Port of Jumanah Hadir Global, Kolaborasi Agate dan Red Dunes Games Perluas Jejak Gim Indonesia
Lintasnaya.com – Kolaborasi pengembang gim dari Bandung dan Abu Dhabi kini melahirkan sebuah judul baru untuk pasar internasional. Red Dunes Games dari Uni Emirat Arab bersama Agate, studio gim asal Indonesia, telah merilis Port of Jumanah secara global untuk PC dan PlayStation 5.
Gim tersebut dapat dimainkan melalui Steam dan Epic Games Store untuk pengguna PC, serta PlayStation Store bagi pemilik PS5. Di Indonesia, Port of Jumanah dipasarkan seharga Rp154.290 dan memperoleh potongan harga peluncuran sebesar 15%.
Proyek lintas negara dengan talenta Indonesia
Port of Jumanah merupakan satu dari tiga proyek yang dikerjakan bersama oleh Red Dunes Games dan Agate. Dua proyek kolaborasi lain dijadwalkan menyusul pada 2027. Kehadiran gim ini menandai kerja sama kreatif yang menggabungkan pendekatan pengembangan dari kawasan Teluk Arab dengan kemampuan produksi tim Indonesia.
Proses pengerjaan berlangsung sekitar 18 bulan. Agate menurunkan 20 anggota tim inti dalam pengembangannya, sementara lebih dari 60 talenta Indonesia turut ambil bagian pada sejumlah bidang. Kontribusi tersebut mencakup desain gim, pemrograman, pembuatan aset visual, audio, pengujian kualitas atau QA, hingga pemasaran.
Keterlibatan tim dari Abu Dhabi dan Bandung tidak hanya berkaitan dengan proses teknis. Kerja bersama itu juga menjadi fondasi dalam membentuk dunia, nuansa cerita, serta unsur humor yang terdapat di dalam permainan. Pendekatan ini membuat Port of Jumanah membawa konteks budaya kawasan Teluk Arab dalam sebuah pengalaman bermain yang dikembangkan untuk audiens global.
Tradisi penyelaman mutiara menjadi dasar dunia permainan
Latar gim ini mengambil inspirasi dari sejarah penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab, sebuah tradisi yang telah berlangsung lebih dari 7.000 tahun. Jejak sejarah tersebut diolah menjadi rancangan lokasi, tokoh, cerita, dan sistem permainan, tanpa mengabaikan sentuhan komedi yang dirancang oleh kedua studio.
Pemain akan mengendalikan Mansour, seorang penyelam yang berburu mutiara. Dalam perjalanannya, Mansour harus menghadapi makhluk laut, mengumpulkan sumber daya, mencari perlengkapan, dan berupaya menghidupkan kembali Pelabuhan Jumanah secara bertahap.
Permainan ini menggabungkan aksi pertarungan, penjelajahan, pengelolaan sumber daya, dan perkembangan naratif. Setiap penyelaman membawa pemain ke area laut dengan kondisi lingkungan serta spesies yang berbeda. Variasi tersebut membuat perjalanan tidak selalu berjalan dengan pola yang sama.
Hasil dari ekspedisi bawah laut memiliki fungsi penting bagi kemajuan pemain. Sumber daya yang diperoleh dapat digunakan untuk meningkatkan perlengkapan, merekrut anggota kru, membuka kemampuan tambahan, dan membangun kembali fasilitas di pelabuhan. Perkembangan di Jumanah kemudian membuka pertemuan dengan karakter baru, akses terhadap fasilitas lain, serta pilihan yang dapat memengaruhi perjalanan berikutnya.
“Kami ingin memadukan eksplorasi, pertarungan, dan perkembangan cerita dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Shandhi Sayogo, Game Director di Agate. “Setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi yang berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap.”
Ekspedisi yang berubah dari satu permainan ke permainan lain
Struktur permainan memberi ruang bagi pemain untuk menjalani kisah Mansour dengan tempo masing-masing. Pemain dapat berfokus pada pemulihan pelabuhan dan perkembangan cerita, atau mengejar tantangan serta achievement yang tersedia bagi mereka yang ingin menyelesaikan lebih banyak konten.
Perpaduan perlengkapan, tantangan, dan kemampuan yang terus berubah menjadi salah satu elemen utama dalam setiap ekspedisi. Dunia bawah laut yang berwarna-warni serta dialog dengan nada humor menjadi penyeimbang bagi risiko yang muncul sepanjang permainan. Di sisi lain, pemain tetap perlu mempertimbangkan makhluk yang dihadapi, sumber daya yang dibawa pulang, dan pilihan yang dibuat baik di laut maupun di pelabuhan.
Bagi pemain, sistem pemulihan pelabuhan juga berfungsi sebagai penanda kemajuan. Aktivitas menyelam tidak berdiri sendiri sebagai rangkaian pertarungan atau pencarian barang, melainkan terkait langsung dengan perubahan dunia Jumanah dan perjalanan karakter utamanya.
Demo menarik perhatian kreator dari berbagai negara
Sebelum peluncuran penuh, Port of Jumanah sudah diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026. Masa pengenalan awal itu mendapatkan perhatian dari lebih dari 100 kreator konten yang berasal dari lebih dari 18 negara.
Para kreator tersebut datang dari sejumlah wilayah, termasuk Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Prancis, Portugal, Ukraina, Korea Selatan, dan Polandia. Liputan yang muncul di Twitch, YouTube, TikTok, serta Instagram menghasilkan lebih dari 100.000 penayangan di berbagai platform.
Jangkauan tersebut memberi gambaran bahwa gim bertema budaya kawasan Teluk Arab dapat diperkenalkan melalui format permainan yang mudah diakses oleh pemain dari beragam latar. Bagi industri gim Indonesia, proyek ini juga memperlihatkan peran talenta lokal dalam produksi lintas negara, dari tahap kreatif hingga distribusi global.
Tersedia dalam 11 bahasa
Red Dunes Games bertindak sebagai pengembang sekaligus penerbit Port of Jumanah, dengan Agate sebagai mitra pengembangan. Gim ini mendukung 11 bahasa, yaitu Indonesia, Arab, Spanyol, Jepang, Jerman, Prancis, Portugis Brasil, Mandarin, Rusia, dan Inggris.
Ketersediaan bahasa Indonesia menjadi salah satu akses penting bagi pemain lokal yang ingin mengikuti cerita Mansour dan membangun kembali Pelabuhan Jumanah tanpa harus bergantung pada bahasa asing. Sementara itu, dukungan bahasa lain membuka peluang bagi gim tersebut untuk menjangkau komunitas pemain yang lebih luas di berbagai pasar.
Dengan peluncuran di Steam, Epic Games Store, dan PlayStation Store, Port of Jumanah menempatkan kisah penyelam mutiara, dunia pelabuhan, dan kontribusi kreator Indonesia dalam satu pengalaman bermain yang kini telah tersedia secara global.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Port of Jumanah Gim Kolaborasi Indonesia?
Port of Jumanah Gim Kolaborasi Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Port of Jumanah Gim Kolaborasi Indonesia matter?
Port of Jumanah Gim Kolaborasi Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
