90

Solusi Wealth Management SGD Hadir dari Bank DBS dan Mandiri Investasi

codex-c63165dc07f548ec838d61c46c8b32af

DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Perluas Pilihan Pengelolaan Dana dalam SGD

Lintasnaya.com – Nasabah dengan aset dalam dolar Singapura kini memiliki pilihan baru untuk mengelola dana investasi melalui layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). PT Bank DBS Indonesia menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi, atau Mandiri Investasi, dalam menyediakan solusi berdenominasi Singapore dollar (SGD) bagi segmen nasabah high net worth.

Kolaborasi tersebut dirancang untuk memberi akses kepada nasabah Bank DBS Indonesia yang memenuhi persyaratan agar dapat menggunakan layanan pengelolaan investasi dari Mandiri Investasi. Fokusnya adalah membantu pemilik simpanan SGD membangun portofolio yang selaras dengan target investasi, tingkat toleransi risiko, serta ketentuan yang disepakati dalam kontrak.

Mandat Investasi Disesuaikan dengan Kebutuhan Nasabah

Dalam mekanisme PDNI/KPD, nasabah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk menjalankan pengelolaan dana. Mandiri Investasi kemudian menyusun komposisi aset dan menyesuaikan strategi investasi mengikuti tujuan nasabah, profil risikonya, serta perubahan yang terjadi di pasar.

Skema tersebut menawarkan pendekatan yang lebih terarah bagi investor yang telah memiliki dana dalam SGD. Alih-alih membiarkan simpanan hanya tersimpan dalam satu bentuk aset, dana dapat dikelola melalui strategi diversifikasi. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan horizon waktu, kebutuhan likuiditas, dan pemahaman nasabah atas risiko masing-masing instrumen.

Layanan referral ini menjadi bagian dari perluasan solusi wealth management Bank DBS Indonesia. Nasabah yang sesuai kriteria akan diarahkan kepada Mandiri Investasi sebagai manajer investasi yang menjalankan mandat pengelolaan dana tersebut.

Diversifikasi ke Obligasi, Saham, dan Emas

Strategi pengelolaan dana SGD ini mengombinasikan tiga kelompok aset yang memiliki peran berbeda dalam portofolio, yaitu fixed income, equity, dan commodity. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketahanan portofolio ketika pasar mengalami perubahan kondisi.

Pada kelas aset fixed income, portofolio dapat memanfaatkan obligasi yang menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko yang terukur. Instrumen ini umumnya berperan dalam memberikan elemen pendapatan dan stabilitas dalam komposisi investasi.

Komponen equity berfokus pada saham perusahaan berkapitalisasi besar atau large-cap. Kehadiran saham dimaksudkan untuk menambah unsur pertumbuhan sekaligus memperluas variasi aset yang dimiliki investor.

Sementara itu, emas ditempatkan dalam kategori commodity sebagai alternatif diversifikasi. Aset ini dapat melengkapi portofolio saat investor menghadapi gejolak pasar dan membutuhkan eksposur yang berbeda dari instrumen obligasi maupun saham.

DBS CIO Insights 4Q26 menempatkan diversifikasi sebagai salah satu pertimbangan penting di tengah pasar yang dinamis, dengan Asia tetap menawarkan prospek yang menarik. Dalam konteks kawasan tersebut, SGD memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan Asia. Hal ini didukung oleh kekuatan fundamental ekonomi Singapura, kestabilan kebijakan moneter, serta posisinya sebagai pusat keuangan regional.

Bagi nasabah yang sudah menyimpan aset dalam mata uang tersebut, diversifikasi melalui beberapa kelas aset dapat menjadi cara untuk mengelola potensi investasi SGD secara lebih terstruktur. Setiap aset memiliki karakter, risiko, dan potensi hasil yang tidak sama, sehingga perpaduannya diarahkan agar sesuai dengan sasaran investasi individu.

“Kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi yang ditawarkan oleh Kurs SGD, sehingga portofolio menjadi lebih resilien dan siap menghadapi berbagai kondisi pasar.”

Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menyampaikan bahwa layanan ini membuka peluang bagi nasabah untuk mengoptimalkan aset dalam mata uang SGD melalui diversifikasi. Dengan pengelolaan yang disesuaikan, portofolio diharapkan dapat lebih siap menghadapi beragam situasi pasar.

Kolaborasi Keahlian Investasi dan Wealth Management

Direktur Utama Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia menilai kerja sama ini memadukan kemampuan pengelolaan dana yang dimiliki Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia. Sinergi tersebut menyasar kebutuhan nasabah yang menginginkan pengelolaan investasi berbasis mandat untuk aset berdenominasi dolar Singapura.

Bank DBS Indonesia menyediakan layanan wealth management melalui DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client. Di tingkat grup, DBS Group dikenal sebagai Bank Terbaik Dunia dan Teraman di Asia. Bank DBS Indonesia juga memperoleh penghargaan Best Private Bank dari FinanceAsia 2026 serta Best Wealth Manager dari The Asset Private Capital Awards 2026.

Di sisi lain, Mandiri Investasi mengelola dana lebih dari Rp62 triliun per Juli 2026. Perusahaan ini juga menerima penghargaan Best Asset Manager (Fixed Income & Syariah Funds) dalam Alpha Southeast Asia Fund Management Awards 2025.

Kehadiran layanan PDNI/KPD dalam SGD menambah alternatif bagi nasabah yang ingin memanfaatkan aset valas mereka dalam kerangka investasi jangka panjang. Pengelolaan melalui mandat memungkinkan strategi disusun secara spesifik, namun hasil investasi tetap dapat berubah mengikuti kinerja pasar dan risiko instrumen yang dipilih.

Kedua institusi menyatakan akan terus mendampingi nasabah dalam mengenali peluang jangka panjang. Bagi investor, langkah awal yang relevan adalah memastikan tujuan finansial, jangka waktu investasi, dan kemampuan menerima fluktuasi telah dipahami sebelum memberikan mandat pengelolaan dana.

Frequently Asked Questions

What is Solusi Wealth Management SGD Hadir?

Solusi Wealth Management SGD Hadir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Solusi Wealth Management SGD Hadir matter?

Solusi Wealth Management SGD Hadir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *