TASPEN Perkuat Tata Kelola untuk Menjaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Lintasnaya.com – PT TASPEN (Persero) menempatkan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai salah satu landasan utama dalam menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Penguatan komitmen itu dibahas dalam TASPEN GRC Insight Forum (TGIF) 2026 di Jakarta, Selasa (06/10), dengan tema Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration.
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai pentingnya integritas, pengelolaan risiko, serta kepatuhan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Percepatan digitalisasi, transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, dan kebutuhan untuk meningkatkan kinerja perusahaan menuntut organisasi untuk memiliki tata kelola yang semakin matang.
Kegiatan TGIF 2026 menghadirkan Managing Director Risk Management PT Danantara Asset Management Riko Banardi sebagai pembicara utama. Diskusi juga melibatkan Dr. Yunus Husein, S.H., LL.M. selaku ahli anti-pencucian uang dan kejahatan finansial, serta Dr. Hendry Julian Noor, S.H., M.Kn. sebagai pakar hukum korporasi dan tata kelola.
Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi TASPEN, direksi anak perusahaan, pimpinan unit kerja kantor pusat, Branch Manager, serta insan TASPEN dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti acara tersebut secara langsung maupun daring.
GRC dan Kepercayaan Peserta
Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Franscis menekankan bahwa tata kelola yang baik tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan dan prosedur. Organisasi juga perlu terus belajar, menyesuaikan diri, dan memperbaiki cara kerjanya agar mampu memenuhi amanah peserta di tengah perubahan yang cepat.
“Di balik hak peserta yang dibayarkan tepat waktu, ada ketelitian, koordinasi, dan pengabdian yang sering tidak terlihat. terima kasih, karena Bapak dan Ibu Insan TASPEN telah menghadirkan kepastian bagi jutaan keluarga,” ujar Fary.
Pernyataan tersebut menyoroti peran tata kelola dalam layanan sehari-hari. Bagi peserta, hasil dari proses GRC yang berjalan baik dapat tercermin dalam kepastian pelayanan, ketepatan pemenuhan hak, dan kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan dalam jangka panjang.
Dalam konteks pengelolaan program pensiun dan jaminan sosial ASN, ketelitian operasional dan pengendalian risiko menjadi unsur yang saling berkaitan. Tata kelola yang kuat membantu perusahaan membuat keputusan secara akuntabel, sementara sistem kepatuhan dan manajemen risiko mendukung kesiapan menghadapi potensi gangguan maupun perubahan regulasi dan teknologi.
Capaian Tata Kelola dan Kematangan Risiko
Penguatan GRC di TASPEN telah menghasilkan sejumlah pengakuan. Perusahaan kembali memperoleh predikat Most Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI). Selain itu, nilai asesmen Good Corporate Governance TASPEN tercatat sebesar 99,191 dengan predikat sangat baik.
Hasil GRC Maturity Assessment juga menunjukkan posisi TASPEN pada tingkat Proactive. Tingkat tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih terencana dan aktif dalam mengelola risiko maupun menerapkan tata kelola. Artinya, GRC tidak dipandang sekadar sebagai mekanisme pengawasan setelah masalah terjadi, melainkan sebagai bagian dari pertimbangan sebelum keputusan dan langkah bisnis dijalankan.
Pendekatan proaktif penting ketika perusahaan menjalankan transformasi. Inovasi dan pengembangan layanan membutuhkan ruang untuk bergerak, tetapi tetap harus disertai pengendalian yang memadai. Dengan demikian, perusahaan dapat menangkap peluang tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tanggung jawab.
Penguatan Standar Internasional
Pada 2026, TASPEN melakukan resertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus meningkatkan standar dari ISO 37001:2016 menjadi ISO 37001:2025. Transisi ini menempatkan TASPEN sebagai salah satu perusahaan yang lebih awal melakukan peningkatan standar tersebut.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkokoh pencegahan penyuapan dan membangun tata kelola yang berintegritas. TASPEN juga menerapkan sejumlah standar internasional lain, meliputi ISO 37301:2021 untuk Sistem Manajemen Kepatuhan, ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, serta ISO 27001:2013 mengenai Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Standar yang diterapkan perusahaan juga mencakup ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan dan ISO 22301:2019 mengenai Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis. Rangkaian standar tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan, melainkan juga menyentuh kualitas layanan, keamanan informasi, pengembangan organisasi, dan kesinambungan operasional.
Forum Inklusif untuk Transformasi yang Bertanggung Jawab
TGIF 2026 dirancang sebagai bagian dari penguatan budaya GRC di lingkungan TASPEN. Budaya ini diharapkan mendukung transformasi dan inovasi yang tetap prudent, akuntabel, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Penyelenggaraan acara juga memperhatikan aspek inklusivitas melalui dukungan Juru Bahasa Isyarat. Penerjemahan bahasa isyarat turut tersedia dalam siaran di YouTube resmi TASPEN, sehingga akses terhadap materi forum dapat menjangkau peserta yang lebih luas.
Sebagai Center of Excellence dalam pengelolaan program pensiun dan jaminan sosial ASN, TASPEN menargetkan organisasi yang semakin adaptif dan dapat dipercaya. Integritas, ketahanan bisnis, serta kolaborasi yang aktif diposisikan sebagai elemen penting untuk menjaga kualitas layanan kepada peserta.
Penguatan tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada agenda reformasi birokrasi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta transformasi dan penguatan peran BUMN bagi pembangunan nasional. Melalui penerapan GRC yang konsisten, TASPEN berupaya menjadikan tata kelola bukan hanya kewajiban, tetapi juga kekuatan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi peserta dan pemangku kepentingan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is TASPEN GRC Insight Forum 2026 Dorong?
TASPEN GRC Insight Forum 2026 Dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does TASPEN GRC Insight Forum 2026 Dorong matter?
TASPEN GRC Insight Forum 2026 Dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
