Latest Program: FITT Tinggalkan Bisnis Hotel, Bidik Pertumbuhan lewat Akuisisi Perusahaan Tambang
ke Sektor Pertambangan Latest Program menjadi strategi utama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) dalam transformasi bisnisnya, meninggalkan sektor
FITT Berubah Strategi, Latest Program Fokus ke Sektor Pertambangan
Latest Program menjadi strategi utama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) dalam transformasi bisnisnya, meninggalkan sektor perhotelan untuk fokus pada industri pertambangan. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk meningkatkan kinerja keuangan dan menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih menjanjikan. Direktur Utama FITT, Ou Yang, mengungkapkan bahwa akuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) adalah bagian penting dari visi perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Dengan memperkuat posisi di bidang pertambangan, FITT berharap mampu mengimbangi fluktuasi sektor perhotelan yang terus menurun.
Peluang Ekspansi dari Akuisisi VTP
Menurut Ou Yang, investasi dalam perusahaan tambang Luwuk, Sulawesi, tersebut akan memberi dampak positif pada ekosistem bisnis FITT. VTP, yang memiliki pendapatan Rp128,7 miliar dan laba operasional Rp36 miliar pada tahun 2025, menawarkan stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam industri yang kini menjadi primadona. Selain itu, perusahaan tambang ini memiliki total aset Rp169 miliar dan volume produksi nikel mencapai 742.321 ton per tahun. Dengan mendapatkan kepemilikan 50% saham VTP, FITT memperoleh akses ke sumber daya alam yang strategis dan meningkatkan kapasitas operasionalnya.
Latest Program ini juga mencakup penyesuaian struktur keuangan perusahaan melalui restrukturisasi utang. Sebagai bagian dari pengambilalihan VTP, sebagian dana dari penjualan dua anak usaha—BMP dan FAW—akan digunakan untuk pembelian saham tersebut. BMP dan FAW dijual ke PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) serta PT Pratama Global Servindo (PGS) dengan total pendapatan mencapai Rp67,9 miliar. Keputusan penjualan ini dilakukan untuk mengalokasikan dana ke sektor yang lebih berpotensi menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Langkah Bertahap untuk Membangun Bisnis Berkelanjutan
Ou Yang menjelaskan bahwa perusahaan akan menerapkan strategi bertahap untuk memastikan transisi yang mulus. Fase awal akan fokus pada integrasi VTP dan penyesuaian operasional selama 1-2 tahun, sementara dalam 3-5 tahun ke depan, FITT berencana memperluas bisnis dan melakukan diversifikasi. Manajemen juga mempertimbangkan kemungkinan menaikkan kepemilikan saham VTP di atas 50% jika sesuai dengan arah investasi jangka panjang. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen FITT untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah dan membangun fondasi pertumbuhan yang stabil.
Kebijakan Latest Program ini tidak hanya memengaruhi struktur bisnis FITT, tetapi juga berdampak pada industri perhotelan yang terus terpuruk. Dengan memutus ketergantungan pada bisnis hotel, FITT mengharapkan peningkatan laba operasional dan penurunan risiko kinerja. Manajemen percaya bahwa sektor pertambangan, terutama di wilayah yang memiliki cadangan nikel dan mineral strategis lainnya, akan menjadi pasar yang lebih menguntungkan dalam jangka waktu 5-10 tahun mendatang. Dukungan dari pemerintah dalam kebijakan energi dan sumber daya alam juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan strategi ini.
Dalam konteks industri pertambangan nasional, keputusan FITT menggambarkan tren perusahaan-perusahaan besar yang mencari diversifikasi untuk mengurangi risiko bisnis. Selain itu, akuisisi VTP diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perusahaan dan memberikan ruang untuk ekspansi ke sektor energi serta manufaktur. Ou Yang menegaskan bahwa Latest Program ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kinerja Finansial dan Target Jangka Panjang
Transisi ke sektor pertambangan dinilai mampu meningkatkan laba operasional FITT dalam beberapa tahun ke depan. Direktur Utama mengatakan bahwa target utama dalam jangka waktu lebih dari lima tahun adalah membentuk ekosistem bisnis pertambangan yang terpadu. Dengan memperkuat posisi di sektor ini, perusahaan berharap mampu berkompetisi secara lebih efektif di pasar yang dinamis. Selain itu, target pertumbuhan ini juga sejalan dengan kebutuhan industri nasional untuk meningkatkan produksi mineral strategis dan mengurangi ketergantungan impor.
Latest Program FITT juga melibatkan penyesuaian strategi pemasaran dan manajemen risiko. Dengan memperoleh kemampuan operasional tambang, perusahaan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan kontrol atas rantai pasok. Ou Yang menambahkan bahwa keberhasilan akuisisi VTP akan menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi langkah-langkah selanjutnya dalam Latest Program, termasuk potensi akuisisi perusahaan tambang lainnya atau investasi di sektor terkait. Manajemen bersikeras bahwa transformasi ini adalah langkah berani, tetapi wajar dalam upaya mencapai pertumbuhan yang lebih berkualitas.
