Facing Challenges: Ketua OJK ke Pelaku Usaha: Jangan Hanya Kejar Short Term Profit, Utamakan Keberlanjutan
Ketua OJK Minta Pelaku Usaha Fokus pada Keberlanjutan, Bukan Hanya Pencarian Profit Jangka Pendek Wawancara di Jakarta, Kamis (2/7/2026) Facing Challenges
Ketua OJK Minta Pelaku Usaha Fokus pada Keberlanjutan, Bukan Hanya Pencarian Profit Jangka Pendek
Wawancara di Jakarta, Kamis (2/7/2026)
Facing Challenges – Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengajak pelaku usaha untuk tidak hanya memprioritaskan keuntungan jangka pendek tetapi juga mendorong keberlanjutan bisnis. Meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 mencapai 5,6% tahunan, dinamika global yang tidak pasti memaksa sektor usaha mengambil langkah strategis. “Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas sektor usaha, terutama dalam menghadapi Facing Challenges,” ujarnya dalam wawancara di acara Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026.
“Namun demikian, kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup baik saat ini akan memacu pertumbuhan dunia usaha dan bisa terus bertahan, bahkan tumbuh lebih baik di masa depan,” tambah Kiki, sapaan akrab Ketua OJK.
Transformasi Bisnis untuk Menghadapi Tantangan
Menghadapi Facing Challenges, Kiki menekankan bahwa keberlanjutan bisnis menjadi kunci utama dalam menjaga daya tahan di tengah fluktuasi ekonomi. Ia menyatakan bahwa keberlanjutan masa depan bergantung pada tindakan yang diambil hari ini, termasuk menjaga integritas dan mengelola risiko secara cermat. “Dengan fokus pada keberlanjutan, perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi dan tetap kompetitif,” jelasnya.
“Tetapi selalu ingat bahwa keberlanjutan ke depan ada di tangan kita hari ini untuk terus mengedepankan integritas dan tata kelola manajemen risiko,” tegas Kiki.
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Dinamika Global
Sementara sektor jasa keuangan menunjukkan kinerja yang stabil, OJK mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh disamakan dengan keberlanjutan jangka panjang. Hingga Mei 2026, data menunjukkan bahwa kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan, meningkat dari 9,98% sebelumnya. Meski demikian, Kiki mengingatkan bahwa pengelolaan risiko harus tetap menjadi prioritas. “Kami memantau dengan cermat stabilitas sektor ini agar bisa bertahan di tengah Facing Challenges yang terus berlanjut,” kata perwakilan OJK.
Tingkat NPL (Non Performing Loan) yang berada di angka 2,17% menunjukkan bahwa sektor keuangan masih terjaga dari risiko kredit yang tinggi. CAR (Capital Adequacy Ratio) mencapai 23,78%, sementara likuiditas terpantau memadai dengan AL/DPK sebesar 24,74%. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa sektor jasa keuangan tetap menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Pertumbuhan BNPL dan Pinjaman Daring
Dua instrumen keuangan yang berkembang pesat, yaitu BNPL (Buy Now Pay Later) dan pinjaman daring, menunjukkan potensi signifikan dalam menghadapi Facing Challenges. Hingga saat ini, nilai transaksi BNPL yang didukung perbankan mencapai 30,14 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 32,54 juta. Di sisi lain, BNPL dari perusahaan pembiayaan tumbuh 53% menjadi 13,18 triliun, dengan 23,99 juta rekening aktif.
“Pertumbuhan BNPL dan pinjaman daring menunjukkan adaptasi yang baik terhadap dinamika pasar. Namun, kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ini tidak mengorbankan prinsip keberlanjutan,” imbuh Kiki.
Peran Keberlanjutan dalam Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Kiki, keberlanjutan bisnis tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada stabilitas ekonomi jangka panjang. “Dengan mengutamakan keberlanjutan, pelaku usaha bisa memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan meski menghadapi Facing Challenges,” katanya. Ia menambahkan bahwa model bisnis yang berkelanjutan akan membantu mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan inklusivitas ekonomi.
“Kami yakin bahwa keberlanjutan menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi yang tak terduga. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh,” jelas Kiki.
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Dalam menghadapi Facing Challenges, Kiki mengajak pelaku usaha untuk mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka. Ia menyoroti pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan pasar. “Keberlanjutan bukan hanya tentang penghematan, tetapi juga tentang pemanfaatan sumber daya secara bijak dan menyesuaikan bisnis dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
