Key Discussion: Depo Bangunan (DEPO) Milik Hermanto Tanoko Tebar Dividen Rp10,2 Miliar
Key Discussion: Depo Bangunan (DEPO) Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Optimalkan Pertumbuhan Bisnis Key Discussion - JAKARTA — PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk.
Key Discussion: Depo Bangunan (DEPO) Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Optimalkan Pertumbuhan Bisnis
Key Discussion – JAKARTA — PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO), perusahaan ritel bahan bangunan yang diakui secara nasional, mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp10,2 miliar atau Rp1,5 per saham. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung Senin (29/6/2026). Pemilihan jumlah dividen ini mencerminkan keseimbangan antara keberlanjutan investasi dan kepuasan investor, sekaligus menunjukkan komitmen DEPO untuk memperkuat posisi pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pertumbuhan dan Strategi Ekspansi
Key Discussion – Sebagai salah satu pemain utama dalam industri konstruksi dan perbaikan rumah, Depo Bangunan telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan jaringan toko yang merata di berbagai wilayah Indonesia. Dalam pernyataannya, Komisaris Utama DEPO, Kambiyanto Kettin, menegaskan bahwa perusahaan berupaya menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperluas cakupan layanan. “Pertumbuhan yang terus berlanjut didorong oleh kebutuhan masyarakat akan produk bahan bangunan, terutama di tengah peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur dan permintaan renovasi rumah,” ujarnya. Struktur keuangan yang sehat menjadi fondasi utama untuk mengamankan langkah strategis ini.
“Dengan pendekatan omnichannel, DEPO menargetkan efisiensi dalam operasional dan penguatan brand awareness melalui integrasi digital,” tambah Kambiyanto.
Analisis Kinerja Keuangan Tahun 2025
Key Discussion – Dalam laporan keuangan tahun 2025, DEPO mencatatkan laba bersih sebesar Rp77 miliar, yang menjadi dasar untuk pembagian dividen. Rasio pembayaran dividen mencapai 13,3%, menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola dana dengan baik. Pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp2,88 triliun, naik 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh peningkatan penjualan produk di segmen rumah tangga dan industri. Angka ini juga mencerminkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan bisnis DEPO, terutama setelah perusahaan menambahkan beberapa toko baru di wilayah strategis.
Key Discussion – Dengan pengelolaan dana yang disiplin, DEPO berhasil menjaga stabilitas keuangan meskipun menghadapi tantangan seperti inflasi dan fluktuasi harga bahan baku. Perusahaan juga memperkuat kemampuan manajemen melalui penggunaan dana cadangan yang dialokasikan untuk investasi di sektor digital, pengembangan produk, dan penguatan kepercayaan pelanggan. “Kami percaya bahwa pembagian keuntungan yang seimbang adalah kunci untuk membangun hubungan jangka panjang dengan investor,” jelas Kambiyanto.
Revolusi Digital dan Transformasi Struktur Pengurus
Key Discussion – DEPO terus menggeber inovasi di sektor digital untuk meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan. Perusahaan telah mengembangkan platform e-commerce yang terintegrasi dengan aplikasi mobile, serta memperluas jaringan layanan online yang menjangkau masyarakat pedesaan. “Digitalisasi tidak hanya mengoptimalkan proses transaksi, tetapi juga membuka peluang baru untuk menciptakan nilai melalui data pelanggan,” imbuh Kambiyanto. Selain itu, perusahaan juga melakukan transformasi struktur pengurus sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan strategis, dengan Henryanto Komala ditetapkan sebagai Direktur Utama dan Kambiyanto Kettin tetap menjabat Komisaris Utama.
Pembagian Dividen dan Prospek Masa Depan
Key Discussion – Pembagian dividen yang diumumkan dalam RUPST 2026 merupakan langkah konkret dalam mengapresiasi kinerja tahunan DEPO. Jumlah ini sesuai dengan target rasio pembayaran yang disepakati, dan diperkirakan akan meningkatkan daya tarik pasar terhadap saham DEPO. “Kami juga menyiapkan rencana ekspansi jaringan toko yang lebih agresif di tahun mendatang, terutama di daerah dengan potensi permintaan tinggi,” lanjut Kambiyanto. Selain itu, perusahaan berencana meningkatkan kualitas produk melalui kerja sama dengan produsen ternama, serta memperluas portofolio layanan ke sektor pertukangan dan renovasi.
Key Discussion – Dengan dana IPO sebesar Rp487,8 miliar yang telah teralisasi, DEPO memiliki kemampuan finansial untuk mendukung peningkatan kapasitas operasional. Dana tersebut digunakan untuk pembelian lahan, pengembangan infrastruktur toko, serta perluasan kemitraan strategis. “Kami optimis bahwa strategi ini akan meningkatkan daya saing DEPO di tingkat nasional dan internasional,” ujar Kambiyanto. Selain itu, perusahaan juga mengincar kinerja keuangan yang lebih baik di tahun 2027, dengan target pertumbuhan laba mencapai 15%.
