Skip to content
192

Wahana Interfood (FOOD) Rancang Rights Issue Bidik Dana Segar Rp1,28 Triliun

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 4 mins read

Wahana Interfood Rancang Rights Issue Rp1,28 Triliun Wahana Interfood FOOD Rancang Rights Issue - PT Wahana Interfood Tbk (FOOD), perusahaan makanan olahan

Wahana Interfood (FOOD) Rancang Rights Issue Bidik Dana Segar Rp1,28 Triliun

Wahana Interfood Rancang Rights Issue Rp1,28 Triliun

Wahana Interfood FOOD Rancang Rights Issue – PT Wahana Interfood Tbk (FOOD), perusahaan makanan olahan kakao yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tengah merancang aksi korporasi berupa rights issue dengan total dana yang ditargetkan mencapai Rp1,28 triliun. Langkah ini bertujuan untuk mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan kapasitas operasional, khususnya dalam memperkuat posisi pasar serta memperluas jaringan distribusi. Selain itu, dana dari rights issue juga akan digunakan untuk membiayai pembelian saham di PT Sari Murni Abadi (PT SMA), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan laba bersih perusahaan.

Rencana Rights Issue dan Strategi Pembiayaan

Dalam rencana rights issue ini, Wahana Interfood akan menerbitkan maksimal 10,67 miliar saham baru, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan yang diperkirakan sebesar Rp120 per saham akan memberikan insentif bagi pemegang saham yang ingin memperoleh tambahan modal. Porsi 75% dari total saham baru tersebut akan menjadi bagian dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sementara sisanya dialokasikan untuk keperluan operasional dan peningkatan kualitas produksi.

Kebijakan rights issue ini dirancang sebagai strategi untuk memperkuat struktur modal perusahaan sekaligus menjaga likuiditas pasar. Manajemen mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima hari kerja, mulai 14 Juli hingga 21 Juli 2026. Selama periode tersebut, pemegang saham yang terdaftar di Daftar Pemegang Saham (DPS) akan memiliki kesempatan untuk membeli saham baru dengan rasio 1:1 setiap 30 lembar saham yang dimilikinya.

Pemegang Saham Utama dan Impak Dilusi Kepemilikan

Sebagai pemegang saham utama, Mahogany Global Investment Pte. Ltd. memiliki hak khusus dalam proses rights issue. Pemegang saham ini berhak mendapatkan 5,48 miliar saham baru, dengan total kepemilikan yang sebelumnya mencapai 51,32% atau 1,82 miliar lembar. Dilusi kepemilikan terhadap saham perusahaan akan mencapai 75% setelah pelaksanaan rights issue, atau hingga 75,61% setelah juga waran seri I diterbitkan. Meski demikian, manajemen yakin bahwa aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Manajemen Wahana Interfood menjelaskan bahwa Mahogany Global Investment bertindak sebagai pembeli siaga, sehingga memastikan penerimaan dana yang stabil. Jika pemegang saham lain tidak memanfaatkan haknya, perusahaan akan mengandalkan pembelian dari pemegang saham utama untuk menutupi kebutuhan pembiayaan. Hal ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap potensi pertumbuhan bisnis dan kekuatan posisi pasar perusahaan saat ini.

Penerbitan Waran Seri I dan Target Dana

Selain rights issue, Wahana Interfood juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak maksimal 355,94 juta lembar. Waran ini diterbitkan sebagai bagian dari 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap 30 saham baru yang diterbitkan melalui rights issue akan melekat 1 waran seri I. Dengan harga waran sebesar Rp800 per lembar, dana dari penerbitan ini diperkirakan mencapai Rp284,75 miliar.

Manajemen memperkirakan total dana yang diperoleh dari rights issue dan penerbitan waran seri I akan mencapai Rp1,28 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membiayai ekspansi usaha, termasuk pembelian saham di PT SMA, serta untuk keperluan riset dan pengembangan produk baru. Selain itu, dana juga digunakan untuk memperkuat pasokan bahan baku dan bahan kemas, yang menjadi salah satu faktor kritis dalam menjaga kualitas produksi.

Persiapan dan Pengaturan Aksi Korporasi

Proses persiapan rights issue telah dimulai dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk auditor dan konsultan keuangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kejelasan dalam pelaksanaan, terutama mengenai rasio pemesanan, harga saham, dan jadwal terbitnya dana. Selain itu, perusahaan juga melakukan sosialisasi kepada pemegang saham untuk memastikan mereka memahami manfaat dan prosedur aksi korporasi ini.

Manajemen Wahana Interfood menyatakan bahwa rights issue ini tidak hanya menjadi langkah strategis untuk mendapatkan dana segar, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap potensi bisnis di masa depan. Dengan adanya dana tambahan, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Aksi korporasi ini juga diharapkan mampu menarik minat investor baru yang tertarik pada sektor makanan olahan.

Kebijakan Pemesanan dan Prospek Bisnis

Pemegang saham yang memenuhi syarat akan menerima 3 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk setiap 100 lembar saham yang dimilikinya. Pemesanan dilakukan secara online maupun offline, dengan pembayaran dilakukan saat mengajukan pemesanan. Manajemen juga menyiapkan mekanisme pengelolaan dana yang transparan, agar setiap penerimaan dana dapat digunakan secara optimal.

Manajemen Wahana Interfood menyampaikan bahwa prospek bisnis di sektor makanan olahan kakao tetap positif, terutama dengan adanya peningkatan permintaan pasar di dalam dan luar negeri. Dengan dana segar yang diperoleh dari rights issue, perusahaan optimis dapat mempercepat inisiatif ekspansi dan meningkatkan daya saing di industri. Selain itu, langkah ini diharapkan juga mampu menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga kesehatan keuangan dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Rights issue ini merupakan bagian dari strategi penguatan modal yang telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Kami yakin dana segar akan memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan bisnis, terutama dalam hal ekspansi dan pengembangan produk baru,” ujar Direktur Utama Wahana Interfood, dikutip Kamis (2/7/2026).

“Dengan dana yang didapat, kami juga berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jaringan distribusi, yang merupakan kunci keberhasilan perusahaan di masa depan,” tambah Wakil Direktur Keuangan, dikutip pada hari yang sama.

Disclaimer

Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Wahana Interfood dan tim konsultannya tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari pilihan tersebut. Semua informasi disampaikan berdasarkan data yang diperoleh dari sumber resmi dan terpercaya.

Join the discussion