalan raya untuk mempercepat kendaraan ke jalur buntu. Dengan router internet yang saling berbagi data secara otomatis, gangguan ini bisa menyebar cepat hingga menjangkau pengguna dari berbagai negara.

Kebocoran data ujian medis yang terjadi beberapa bulan lalu menjadi titik awal munculnya dugaan sabotase. Kementerian Teknologi Informasi India memblokir Telegram selama enam hari untuk mencegah kebocoran informasi tersebut. Durov menilai kebijakan ini tidak hanya menargetkan pengguna India tetapi juga mengganggu akses global. Menurutnya, pengguna di luar India terkena dampak karena RIL mencoba mengontrol alur data melalui metode BGP yang terbukti efektif dalam mengurangi kecepatan dan kualitas akses ke aplikasi Telegram.

Reliance Industries dan Investasi Meta

Latest Program juga menyebutkan bahwa Reliance Industries Limited (RIL) memiliki hubungan strategis dengan Meta Platforms Inc., yang merupakan perusahaan induk Facebook. Durov menyatakan bahwa perusahaan milik Mukesh Ambani ini turut terlibat dalam upaya menurunkan pesaing dalam bisnis digital. Meta sendiri telah menanamkan investasi hingga US$5,7 miliar ke RIL, bahkan baru saja mengumumkan kerja sama pusat data dengan perusahaan tersebut pekan lalu. Dengan dukungan finansial dan teknologi, RIL berpotensi mengontrol akses internet secara lebih luas.

Metode BGP yang diterapkan oleh Jio dikenal sebagai teknik yang digunakan untuk mengarahkan lalu lintas internet ke jalur tertentu. Dalam kasus ini, RIL dianggap memanfaatkan sistem ini untuk membatasi akses ke Telegram, terutama di wilayah seperti UAE. Durov menegaskan bahwa ini bukan kecelakaan teknis tetapi tindakan disengaja yang bertujuan mengurangi penggunaan aplikasi pesan instan tersebut. Ia menyoroti bahwa metode ini bisa menjangkau pengguna di berbagai negara, termasuk yang tergabung dalam jaringan global.

Latest Program menekankan bahwa Durov belum memberikan bukti konkret atas klaimnya, namun ia menyebutkan adanya indikasi yang kuat dari kebijakan diskriminasi oleh pihak berwenang India. Kementerian Teknologi Informasi India memblokir Telegram selama enam hari karena dugaan kebocoran data ujian medis, yang menurut Durov bisa menjadi awal dari upaya mengontrol platform digital. Tuduhan ini menemui penolakan dari asosiasi telekomunikasi India, yang menilai Telegram dan WhatsApp perlu diatur lebih ketat karena menawarkan layanan panggilan tanpa izin operator tradisional.

Durov meminta pengguna global untuk tetap waspada terhadap kebijakan yang mungkin mengakibatkan pembatasan akses ke layanan digital. Ia menyoroti bahwa metode BGP bisa digunakan oleh pihak tertentu untuk mengontrol alur data secara strategis. Terlepas dari tuduhan sabotase, RIL tetap menegaskan bahwa jaringan mereka dioperasikan sesuai standar keandalan dan transparansi internasional. Namun, kritik terus berdatangan terkait dampak yang terjadi pada pengguna di luar India, terutama yang tergabung dalam komunitas pengguna Telegram yang terus berkembang.

Join the discussion