New Policy: IPO Inaco (JELI) Oversubscribed 273,37 Kali, Sahamnya Listing Perdana Hari Ini (7/7)
New Policy Drives Inaco (JELI) IPO Success, Oversubscribed 273x New Policy - Dalam rangka memperkuat keberadaannya di pasar modal, PT Niramas Utama Tbk.
New Policy Drives Inaco (JELI) IPO Success, Oversubscribed 273x
New Policy – Dalam rangka memperkuat keberadaannya di pasar modal, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) atau INACO sukses menarik minat investor besar melalui penawaran umum perdana saham (IPO) yang diterbitkan pada Selasa (7/7/2026). Tercatat, saham INACO mendapat kelebihan permintaan hingga 273,37 kali di tahap penjatahan terpusat, mencerminkan antusiasme yang tinggi dari para pemodal. New Policy menjadi faktor kunci yang memicu minat ini, sekaligus menjadi strategi penting untuk memperluas cakupan pasar dan memperkuat fondasi bisnis perusahaan.
Ekspansi Global yang Terbukti
PT Niramas Utama Tbk. telah beroperasi di industri makanan dan minuman berbasis kelapa selama lebih dari 30 tahun. Dengan keberhasilan mengelola ekspansi global, perusahaan kini menyasar pasar internasional seperti Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat. New Policy yang diterapkan beberapa bulan sebelumnya mempercepat proses ini, memungkinkan INACO memperoleh lisensi dan fasilitas produksi di berbagai lokasi strategis, termasuk Bekasi, Pontianak, Pandaan, serta Sukabumi.
Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan kestabilan, dengan penjualan mencapai Rp753,05 miliar pada 2025. Meski ada penyesuaian dalam dua tahun terakhir, peningkatan profitabilitas melalui optimisasi biaya dan perluasan produk menjadi bukti bahwa New Policy telah memberikan dampak positif pada arah pertumbuhan bisnis.
Strategi Dana IPO untuk Pertumbuhan
Direktur PT Niramas Utama Tbk., Adhi S. Lukman, menyampaikan bahwa New Policy tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga memberikan peluang untuk mendorong ekspansi lebih besar. “Dana dari IPO akan menjadi batu loncatan penting, terutama dalam menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang yang didukung oleh New Policy,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Adhi, dana IPO akan dialokasikan secara proporsional, dengan 56,7% untuk penyertaan modal ke anak perusahaan, 10,04% untuk pembelian peralatan produksi, 10,9% untuk penyelesaian utang, dan 22,36% untuk modal kerja. Keputusan ini sejalan dengan visi INACO untuk menjadi pemain utama di industri pangan, baik di pasar lokal maupun global, berkat dampak positif New Policy yang telah diterapkan.
Respons Positif dari Pasar dan Investor
Proses pencatatan saham INACO di BEI diakui sebagai keberhasilan yang signifikan, mengingat kelebihan permintaan yang mencapai 273,37 kali lipat. Harga penawaran pada tahap awal berkisar antara Rp900-Rp1.120, dengan harga tertinggi di Rp900, yang sebelumnya menjadi titik tertinggi sebelum dikurangi biaya emisi.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai bahwa New Policy memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai pasar saham INACO. “Perusahaan ini telah membangun fondasi kuat selama tiga dekade, dan New Policy menjadi pendorong utama untuk membuka peluang ekspansi yang lebih luas di pasar modal,” katanya.
Ini menunjukkan bahwa strategi yang diusung oleh INACO, termasuk New Policy, telah terbukti efektif dalam menarik minat investor dan memperkuat posisi di industri makanan dan minuman berbasis kelapa.
Persiapan dan Kinerja IPO
Proses IPO INACO melibatkan beberapa tahap penting, termasuk penawaran umum, penjatahan terpusat, dan pendaftaran di BEI. Perusahaan menawarkan 266 juta lembar saham, yang setara 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan New Policy sebagai bagian dari strategi keuangan, INACO mampu mengatur alokasi dana secara optimal, memastikan setiap langkah pengembangan bisnis didukung oleh perencanaan yang matang.
Hasil IPO ini juga memberikan dampak langsung pada peningkatan likuiditas, memungkinkan perusahaan melakukan inovasi dan pengembangan produk yang lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Langkah Maju dengan Dukungan New Policy
Direktur Adhi S. Lukman menegaskan bahwa New Policy tidak hanya memfasilitasi IPO, tetapi juga membuka jalan untuk ekspansi produk dan penguatan distribusi. “Dengan menjadi perusahaan terbuka, INACO kini memiliki akses lebih luas untuk menjual saham dan memperoleh dana tambahan guna mengembangkan bisnis,” katanya.
Perusahaan juga berharap New Policy akan menjadi pelajaran berharga bagi pelaku industri lainnya, dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan dan konsistensi kinerja keuangan.
Berkat keberhasilan IPO yang oversubscribed, INACO siap melangkah ke fase baru dengan visi menjadi produsen pangan terkemuka di pasar nasional dan internasional.
Dengan New Policy sebagai landasan, IPO INACO menunjukkan potensi yang besar dalam memperkuat struktur modal dan menarik investasi jangka panjang. Pencatatan saham ini bukan hanya keberhasilan finansial, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga konsistensi dalam pengembangan bisnis, menjawab tantangan pasar yang dinamis.
Analisis terhadap kinerja IPO dan respons pasar membuktikan bahwa New Policy telah memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan likuiditas maupun perluasan jaringan distribusi.
Ini menjadi momentum penting bagi INACO untuk memperkuat posisi di industri pangan dan menjawab kebutuhan konsumen secara lebih efektif.
