Skip to content
536

New Policy: Eksportir Jateng Lirik Jordan dan Pasar Afrika

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

dan Pasar Afrika New Policy - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi pasar, para eksportir Jawa Tengah tengah mengeksplorasi peluang

New Policy: Eksportir Jateng Lirik Jordan dan Pasar Afrika

Eksportir Jateng Lirik Jordan dan Pasar Afrika

New Policy – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi pasar, para eksportir Jawa Tengah tengah mengeksplorasi peluang baru melalui New Policy yang telah diterapkan. Kebijakan ini memberikan peluang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk memasuki pasar di luar tradisional seperti Eropa, terutama ke negara-negara seperti Jordan dan Libya. Dengan New Policy, ekspor Jateng semakin terbuka terhadap permintaan internasional yang muncul di tengah pergeseran preferensi konsumen global.

“Kami menjalani sesi pertemuan bisnis dan koneksi langsung untuk memperkenalkan barang yang bisa kami tawarkan. Kunjungan ke Eropa sempat mengalami hambatan, namun di Libya, kami berhasil memperoleh 15 Letter of Intent (LoI),” jelas Ade Siti Muksodah, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah pada hari Kamis (2/7/2026). New Policy memberikan kemudahan dalam proses verifikasi, dokumen, dan pengiriman barang, sehingga mempercepat akses ke pasar internasional yang sebelumnya terasa sulit.

Strategi Eksportir Jateng di Pasar Non Tradisional

Eksportir Jawa Tengah kini fokus pada pasar non tradisional seperti Timur Tengah dan Afrika, yang dilihat sebagai potensi besar dalam New Policy. Berbagai produk seperti rempah, minyak kemiri, teh, kopi, serta olahan makanan seperti kerupuk dan mie menjadi favorit di sana. Keberhasilan penjualan di Libya menunjukkan bahwa New Policy memberikan peluang untuk mengembangkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara yang sebelumnya kurang aktif dalam impor dari Jateng.

Menurut Ade, ekspor Jawa Tengah ke Jordan dan Tripoli sudah menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, GPEI telah mengirimkan 30 kontainer furnitur kelas menengah ke Benghazi, sementara 12 kontainer furnitur kelas atas dikirim ke Jordan. New Policy juga memfasilitasi keterlibatan lebih intensif dengan negara-negara Afrika, termasuk ke negara-negara seperti Kenya, Nigeria, dan Sudan, yang menjadi pasar potensial baru.

Salah satu solusi utama dalam New Policy adalah pengembangan infrastruktur logistik yang lebih efisien. Eksportir menyebutkan bahwa pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang telah menjadi pusat distribusi yang mampu mengurangi ketergantungan pada Jawa Timur atau Jakarta. Ini mempercepat proses pengiriman barang dan mengurangi risiko keterlambatan, yang sebelumnya menjadi hambatan utama.

July Emmylia, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, menyoroti peran New Policy dalam meningkatkan kinerja ekspor. “Per 2025, jumlah negara mitra dagang Jawa Tengah mencapai 193. Dengan New Policy, kita bisa memperkuat kemitraan dengan pasar-pasar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan,” katanya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Jawa Tengah hingga Mei 2026 mencapai US$5.865,33 juta, naik 22,39% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Challenges dan Solusi dalam Implementasi New Policy

Julia mengakui bahwa kenaikan biaya logistik akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi tantangan utama bagi para eksportir. Ketegangan di Selat Hormuz juga mengganggu pasokan bahan bakar dan jalur perdagangan internasional. Namun, New Policy membantu mengatasi masalah ini dengan mempercepat proses pengiriman dan menawarkan insentif untuk pengusaha yang mampu mengatasi hambatan.

Kebijakan baru ini tidak hanya memperkuat hubungan dagang dengan Jordan dan Libya, tetapi juga membuka pintu bagi eksportir untuk menjangkau pasar Afrika lainnya. July menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mengeksplorasi pasar seperti Tanzania, Zambia, dan Mozambique. “Kami berharap New Policy bisa menjadi kekuatan pendorong untuk meningkatkan ekspor nonmigas, terutama produk-produk unggulan seperti pangan dan industri,” tuturnya.

Dengan New Policy, eksportir Jawa Tengah juga bisa memanfaatkan peluang di sektor energi dan mineral. Sejumlah perusahaan lokal mulai membangun kerja sama dengan pihak luar untuk mengekspor bahan-bahan seperti batu bara dan tembaga. Penyederhanaan prosedur dan dukungan pemerintah dalam pengurangan biaya transportasi menjadi faktor utama dalam keberhasilan ini. Kebijakan ini juga membantu mempercepat pengiriman barang ke negara-negara yang mengalami krisis logistik.

Komitmen para eksportir Jawa Tengah terhadap New Policy menunjukkan semangat untuk menghadapi tantangan global. Mereka menganggap kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Dengan fokus pada New Policy, ekspor Jawa Tengah diharapkan bisa mencapai target yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Join the discussion